Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Tania di baperin Raka


__ADS_3

"Tumben kak datang ke kantor, ada apa?"


Raka menatap Evan dengan tatapan agak kesal, bagi Raka sang kakak ipar ini sudah seperti lalat penganggu yang datang di saat yang tidak tepat.


"Kamu kelihatannya sangat kelelahan, apa kerjaanmu begitu banyak? Kemeja kamu juga agak berantakan, tunggu dasi kamu juga berantakan, rambut kamu acak-acakan tidak jelas," tatapan Evan begitu curiga. Evan takut kalau Raka sampai macam-macam di belakang Naya, yang tidak lain adalah adik kesayangannya.


Raka mendengus kesal lalu dia merapikan dasinya, Tania senyam-senyum sungguh Evan yang sekarang sudah menjadi kekasihnya ini, ternyata bawel juga pada adik iparnya.


"Evan, itu urusan orang yang sudah menikah. Kamu mana tahu," ledek Tania dengan tawa di sudut bibirnya.


"Urusan orang yang sudah menikah, tapi dia di kantor sayang, lihat jika dia macam-macam di belakang Naya, jangan harap aku akan mengizinkan adik iparku ini melihat calon ponakan aku lahir," tegas Evan. Sungguh Raka hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Raka rasa kakak iparnya ini sudah tidak waras, bisa-bisanya dia berpikiran seperti itu padahal Evan tahu kalau Raka sangat sayang dan mencintai Naya.


Naya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dia tampak kebingungan karena Raka masih berdiri di ambang pintu.


"Mas siapa yang datang? Kok tidak di suruh masuk ke ruangan kerja mas," tanya Naya dari dalam ruangan Raka.


"Kak Evan dengar, itu suara siapa? Itu suara Ainaya Putri adik kesayangannya kakak," tutur Raka sambil menatap Evan dengan kesal karena sudah menuduh Raka macam-macam.


Evan tersenyum bersalah, lagi-lagi Tania hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Raka, apa kamu tidak menyuruh kita masuk? Aku haus," kata Tania sengaja agar Evan dan Raka tidak melanjutkan perdebatan kecilnya.


"Kak Evan dari tadi ngajak ribut sih!" Kesal Raka, tapi Evan tersenyum jail.


Wajarlah sebagai seorang kakak, Evan menghawatirkan adiknya apalagi adiknya sedang hamil. Jika Raka sampai macam-macam jangan harap Evan akan memberikan ampun pada Raka.


Kini mereka bertiga langsung masuk, Naya yang sedang duduk langsung beranjak dari tempat duduknya lalu dia memeluk Evan dengan erat.


"Kak Evan....." panggil Naya dan dia langsung berlari memeluk Evan.


Raka menatap Naya agak kesal, apalagi melihat Naya berlari sungguh Raka takut Naya terjatuh.


"Sayang, jangan lari-lari! Jangan peluk Kak Evan, peluk mas saja!" Dengan cepat Raka mengambil Naya dari pelukan kakak iparnya.


Kini Raka, Evan dan Naya juga duduk di sofa. Raka melihat kaki Naya, disana Naya memakai sandal hak yang kira-kira tingginya 3 senti, sungguh Raka itu bisa-bisanya kecelongan. Bahkan Raka sampai tidak sadar kalau istrinya ini masih bandel memakai sandal yang berhak tinggi.


"Lain kali buang sandal ini! Mas tidak suka, mulai sekarang kamu harus memakai sandal teplek, baju hamil kamu juga harus beli lagi. Ingat mas tidak menerima penolakan dari kamu," kata Raka dengan begitu bawelnya. Raka juga melepaskan sandal Naya dari kaki Naya, karena tidak mau Naya dan calon anak nya kenapa-kenapa.


Tania baper, dia langsung menyandarkan kepalanya di bahu Evan dengan mesra.


"Raka begitu perhatian, dia sangat romantis sekali," tutur Tania membuat Evan agak kesal.

__ADS_1


"Baru jadiin sudah berani memuji suami wanita lain di hadapan kekasihnya," omel Evan yang tidak terima.


Dasar Evan ini bukannya belajar dari Raka, ini malah mengomeli Tania.


Setelah selesai melepaskan sandal Naya, Raka sungguh-sungguh membuang sandal itu ke tempat sampah membuat Naya agak kesal.


"Mas jangan di buang, sayang itu harganya mahal. Itu juga baru beberapa kali, kasihkan ke cleaning servis saja mas!" Naya malah memungut kembali sandal itu.


Rasanya Raka ini cuma bisa garuk-garuk kepala, sudahlah terserah istrinya saja yang penting sandal itu tidak di pakai lagi.


"Baiklah, tapi ingat jangan di pakai lagi sandalnya jika mas lihat ini di pakai lagi atau masih ada di lemari, mas akan langsung membuangnya," tegas Raka tanpa mau di bantah.


Evan dan Tania yang tadinya mau memberitahukan kabar jadian mereka, ini malah mereka harus melihat kebucinan Raka yang begitu berlebihan menurut Evan, tapi tidak bagi Tania karena sebagai seorang wanita Tania malah di baperin sama sikap manis Raka pada istrinya.


"Kalian hanya mengurusi masalah sandal, bagaimana kalau malam ini kita pergi belanja dan makan malam bersama saja?" Tanya Evan, agar adiknya dan suaminya ini tidak terus membahas masalah sandal saja.


"Baiklah kak, itu ide bagus. Apalagi kalau di bayarin," goda Raka yang akhirnya tertarik dengan obrolan Evan.


Akhirnya Evan mengangguk, ya itung-itung membalas bantuan Raka yang sudah mengenalkan dirinya pada Tania, hingga jadian.


BERSAMBUNG 😁

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2