
Hari demi hari berlalu, hingga gini sudah satu minggu telah berlalu.
Evan begitu getol mengejar cinta Tania, bahkan Evan hampir setiap hari harus bertemu dengan Bian. Karena, Evan berinisiatif untuk datang ke tempat kerja Tania membawakan makanan, mengantarkan dan menjemput Tania setiap hari.
Evan yang dulu setelah putus dengan kekasihnya susah sekali membuka hatinya, tapi kali ini Tania menjadi wanita pertama yang membuat hati Evan kembali cenat-cenut merasakan cinta untuk kedua kalinya.
Pagi ini Evan datang ke kantor Raka, bahkan Evan membawakan Raka sarapan pagi untuk Raka. Tentu saja ini bukan hal biasa yang Evan lakukan Raka saja kaget tiba-tiba Evan datang ke kantornya membawakan sarapan pagi untuk dirinya.
Raka yang melihat kedatangan Evan, dia langsung berdiri dari tempat duduknya. Lalu dengan lekat menatap ke arah Evan, kali ini wajah tampan Raka begitu bingung.
"Kakak Ipar, ada apa tumben datang ke kantor aku?" tanya Raka, tapi Evan malah tersenyum begitu manis.
Sungguh kali ini Raka merasa jijik melihat senyuman kakak iparnya, yang membuat dirinya merasa sangat geli.
"Kak Evan, kamu baik-baik sajakan? Apa kamu salah minum obat?" tanya Raka dengan begitu kawatir.
Raka berjalan menuju ke kakak iparnya yang kini sudah duduk di sofa di ruangan kerja Raka.
__ADS_1
"Raka, ini aku bawakan sarapan pagi buat kamu." Kata Evan, membuat Raka tercengang tidak percaya.
Sungguh kakak iparnya ini benar-benar salah minum obat, kenapa dia pagi-pagi seperti ini sudah gila? Itu yang Raka pikirkan tentang kakak iparnya.
"Terimakasih kak, tapi ini dalam rangka apa?" Raka kembali bertanya, kali ini dia masih tidak percaya.
"Raka, aku hanya ingin meminta bantuan dari kamu." Kata Evan, yang akhirnya mengatakan tujuannya dengan semua ini.
Sudah Raka duga, pasti kakak iparnya ini ada maunya. Dan benar, kakak iparnya ini butuh bantuan dari dirinya.
"Raka, tanyakan pada Tania. Apa dia menyukaiku atau tidak?" Kata Evan, membuat mata Raka membulat sempurna.
"Dia pdkt selama ini tapi dia tidak bertanya sendiri saja, dasar kakak iparku ini nyalinya ciut sekali," batin Raka dalam hatinya.
"Kenapa, kakak tidak tanya langsung saja?" Tanya Raka, yang sedang menikmati sarapan yang di bawakan oleh Evan.
"Aku tidak berani kak, aku mau menyatakan perasaanku saja jujur aku takut di tolak sama Tania," jawab Evan dengan nada agak sedih.
__ADS_1
"Baiklah, akan aku tanyakan nanti." Kata Raka yang membuat Evan langsung memeluknya, untung Raka tidak tersedak karena sedang makan.
"Kak lepaskan, aku!" Rengek Raka, sambil mendorong tubuh kekar Evan.
Evan melepaskan Raka dari pelukannya, lalu buru-buru dia beranjak dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana kak?" Tanya Raka, melihat kakak iparnya buru-buru pergi.
"Mau menemui calon istri," sahut Evan dan berlalu pergi dari ruangan Raka.
Disini siapa yang bucin? Tapi Raka yang repot bahkan kakak iparnya memberikan sogokan sarapan pagi, tapi demi sang kakak ipar Raka juga tidak akan menolak untuk membantunya.
Lagian jika Raka menolak pasti Naya juga akan marah padanya. Dan tentunya jika Naya sudah marah, pasti Raka tidak akan dapat jatah bagi Raka, Evan dan Naya itu sama-sama pilihan yang sulit untuk saat ini.
BERSAMBUNG 😘
Terimakasih para pembaca setia 🤗
__ADS_1