Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Acara kantor


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Raka dan Naya sampai di tempat acara.


Mata Naya terlihat kesal, melihat ada seorang wanita yang dia kenal.


Entah siapa yang Naya lihat?


...Naya melihat orang itu dengan tatapan tidak suka, tangannya juga terus merangkul lengan tangan Raka....


"Bukankah dia wanita yang waktu itu di kantor Mas Raka?" Batin Naya dalam hatinya.


Wanita itu melihat Raka sambil tersenyum sumringah, sungguh seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali dengan kejadian di kantor Raka waktu itu.


"Raka...." Panggil Angel, suaranya terdengar begitu genit.


Angel berjalan menghampiri Raka, tiba-tiba tangannya ingin meraih tangan Raka untuk dia gandeng, tapi Naya langsung menatapnya dengan tatapan tajam.


"Dasar wanita tidak punya akhlak, jelas-jelas ada istrinya dia mau main gandeng saja suami orang," batin Naya meronta-ronta.


Belum sempat Angel meraih tangan Raka, tangan Naya sudah dulu menepis tangan Angel dengan kasar.


"Ingat, Mas Raka itu sudah punya istri. Jangan pegang-pegang tangan suamiku!" Ketus Naya, dia menatap Angel dengan tatapan mengajak perang.


"Aku juga siap jadi istri kedua Raka, memangnya kenapa jika Raka sudah punya istri? Gadis kecil, masih bocah seperti kamu tidak pantas buat Raka," ujar Angel dengan tidak tahu malunya.


"Jaga mulut kamu.....!!" Sentak Raka, tatapannya begitu tajam pada Angel.


"Sayang, sudahlah! Kita masuk sekarang, Angel ingat jaga sikapmu! Aku ini laki-laki yang sudah beristri, jangan ganggu aku!" Raka mengandeng tangan Naya dengan erat, mereka berjalan melalui Angel begitu saja.


Sebelum pergi Naya menatap Angel, lalu bicara pada Angel.


"Biarpun aku hanya bocah kecil, tapi aku yang berhasil mendapatkan cinta dari Raka Kumara, dan jika kamu berharap menjadi istri kedua, jangan harap aku akan memberikan cela masuk ke dalam rumah tanggaku," lawan Naya. Kalau dalam urusan ikan teri, tentu saja Naya tidak akan kalah. Dalam hatinya, istri sah harus menang.


Angel berdecak kesal, sedangkan Naya tersenyum penuh kemenangan sambil berjalan melalui Angel yang masih berdiri.


Sesampainya di dalam tempat acara, lagi-lagi Nara harus menemui satu wanita yang tidak dia suka juga, siapa lagi kalau bukan Elina yang tidak lain adalah mantan istri dari suaminya ini.


Iya Elina juga datang ke acara kantor, karena suaminya juga bekerja sama dengan kantor perusahaan milik Raka.


"Mas Raka, apa kabar?" Sapa Elina, nada suaranya terdengar begitu lembut, tatapan matanya juga begitu dalam membuat Naya ingin sekali mencongkel kedua mata Elina karena berani menatap suaminya dengan tatapan seperti saat ini.


"Aku baik Elin," jawab Raka singkat.

__ADS_1


Elina hanya melirik Naya dengan tatapan tidak suka, bahkan dia tidak menyapa Naya sama sekali padahal Naya juga ada di hadapannya.


"Rio mana?" Tanya Raka, karena melihat Elina hanya sendirian.


"Itu Mas Rio," tunjuk Elina yang melihat Rio sedang berjalan ke arahnya.


Tatapan Rio tidak suka pada Raka, tapi beda waktu Rio menatap Naya, dia begitu lemah lembut tatapannya.


"Daun muda Raka cantik sekali, haruskah Raka selalu lebih unggul dariku?" Batin Rio dalam hatinya, kini Rio sudah berdiri di samping Elina.


"Apa kabar Ka, istrimu cantik sekali." Tanya Rio, tapi dia malah terus menatap Naya begitu dalam. Membuat Naya agak risih, tapi merasa kesal juga.


Raka menatap Rio dengan tatapan penuh amarah, enak saja Rio menatap istri kecilnya dengan tatapan begitu mesum menurut Raka.


"Berani sekali Rio menatap Naya dengan tatapan menjijikkan seperti itu," batin Raka dalam hatinya.


"Baik, pilihanku memang selalu cantik. Aku permisi dulu," jawab Raka. Dan dia langsung membawa Naya pergi dari hadapan Elina dan Rio.


Rio masih terus menatap Naya, membuat Elina menatapnya dengan kesal.


"Dasar laki-laki mata keranjang," Elina mendengus kesal. Bahkan dia meninggalkan Rio begitu saja.


Rio buru-buru mengejar Elina, kini dia mengandeng tangan Elina.


Raka dan Naya duduk di salah satu meja, Raka terus melindungi Naya dari tatapan laki-laki hidung belakang di sekelilingnya.


"Sayang, aku ke kamar mandi sebentar ya. Ingat tetap duduk, jangan kemana-mana!" kata Raka, dia menahan p*p*snya.


Naya menganggukkan kepalanya, lalu Raka buru-buru pergi ke kamar mandi.


Naya hanya duduk, dia juga tidak menyentuh makanan yang di hidangkan di atas meja.


"Hey cantik, ayo dansa denganku!" Ajak seorang laki-laki dengan tidak sopannya.


"Tidak pak, terimakasih." Tolak Naya dengan sopan.


"Ayolah, jangan sok jual mahal! Gadis kecil sepertimu, aku yakin kamu itu suka laki-laki yang berduit." Paksa laki-laki itu, dengan nada meremehkan Naya.


Naya masih diam, dia tetap tenang dan berusaha tidak meladeni laki-laki itu. Laki-laki itu tidak tahu saja, kalau Naya adalah istri dari Raka Kumara.


"Ayo cantik, nanti aku bayar mahal deh kamu tidak usah kawatir," tawar laki-laki itu. Terlihat matanya begitu mata keranjang.

__ADS_1


Entahlah bisa-bisanya laki-laki itu bersikap tidak senonoh pada Naya, padahal ini acara kantor besar dan ternyata laki-laki itu sedikit mabuk, dia bicara semakin gila.


Angel yang dari tadi duduk di meja yang tidak jauh dari Naya, dia terus senyam-senyum melihat Naya di perlakukan kurang ajar oleh salah satu laki-laki dalam pesta itu.


"Jangan munafik, berapapun kamu minta aku pasti kasih." Laki-laki itu hendak memegang tangan Naya, tapi tiba-tiba tangan kekar Raka menahannya. "Jangan sentuh istriku!" Sentak Raka, dia menepis tangan laki-laki itu dengan kasar.


Laki-laki itu terdiam, dia melihat Raka sambil mencerna kata-kata barusan.


"Haahh....kamu bilang istri?" Gumamnya pelan.


"Iya dia istriku, dia Nyonya Raka Kumara. Anda mau apa? Tadi aku dengar anda menawar istri saya, sebelum anda melakukan itu. Aku pastikan perusahaan anda akan hancur seketika," kata Raka tatapan matanya begitu tegas.


Laki-laki langsung bersungkur di hadapan Raka, dia memohon maaf pada Raka.


"Jangan pak, jangan lakukan itu. Nyonya saya minta maaf, saya salah." Laki-laki memohon maaf pada Naya dan Raka.


"Saya sedikit mabuk, saya minta maaf." Kata laki-laki itu, kedua satpam langsung datang mengamankan laki-laki itu.


"Mas sudahlah, lagian dia tidak menyentuhku kok." Kata Naya, tatapan matanya begitu dalam pada Raka.


"Anda selamat, karena istri saya yang meminta." Kata Raka, dan dia langsung mengajak Naya pergi dari meja itu.


"Bawa laki-laki br*ngs*k itu keluar dari pesta ini pak!" Suruh Raka pada kedua Satpam yang sudah memegangi laki-laki itu.


"Heyy lepaskan aku.....gadis itu cantik sekali," katanya jalannya agak sempoyongan.


Raka berdecak kesal, dia duduk di meja lain bersama istrinya.


"Resiko duda punya istri daun muda, sana-sini banyak yang melirik," Raka terus menggerutu, rasanya dia sudah salah membawa Naya ke dalam pesta kantornya malam ini.


Naya hanya tersenyum, lalu dia memegang tangan suaminya dengan erat.


"Maklumin saja mas, yang penting di hati Naya ada Mas Raka duda kaya tajir melintir," Naya berusaha menghibur suaminya.


Raka mengacak-acak rambut Naya dengan lembut, malam ini Raka menemui rekan-rekan bisnisnya dengan Naya, Raka juga mengenalkan Naya pada rekan-rekan bisnisnya, bahkan banyak sekali yang memuji kecantikan Naya, membuat Raka sedikit tidak nyaman dan kadang terselip rasa cemburu saat ada beberapa rekan bisnisnya, yang menatap Naya tanpa berkedip.


Setelah acara selesai, Raka dan Naya pulang ke rumah. Kini mereka sudah sampai di rumah. Rasa lelah yang menyelimuti keduanya, dan setelah membersihkan tubuh mereka, kali ini mereka langsung tidur tanpa melakukan apapun di malam ini.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 😘

__ADS_1


Bukannya gak up ya kakak-kakak semuanya, MT lagi gangguan dari kemarin, statusnya di review terus 🙏


__ADS_2