Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Takut ada pelakor


__ADS_3

Setelah 15 menit berlalu benar kata Reza polisi datang ke rumah Erin Dan langsung datang untuk menangkap Erin.


Erin akhirnya di bawa ke kantor polisi, karena tuduhan menganiaya putri tirinya, kini semua bukti juga sudah di serahkan kepada polisi dan beberapa saksi juga siap untuk bersaksi nanti.


Akhirnya masalah hari kelar Reza juga menyerahkan semuanya pada pengacara dia.


Amel masih tidak percaya, dia terus menatap Reza dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Reza.


"Kenapa sayang? Ada yang salah?" tanya Reza karena agak risih melihat tatapan mata Amel.


"Tidak mas, aku saja tidak berani melaporkan Mama Erin ke polisi, tapi kamu, terimakasih ya mas." Amel meneteskan air matanya, bahkan dia langsung memeluk Reza dengan erat.


"Mel, Mama tiri kamu memang pantas mendapatkan semua itu, Reza segeralah nikahi Amel! tunggu apalagi? Jangan tunggu sampai tekdung dulu, nanti bahaya." Raka tersenyum jail, membuat pipi Amel menjadi merah karena malu-malu.


Reza menatap Raka dengan tatapan sengit, selalu saja bos nya ini ada saja bahan ledekan yang bosnya ini keluarkan secara tiba-tiba.


"Kak Amel, mudah-mudahan ke depannya kakak bahagia ya sama Kak Reza," doa Naya untuk hubungan Reza dan Amel.


Detik detik demi detik berlalu tidak terasa sangking asiknya ngobrol, bahkan tadi juga mereka makan bersama dan tanpa sadar ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Reza dan Amel berpamitan pulang, setelah Reza dan Amel pulang, kini di rumah kembali sepi karena hanya Raka dan Naya.

__ADS_1


Naya sedang di kamar, dia sedang berbaring sambil mengelus-elus perut dirinya yang semakin hari semakin membesar.


Raka yang baru saja selesai mandi dan kini sudah berganti dengan pakaian tidur, tanpa menunggu aba-aba Raka berbaring begitu saja di pangkuan Naya, kini tangannya mengelus-elus perut Naya dengan lembut.


"Anak papa, kamu sedang apa nak?" tanya Raka, betapa bahagianya Raka bahkan dia berulang kali memberikan ciuman pada perut Naya untuk anaknya yang ada di dalam sana.


Naya tersenyum, pasti jika anaknya lahir nanti Raka pasti akan sangat menyayanginya.


"Papa, aku sedang menendang-nendang perut mama, rasanya aku ingin keluar agar bisa melihat indahnya dunia pa," jawab Naya yang seolah-olah menjadi anak yang ada di dalam perutnya sana.


"Sabar ya nak, sebentar lagi kamu akan lahir, kamu akan bertemu dengan papa dan mama," tutur Raka dengan begitu antusias.


"Sayang, setelah kecebong kita lahir, bagaimana kalau kita langsung produksi Kecebong kedua kita?" kata Raka bahkan dia tersenyum dengan senyuman paling manis, berharap Naya akan setuju.


"Mas, apa kamu sudah gila?"


"Satu saja belum lahir, tapi kamu sudah mikirin buat produksi lagi."


"Bagiamana, kalau mas saja yang hamil?"


"Mas yang menyusui, mas yang gantiin popok, pokoknya semuanya mas, mungkin Naya akan langsung setuju mas."

__ADS_1


Seketika Naya langsung naik darah, sungguh suaminya ini ada-ada saja, rasanya pingin sekali menjewer telinga suaminya tapi Naya takut dosa.


"Sayang, kan kita bisa pakai baby sitter!" Saran Raka, dia begitu kekeh membujuk istrinya.


"Tidak mau, nanti mas selingkuh sama baby sitter lagi, Naya mau urus anak Naya sendiri saja!" Tolak Naya, gara-gara kebanyakan baca novel dan nonton drama pikiran Naya sudah traveling kemana-mana.


Dalam hati Naya, aku tidak mau punya baby sitter nanti kamu selingkuh lagi mas. Lihat saja di novel dan film drama kejadian itu sering sekali terjadi.


"Sayang, tapi mas pingin punya anak banyak," rengek Raka dengan manja.


Karena menurut Raka anak tunggal itu begitu kesepian, bahkan Raka saja hampir setiap hari di rumah sendirian karena kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sungguh kadang itu membuat Raka sedih, makanya Raka tidak mau punya anak hanya satu kalau bisa lebih dari satu agar rumahnya setiap hari rame.


Karena males mendengarkan rengekan suaminya, akhirnya Naya memilih memejamkan matanya dan tertidur nyenyak. Sedangkan Raka masih terjaga sambil menatap cantiknya wajah Naya saat sedang tidur nyenyak.


Raka memeluknya sambil memberikan ciuman hangat di kening Naya. "Dasar istri kecilku ini kebanyakan menonton film drama dan sering sekali membaca novel, makanya otaknya hanya ada pelakor dan pelakor saja," batin Raka dalam hatinya.


Tapi wajar sih jika Naya begitu cemburuan, takut suaminya di rebut oleh wanita lain ya karena Raka adalah laki-laki terbaik yang Naya temukan, sungguh biarpun perbedaan usia mereka terpaut jauh tapi Naya begitu nyaman hidup dengan Raka.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🙏

__ADS_1


__ADS_2