Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Jaga jarak agak jauh


__ADS_3

,"Iya mas, tapi tiba-tiba pingin makan jambu biji tapi mas yang langsung petik!" Jawab Naya dengan manja.


Sesampainya di taman belakang rumah, Raka tidak yakin. Apal dia bisa memanjat pohon jambu biji itu?


Kurang sabar apa Raka? Sekarang istri kecilnya minta jambu biji yang di petik oleh dirinya. Raka semakin tidak mengerti sebenarnya Naya ini kenapa? Apa yang salah dengan Naya? Raka hanya bisa bersabar menuruti permintaan aneh istrinya tanpa membantahnya karena takut Naya merajuk dan tentunya Raka tidak akan dapat jatah nanti malam.


"Sayang, haruskah mas langsung yang petik? Apa tidak sebaiknya, kita beli di supermarket sekalian jalan-jalan?" Tawar Raka, berharap Naya akan setuju.


"Tidak mas, Naya mau mas yang petik langsung dari pohonnya!" Pinta Naya dengan manja.


Karena tidak mau berdebat, akhirnya Raka menaiki pohon jambu yang ada di halaman belakang rumahnya. Ini adalah pertama kali Raka naik pohon, padahal kalau hanya jambu biji itu bisa mudah Raka dapatkan dengan mudah. Tapi inilah istrinya yang sedang tidak tahu ke sambet dedemit apa?


Sesampainya di atas pohon, Raka memetik beberapa jambu biji lalu memasukkan ke dalam kantong kresek yang dia bawa.


Kini menurut Raka cukup, akhirnya Raka turun dari atas pohon.

__ADS_1


Wajah Naya terlihat begitu bahagia, senyumanya dari tadi sungguh membuat Raka juga bahagia melihatnya.


"Sayang, sudah mas petik." Kata Raka, Naya langsung mengajak Raka masuk ke dalam rumah dan mengajak Raka ke dapur.


"Mas, sekarang kupasin jambunya!"


Raka mengangguk, lalu dia dengan sabar mengupas jambu biji yang dia petik tadi. Setelah selesai mengupasnya, Raka mencuci jambu biji itu.


"Ini sayang jambunya."


Dalam hati Raka, Naya itu aneh sekali, tiba-tiba tidak suka bau badan aku, tiba-tiba minta jambu biji terus aku yang metikin langsung. Entahlah apalagi yang akan dia minta nanti? Apa dia ini sengaja mengerjai aku, untung istri cuma satu-satunya. Sabar Raka, menikah dengan daun muda itu memang agak rumit.


Raka sungguh tidak tahu istrinya kenapa? Dia hanya menanggap ini semua sekedar kemanjaan Naya pada dirinya.


"Mas, jambunya enak." Kata Naya, dia menghabiskan satu piring jambu yang Raka potong tadi.

__ADS_1


"Iya sayang, kita nonton tv yuk!" Ajak Raka tapi Naya menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, aku tidak mau dekat-dekat dengan kamu. Kalau mau nonton tv berdua, ada syaratnya mas." Kata Naya, membuat Raka menatapnya dengan tatapan bingung.


"Aish sekarang apalagi?" Tanya Raka dalam hatinya.


"Mas, kita nonton tv nya dengan jarak agak jauh ya mas. Aku tidak mau mencium wangi tubuh kamu," kata Naya. Dia terlihat ragu-ragu tapi mau bagaimana lagi? Memang dia sedang tidak mau dekat-dekat dengan suaminya.


Raka hanya menghela nafas pelan, rasanya kesal dan hanya bisa menahan amarahnya. Padahal Raka ingin sekali menentang keinginan sang istri, tapi lagi-lagi Raka hanya bisa bersabar dengan sikap istrinya.


Akhirnya mereka menonton televisi dengan jarak agak jauh. Padahal Raka pinginnya mesra-mesraan, seperti biasanya tapi istrinya sedang tidak jelas. Entah karena dedemit mana? Naya menjadi aneh seperti ini?


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🤗

__ADS_1


Maaf ya Authornya lagi sibuk banget, karena sedang sibuk mempersiapkan insyaallah menuju halal 🙏🙏


__ADS_2