Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Berharap terjadi sesuatu


__ADS_3

Kini mereka langsung menuju ke kamar hotel Naya, disana sudah ada Amel dan Naya yang sedang menunggu mereka pulang.


Melihat kedua laki-laki yang di nanti oleh mereka dari tadi Amel dan Naya sama-sama tersenyum melihat kedatangan Reza dan Raka.


"Mas, sudah selesai." Tanya Naya, lalu Raka langsung memeluknya dan memberikan ciuman lembut di keningnya.


"Sudah sayang, Amel, Reza, kalian boleh istirahat, aku tadi sudah memesan kamar untuk kalian, tapi hanya tinggal satu kamar yang kosong, kalian tidak apa-apakan satu kamar untuk malam ini?" tanya Raka, dengan jail Raka mengedipkan satu matanya pada Reza.


Reza paham sekali, ini pasti akal-akalan bosnya agar terjadi sesuatu di antara Reza dan Amel. Tapi Reza begitu tenang, dia berusaha untuk tidak gugup juga, apalagi ini adalah pertama kalinya Reza akan tidur satu kamar dengan seorang wanita, ya biarpun Amel adalah kekasihnya tapi Reza adalah laki-laki baik-baik yang tidak mau menyentuh wanita sembarangan karena ingin menjaga kesucian wanitanya itu sampai menikah nanti, tapi yang namanya setan dimana-mana entah apa yang akan terjadi pada Reza dan Amel malam ini?


"Iya bos tidak apa-apa," jawab Reza dengan santai, lalu Raka memberikan kunci kamar hotel Reza pada Reza.


Amel begitu gugup, ya walaupun di gadis berasal dari club malam tapi Amel tidak pernah tidur satu kamar dengan laki-laki, Amel hanya menemani tamu-tamunya minum saja. Ya bisa dibilang, Amel itu masih suci.


Raka lagi-lagi tersenyum jail pada Reza, tapi Reza membalasnya dengan cengiran kesal. Sedangkan Naya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Kita permisi ya bos, selamat beristirahat!" Pamit Reza, lalu dia mengandeng tangan Amel untuk pergi dari kamar Naya dan Raka.


Setelah mereka pergi, Raka tersenyum penuh kemenangan. "Aku berharap malam ini akan terjadi sesuatu pada mereka," gumam Raka yang di dengar oleh Naya.

__ADS_1


"Mas, itu tidak mungkin. Lagian aku paham sekali Kak Reza itu bukan laki-laki seperti itu," celetuk Naya dan Raka langsung menatapnya penuh rasa cemburu.


"Sayang, jangan berani menyebut nama Reza di hadapanku! Aku males mendengarnya dan aku tidak suka!" Tandas Raka, membuat Naya menatap Raka dengan kesal.


"Terserah kamu sajalah mas, dasar suami cemburuan." Naya berlalu pergi dari hadapan Raka, kini dia menuju ke ranjang tempat tidur untuk istirahat.


Raka mengekor di belakang Naya, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Naya.


******


Dikamar Reza dan Amel, terlihat dua sejoli itu sama-sama gugup satu sama lain. Bahkan mereka dari tadi hanya diam saja, tanpa ada yang berbicara satu sama lain, aish mereka sudah seperti patung saja.


"Amel, kamu sudah mengantuk belum?" tanya Reza untuk memecahkan keheningan yang ada saat ini.


Dalam hati Amel, sungguh jantungku berasa mau copot saja. Tenanglah, jangan tunjukkan rasa gugup kamu Amel!


"Kamu tidur di ranjang ya, aku tidur di sofa saja. Kamu istirahatlah," kata Reza yang terlihat gugup, karena ternyata debaran jantungnya juga sangat kencang.


Dalam hati Reza, Reza tahanlah ***** kamu sebagai laki-laki! Jangan sampai menodai Amel, biar bagaimanapun dia adalah seorang gadis yang masih suci.

__ADS_1


"Tapi kak, malam ini begitu dingin, diluar juga sepertinya akan turun hujan. Apa tidak apa-apa jika kakak tidur di sofa?" tanya Amel, dia terlihat kawatir pada Reza.


"Tidak apa-apa, kan ada selimut dan bantal guling yang akan menemaniku tidur di sofa," jawab Reza sambil tersenyum kecil.


Batin Reza sebagai seorang laki-laki sebenarnya bergejolak, tapi Reza tidak mau berbuat macam-macam pada Amel.


"Baiklah, ayo kita tidur sudah malam!" Ajak Amel dengan ragu-ragu.


Tiba-tiba suara gemuruh petir terdengar menggema di telinga keduanya, Amel juga refleks langsung memeluk Reza yang ada di dekatnya karena rasanya takut dengan suara gemuruh petir yang terus berbunyi.


"Aku takut Reza...." Kata Amel sambil terus memeluk Reza dengan erat.


Reza hanya bisa menenangkan Amel dalam pelukannya.


"Jangan tidur di sofa, aku takut!" Lirih Amel dengan suara hampir menangis.


"Lalu aku tidur dimana?" tanya Reza, terlihat wajahnya Reza begitu polos dan sangat menggemaskan.


"Kamu tidur......"

__ADS_1


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2