Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Ciuman pertama


__ADS_3

"Mas, mau mengajarkan Naya apa?" Naya terlihat bingung, tapi Raka sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Naya.


"Mas, mau mengajarkan kamu hal yang akan membuat kamu ketagihan.....!"


"Apa itu mas?" Naya semakin deg-deggan.


Naya terlihat gusar, kira-kira apa yang akan di lakukan oleh suaminya ini? Sungguh rasanya penasaran sekali?


"Diamlah, kamu pejamkan matamu sekerang dan nanti kamu akan merasakan sensasi yang luar biasa di bibir mungilmu ini sayang," tutur Raka dan Naya dengan kepolosannya mulai menutup memejamkan matanya.


"Apa yang akan Mas Raka lakukan?" Gumam Naya dalam hatinya.


Setelah Naya memejamkan matanya, Raka tersenyum penuh kemenangan dengan begitu bahagia.


"Dasar istriku yang polos," batin Raka dalam hatinya.


Raka mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Naya, dengan lembut Raka menempelkan bibirnya di bibir Naya.


Pelan-pelan Naya membuka matanya, betapa terkejutnya melihat bibir Raka sudah menempel di bibirnya, sungguh Naya tidak tahu harus bagaimana? Sedangkan Naya saja sebelumnya belum pernah melakukan ciuman sama sekali.


Naya agak meronta-ronta pelan, tapi tangan kekar Raka menarik tekuk leher Naya agar Naya juga terkunci dengan ciumannya.


Ciuman yang awalnya lembut, kini semakin panas karena Raka memaksakan agar l*d*h nya bisa masuk menelusuri rongga mulut Naya.


Pelan-pelan Naya membuka mulutnya dan dia mulai menikmati ciuman dari suaminya, Raka tersenyum penuh kemenangan dalam hatinya kini otaknya semakin traveling.


"Haruskah aku mengambil miliknya sekarang?" Tanya Raka dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah merasa puas, Raka pelan-pelan melepaskan ciumannya. Kini wajah cantik Naya terlihat merah seperti kepiting rebus.


"Bagaimana?" Raka mengedip-ngedipkan satu matanya dengan genit.


"Bagaimana apanya mas?" Tanya Naya malu-malu, membuat Raka gemas.


"Rasanya? Enakan ciuman mas," Raka tersenyum lalu menarik Naya masuk ke dalam pelukannya.


Malam ini Naya begitu bahagia, karena mendapatkan ciuman pertama dari RaKa.


"Sayang, apakah kamu mau mas ajarin lebih lanjut? Mas jamin kamu bakal ketagihan dan akan terus meminta setiap malam," kata Raka dengan nada lembut.


Naya tampak berpikir, apakah malam ini dia akan siapa melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri? Tapi jika tidak dia juga sangat tidak tega pada Raka, apalagi pernikahannya sudah beberapa hari berlalu dan mereka belum sama sekali melakukan hubungan suami istri.


"Mas, jika aku menolak lagi apa kamu akan marah?" Tanya Naya dengan hati-hati.


Sebagai laki-laki yang normal tentu saja Raka sebenarnya marah kalau Naya terus-terusan tidak siap, padahal Raka sudah sangat menginginkannya sebagai suaminya.


Raka melepaskan Naya dari dalam pelukannya. Kini dia tidur dengan posisi membelakangi Naya, daripada melihat Naya terus-terusan ingin memakannya.


Naya terdiam, dia menatap punggung suaminya dengan lekat.


"Mas, apa mas marah?" Tanya Naya dengan nada lembut.


"Apa aku salah? Aturan ketika aku siap menikah, maka aku juga harus siap melayani suamiku." Batin Naya dalam hatinya.


Naya menghela nafasnya dalam-dalam, lalu tangannya mengelus punggung suaminya dengan lembut.

__ADS_1


"Mas..." lirihnya dengan nada yang masih malu-malu.


Naya tersenyum, dia mengingat adegan di film yang tadi dia tonton.


"Kata di film tadi, jadilah nakal saat bersama suamimu!" Naya senyam-senyum dalam hatinya.


Naya mengangkat sedikit kepalanya, lalu dengan lembut mencium leher suaminya. Raka yang tadinya hanya diam, kini mulai sedikit demi sedikit membalikkan badannya membuat Naya refleks dan langsung menjauhkan wajahnya.


"Mas, aku kira kamu sudah tidur." Kata Naya dengan nada gugup.


Raka dengan cepat langsung menindih tubuh mungil Naya, kini tatapan Raka begitu dalam.


"Sayang, kamu yang mulai ya. Jadi jangan salahkan aku," Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Naya.


Darah tiba-tiba mengalir lebih cepat dari biasanya, detak jantungnya juga tiba-tiba berdetak kencang.


"Mas, apa mau melakukannya sekarang?" Tanya Naya, raut wajahnya begitu polos sepolos toples.


"Bukankah, kamu yang mulai?" Raka menatap Naya lebih dalam.


Naya mulai memejamkan matanya, Raka semakin mendekatkan wajahnya, kini nafas Raka bisa Naya rasakan.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗


Nanti Author lanjutin ya, pasien lagi banyak soalnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2