
Dua hari kemudian, pesta pernikahan akhirnya sudah siap dan tentunya banyak yang berubah termasuk gaun pengantin Naya, Naya yang aturan di hari bahagianya ini mengenakan gaun pengantin warna putih, tapi karena belum selesai di buat dan pernikahan juga dipercepat oleh Raka Kumara. Akhirnya Naya memakai gaun rancangan yang sudah tersedia.
Kini semuanya sudah berada di gedung, Raka juga mengundang Elina dan suaminya. Ratih juga sudah datang, Evan juga sudah tampan dan kini dia siap mendampingi sang adik ke pelaminan.
Hari ini Naya terlihat cantik dengan gaun warna abu-abu yang dia kenakan dan di padukan dengan riasan wajah yang begitu natural.
Visual Ainaya Putri
Naya duduk di tengah-tengah Ratih dan Evan, raut wajahnya terlihat gusar, rasanya antara bahagia dan sedih.
"Papa, hari ini Naya akan menikah. Mudah-mudahan di surga sana papa bahagia menyaksikan pernikahan Naya dan Mas Raka," batin Naya dalam hatinya.
"Nay, apa kamu gerogi?" Tanya Evan, tangannya menggenggam tangan Naya dengan erat. Lalu Evan tersenyum pada Naya. "Tersenyumlah!" Pinta Evan dengan nada lembut.
Naya tersenyum begitu manis, Naya melihat mamanya yang dari tadi diam saja bahkan tidak mengajak Naya bicara sama sekali.
"Ma, ini adalah hari pernikahan Naya. Apa mama tidak memberikan doa buat Naya?" Tanya Evan pada Ratih, Evan berharap Ratih memberikan restu yang tulus pada Naya, tapi Ratih hanya memberikan tatapan tidak suka.
"Sudahlah Van, kamu diam saja! Buat apa juga mama memberikan restu buat anak sialan ini, lagian masih untung mama mau datang." Bantah Ratih tanpa memikirkan perasaan Naya sama sekali.
"Mama...." Kata-kata Evan terpotong, karena Naya memberikan isyarat untuk tidak melanjutkan bicaranya dan Evan mengangguk pelan.
"Sabar ya Nay, doa kakak selalu menyertaimu mudah-mudahan di masa depan kamu bahagia selamanya," batin Evan dalam hatinya.
Hati Naya rasanya seperti di cabik-cabik setega itukah mamanya mengatakan hal seperti itu di hari bahagianya.
"Aku hanya ingin di peluk sama mama," Naya menangis dalam hatinya.
__ADS_1
Naya melepaskan tangannya dari genggaman tangan Evan, lalu dia melihat ke arah Ratih dan tatapan mata Naya begitu tulus pada Ratih.
"Ma, bolehkah Naya memeluk mama sebentar saja?" Bisik Naya di telinga Ratih, agar Evan tidak mendengarnya.
"Tidak usah, aku juga tidak sudih memelukmu!" Jawabnya dengan pelan tapi nada suaranya agak menggetak.
Naya hanya diam, dia sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi. Dalam hatinya hanya berharap ke depannya Naya bisa hidup lebih bahagia lagi dan di kelilingi dengan banyak cinta.
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Raka sudah siap tapi hari ini Raka hanya di dampingi oleh saudara-saudaranya saja karena orang tua Evan tidak bisa hadir, karena mereka sedang sakit di luar negeri sana dan acara yang aturan masih lama tiba-tiba di buat mendadak semua oleh Raka Kumara.
Hari ini Raka terlihat tampan dengan setelan jas warna hitamnya, wajahnya yang terlihat sangat manis seperti gula, dan dadanya yang bidang tentu saja duda kaya ini banyak wanita yang menampakkan nya untuk menjadi istrinya tapi akhirnya Raka Kumara menjatuhkan pilihan hatinya pada gadis kecil yang bernama Ainaya Putri.
Visual Raka Kumara.
Elina hari ini terlihat tidak suka menyaksikan pernikahan mantan suaminya bersama calon istrinya.
"Cie akhirnya nikah juga, mana daun muda itu? Aku sangat penasaran," tanya Reza pada Raka.
"Itu yang paling cantik." Raka menunjukkan Naya yang sedang duduk dengan gaun warna abu-abu yang Naya kenakan.
Reza ternganga, dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Bukankah itu Naya? Yang menikah dengan bos adalah Naya," batin Reza dalam hatinya.
"Cantikan?" Raka mengedipkan satu matanya.
"Iya bos, sangat cantik." Jawab Reza masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
Reza mengantarkan Raka ke tempat pelaminan, Evan juga mengantarkan Naya ke tempat pelaminan, kini semuanya sudah siap dan ritual pernikahan akhirnya di mulai hingga selesai.
Setelah selesai, Naya dan Raka bersama-sama menemui para tamu undangan yang datang.
"Mas Raka, selamat ya atas pernikahannya." Kata Elina, menjabat tangan Raka tapi Elina melihat Naya hanya melengos kesal.
"Tidak sudih aku berjabat tangan denganmu, apalagi bahagia dengan pernikahanmu dasar gadis miskin," batin Elina dalam hatinya.
Naya terus tersenyum pada tamu yang dari tadi memberikan selamat pada dirinya dan Raka.
"Terimakasih Elin," jawab Raka sambil tersenyum bahagia.
Rio hanya menatap Raka dengan tatapan tidak suka, tapi dari tadi Rio tidak henti-hentinya menatap Naya.
"Selalu saja Raka lebih menang dariku, aku dapat bekas Raka dan sekarang Raka malah dapat daun muda yang begitu cantik," batin Rio dalam hatinya.
Reza berdiri agak jauh dari tempat Naya dan Raka berdiri, dia sedang duduk sendirian sambil menikmati jus jeruk yang ada di hadapannya.
"Naya, aku masih tidak percaya ternyata kamu gadis kecil yang di nikahi oleh bos." Batin Reza dalam hatinya.
Evan dan Ratih berjalan menghampiri Naya dan Raka, tapi Ratih hanya berdiri dan tidak memberikan selamat pada Naya ataupun Raka. Tapi Raka tidak ambil pusing, yang penting sudah sah.
"Adik ipar selamat ya, jaga Naya dengan baik jangan sakiti hatinya dan perasaannya!" Kata Raka sebagai kakak Naya.
"Siap Kakak ipar, terimakasih ya kak." Jawab Raka dan mereka saling berpelukan.
Setelah beberapa jam, akhirnya hari yang bahagia ini selesai semua tamu sudah pada pulang, Evan dan Ratih juga sudah pulang, sedangkan Reza tadi berpamitan lewat pesan.
Setelah acara selesai, Raka langsung mengajak Naya pergi ke hotel.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😘