
Akhirnya malam telah tiba Reza dan Amel bergegas pergi ke rumah Evan dan Tania lebih dulu untuk menghampiri mereka berdua.
Tadi setelah pulang belanja Reza sudah menelpon Evan untuk diajak ke rumah Raka dan Naya.
"Sayang, semuanya sudah siap?" tanya Reza pada Amel yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk dibawa ke rumah Naya dan Raka.
Iya Amel memasak semua makanannya dari rumah Amel sengaja biar dirumah Naya bisa langsung makan bersama.
"Sudah mas, ini sudah aku tatah rapi dan saatnya kita berangkat!!" jawab Amel dengan antusias.
Reza mengangguk lalu membantu Amel membawa makanan yang sudah tertata rapi di kotak makan, ada ayam pedas manis, udang balado, aneka sate dan tidak lupa buah-buahan untuk penutup makan bersama nanti.
Kini Amel dan Reza siap untuk berangkat ke rumah Evan dan Tania lebih dulu tapi ternyata Evan dan Tania sudah menunggu di depan rumahnya.
"Kalian...." Reza kaget melihat mobil Evan sudah terparkir rapi di depan rumahnya.
"Kita sudah datang, ayo langsung berangkat ke rumah Naya...!!" seru Evan antusias.
Akhirnya mereka semua langsung menuju ke rumah Naya dan Raka.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya mereka sampai di rumah Naya dan Raka, mereka semua turun dari dalam mobil, Reza dan Evan membawa makanan yang tadi di siapkan oleh Amel sedangkan Amel dan Tania berjalan lebih dulu ninggalin suami-suami mereka yang sedang sibuk di dengan tugasnya.
Tania dan Amel berjalan berdampingan, mereka juga saling berbincang.
"Kak Nia, kelihatan agak segeran." Kata Amel, melihat tubuh Tania lebih berisi.
"Amel, aku sedang hamil," jawab Tania sambil tersenyum.
"Syukurlah kak, akhirnya adonannya jadi," kata Amel dengan senyum tulus. Dalam hati Amel kapan aku hamil?
"Iya Mel, oh iya kamu dengan Reza menunda tidak?" tanya Tania penasaran.
"Tidak kak, malam pertama yang tertunda saja langsung tancap kak, keluar di dalam juga." Jawab Amel, sungguh ternyata biarpun Amel polos tapi vulgar juga kalau bicara.
__ADS_1
Tania tersenyum kecil, dasar Amel ini kenapa begitu jujur sekali?
"Tok....tok...." Amel dan Tania sama-sama mengetuk pintu rumah Naya dan Raka.
Raka dan Naya yang sedang bermesraan di ruang keluarga sambil menonton televisi agak kesal. "Siapa yang bertamu malam-malam seperti ini?" gumam Raka pelan.
"Tidak tahu mas, aku bukakan pintu dulu." Naya hendak beranjak dari tempat duduknya, tapi Raka menahannya. "Biar mas saja Nay," cegah Raka dan Naya mengangguk.
Malam ini semua Art di suruh cutti oleh Raka karena Raka hanya ingin berduaan saja dengan Naya, tapi ternyata malah ada tamu datang di tengah-tengah kemesraan mereka.
"Ceklek...." Raka membuka pintu rumahnya, melihat yang datang Reza dan yang lainnya Raka cukup kaget.
"Kalian?!"
"Hee, suruh kita masuk dulu! Ini berat sekali," potong Evan dan langsung masuk begitu saja tanpa menunggu Raka menyuruhnya masuk.
Reza juga melakukan hal yang sama, Tania dan Amel juga mengikuti langkah kaki suami-suami mereka.
"Aish sudah aku liburkan para Art, ini malah para dedemit datang, padahalkan aku pingin berduaan saja dengan Naya." Raka menggerutu sambil berjalan mengikuti langsung kaki yang lain.
Naya yang sedang duduk melihat kedatangan Evan dan yang lainnya, langsung tersenyum senang beda dengan Raka yang seketika menjadi kesal.
"Kakak Tania...." Naya antusias sambil tersenyum.
Amel dan Tania bergantian menyapa Naya, mereka sungguh terlihat bahagia sekali bisa ketemu malam ini.
"Naya, aku bawakan banyak makanan, ayo kita makan malam bersama!" ajak Amel dan Naya mengangguk senang.
Kini Raka, Reza dan Evan menata semua makanan di atas meja sedangkan Amel dan Tania menyiapkan piring untuk makan malam bersama.
Naya juga ikut menata makanan yang ada di atas meja, kini setelah semuanya siap mereka sama-sama duduk dengan posisi melingkar dan mereka begitu nikmat menikmati makanan yang ada di hadapan mereka.
"Hoek....hoek...." Tania mual-mual, mungkin karena tidak suka dengan bau makannya.
__ADS_1
"Sayang, kamu tidak apa-apa? Apa mas perlu membawa kamu ke rumah sakit?" tanya Evan, sangat kawatir pada istrinya.
Dalam hati Tania, Mas Evan ini aku hanya mual-mual saja tapi sampai mau dibawa ke rumah sakit. Sungguh dia sudah benar-benar ketularan Raka Kumara.
Iya selama beberapa hari ini Evan memang terlalu lebay saat Tania merasakan mual ya pasti Evan akan bersikap berlebihan seperti sekarang ini.
"Tidak mas, aku hanya mual saja." Tolak Tania dengan nada lembut.
"Mas, aku jadi pingin hamil." Celetuk Amel yang sedang menikmati makanannya.
"Mel, suruh Reza bekerja keras setiap malam biar cepat jadi adonannya," ledek Raka dengan begitu jail.
Seketika pipi Reza menjadi merah karena malu, sungguh istrinya ini baru beberapa hari menikah sudah minta pingin hamil, nusuk saja baru beberapa kali.
"Sabar ya sayang," Reza mengusap-usap rambut Amel dengan lembut.
Naya hanya tersenyum kecil, Tania juga tersenyum kecil, Evan cengar-cengir pada Reza dan tatapan matanya begitu jail.
"Za, apa perlu aku kasih resepnya biar jadi adonannya?" bisik Evan di telinga Reza.
Seketika Reza menggelengkan kepalanya, Reza enggan menerima ajaran dari Evan, karena pasti Evan akan memberikan pelajaran aneh-aneh.
"Tidak usah kak, aku sudah tahu caranya." Reza balik berbisik pada Evan.
"Sudahlah, kalian makan saja! Jangan main bisik-bisik tetangga," celetuk Raka.
Seketika Reza dan Evan sama-sama menggeser duduk mereka agar agak jauhan.
Setelah selesai makan malam, mereka melanjutkan malam ini dengan acara nonton bareng. Entah flim apa yang mau mereka tonton malam ini?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1