
Kini mereka semua duduk di ruang tengah, Sinta, Ratih dan Faisal, mereka saling berkenalan dan asik mengobrol, Sinta dan Faisal juga meminta maaf secara langsung pada Ratih karena tidak menghadiri acara pernikahan Naya dan Raka.Kini mereka semua duduk di ruang tengah, Sinta, Ratih dan Faisal, mereka saling berkenalan dan asik mengobrol, Sinta dan Faisal juga meminta maaf secara langsung pada Ratih karena tidak menghadiri acara pernikahan Naya dan Raka.
Kini kebahagiaan Naya semakin lengkap karena pertemuan dengan kedua mertuanya.
Kini kebahagiaan Naya semakin lengkap karena pertemuan dengan kedua mertuanya.
"Raka, mama senang sekali karena akhirnya kamu mendapatkan istri yang baik dan istri kamu begitu cantik," kata Sinta dengan begitu hangat.
Mengingat Elina dulu tidak baik untuk Raka, rasanya kesal sekali tapi untung saja Raka sudah dikirimkan penganti yang baik seperti Naya. Apalagi saat ini Naya sudah melahirkan putra kecil yang begitu tampan, Sinta yakin kalau Raka pasti sangat bahagia sekali.
"Iya ma, setelah lepas dari Elina, Tuhan mempertemukan Raka dengan gadis kecil yang begitu cantik, sudah gitu dia terlalu polos sekali ma," cerita Raka, seketika pipi Naya menjadi merah karena malu.
Sinta tersenyum pada Naya, lalu melihat ke arah Naya.
"Mama, jangan dengarkan omong kosong Mas Raka," kata Naya. "Mas, kamu ih masa bilang gitu sama mama, aku malu," batin Naya dalam hatinya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak, mama senang jika Raka menemukan gadis yang polos seperti kamu," sahut Sinta dan Faisal mengangguk senang.
Ratih merasa sangat bahagia sekali, kali ini dia benar-benar bersyukur karena Naya hidup di kelilingi dengan orang-orang yang sangat menyayangi Naya.
"Naya, kamu harus bahagia ya nak, tugas mama sudah selesai, biarpun di masa lalu mama sangat membenci kamu karena kamu anak dari selingkuhan papa kamu tapi mama sadar kalau kehadiran kamu itu tidak pernah salah yang salah itu mama dan papa kamu, tapi dulu mama begitu membenci kamu," batin Ratih dalam hatinya. Hati Ratih kadang menangis mengingat masa lalu yang begitu kejam pada Naya.
Kini Riko sudah berada di pangkuan Raka, Raka dengan gemas mencium pipi Riko dengan penuh kasih sayang.
"Oh iya, Ibu Ratih, terimakasih ibu sudah menjaga Raka dan Naya selama saya di luar negeri," kata Sinta sambil tersenyum.
Sinta itu wanita yang begitu hangat bahkan dia selalu berbicara lemah lembut pada siapapun yang ada di hadapannya, Faisal suaminya juga sangat mencintainya karena kelembutannya, kehangatannya dan kesabaran Sinta selama ini, apalagi di saat dirinya mengalami kecelakaan Sinta begitu sabar merawatnya dengan telaten.
"Mama, sekarang mama menyebut aku dengan sebutan anak saya, bukan seperti dulu lagi kalau dulu mama pasti menyebut aku dengan sebutan anak sialan," batin Naya dalam hatinya.
Sinta dan Faisal sama-sama tersenyum, entahlah apalagi yang harus mereka katakan? Yang jelas mereka sangat bahagia bisa bertemu dengan Raka dan menantunya.
__ADS_1
Kini Sinta mengambil alih Riko dari pangkuan Naya.
"Cucu nenek, kamu begitu tampan seperti papa kamu," puji Sinta dengan nada lembut.
"Lihat papa, ini cucu kita!" kata Sinta, lalu Sinta mendekatkan Riko kepada Faisal.
"Hidungnya mirip sekali dengan Raka," kata Faisal sambil memainkan hidung Riko dengan hati-hati.
Kini mereka berdua asik bermain dengan cucu pertama mereka.
"Sayang, bukankah keluarga kita sekarang sudah lengkap?" tanya Raka, dengan lembut Raka memberikan ciuman hangat di kening Naya.
"Iya mas, Naya bahagia sekali." Jawab Naya dengan suara lirih, entah Naya harus bicara apalagi? Naya hanya memeluk Raka dengan erat dan rasanya tidak mau melepaskan Raka untuk selamanya.
Duda Kaya Tajir Melintir yang Naya nikahin, ternyata dia adalah kebahagiaan Naya, dia adalah separuh jiwa Naya, dan kini duda itu sudah memberikan putra kecil yang begitu tampan.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia