Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Minta baju daster


__ADS_3

Sesampainya di pusat perbelanjaan yang terbesar di kotanya itu, mereka sama-sama turun dari dalam mobilnya mereka.


Raka mengandeng tangan Naya, Reza juga mengandeng tangan Amel dengan mesra, kali ini Evan hanya bisa diam menjadi obat nyamuk di antara mereka.


"Aku mau gandengan juga, tapi mau gandengan sama siapa? Masa iya gandengan sama SPG?" Evan mengoceh sendirian, kali ini Evan terlihat kasian karena tidak ada gandengan.


"Tidak apa-apa kak sama SPG, nanti aku foto lalu aku kirim ke Tania, pasti akan seru." Kata Raka, sambil tertawa senang.


"Iya kak, itu SPG cantik-cantik, katakan kakak mau gandengan sama yang mana?" timpal Reza dengan begitu jail.


Evan hanya garuk-garuk kepala dia merasa kesal pada Reza dan Raka, dasar mereka berdua suka sekali meledek bujang lapuk satu ini.


"Kalian ini, sudahlah ayo kita fokus mencari kado saja!" jawab Evan dengan tatapan kesal.


"Sudah jangan menganggu Kak Evan!" Kata Naya, dia merasa tidak tega pada sang kakak.


"Mas, aku pingin beli sesuatu," kata Naya agar perhatian suaminya teralih pada dirinya.


"Katakan kamu mau beli apa sayangku? Habiskan uang mas dengan baik," jawab Raka dengan begitu semangat. Jarang-jarangkan istrinya ini meminta di belikan sesuatu.


Evan yang mendengar Raka bicara, dia tersenyum licik lalu mendekati Naya. "Naya, bilang pada suamimu kamu minta di belikan mobil keluaran terbaru!" Evan berbisik di telinga Naya.


"Sayang, jangan mau diracuni oleh Kak Evan, kamu ikuti kata hati kamu saja!" Raka menarik tangan Naya, agar tidak di sebelah Evan atau istrinya akan di racunin yang tidak-tidak oleh kakak iparnya ini.


"Katakan kamu mau apa?" tanya Raka lagi.

__ADS_1


"Mas, aku cuma mau minta dibelikan baju daster yang agak gedean, karena baju daster yang dirumah sudah agak sempit," jawab Naya membuat Amel tersenyum kecil.


"Aku kira, istri dari bos kaya ini mau minta apaan? Ternyata hanya minta baju daster," batin Amel sambil tertawa dalam hatinya.


Reza dan Evan sama-sama tepok jidat, mereka tidak habis pikir seorang Naya istri dari bos besar hanya meminta di belikan baju daster saja.


"Hanya itu, apalagi yang lain?" tanya Raka tidak percaya.


"Aku hanya butuh itu mas, yang lainnya belum terlalu butuh," jawab Naya dengan raut wajah yang begitu polos.


Raka mengangguk, seperti inilah istrinya entah istrinya ini terlalu mengirit atau takut uang suaminya habis? Yang jelas Naya ini tipe orang yang kalau beli apa-apa ya barang yang di butuhkan saja jika tidak Naya tidak akan membelinya, karena Naya pikir itu akan membuang-buang uang sedangkan diluar sana masih banyak yang membutuhkan.


Sebelum membeli daster untuk Naya, mereka terlebih dahulu membeli cincin, kini Evan sudah selesai membeli cincin.


"Sekarang, cincinnya sudah dapat. Kalian mau membeli apa? Aku yang bayarin," kata Evan dengan penuh semangat.


Semua tersenyum penuh semangat, tapi mereka juga tidak akan membeli barang yang terlalu mahal kasian Evan.


"Ka, takut uangnya kurang. Kamu...." bisik Evan belum selesai.


"Siap kak, sebagai adik ipar yang baik pasti akan menolong kakak iparnya yang sedang dalam kesulitan," Raka balik berbisik.


Kini mereka semua memilih kado untuk Tania, Naya memilih tas keluaran terbaru dan tentunya harganya cukup mahal tapi itu tidak masalah untuk Raka, lagian Tania juga sahabat baiknya.


"Kamu tidak mau?" tanya Raka pada Naya.

__ADS_1


"Tidak mas, di rumah banyak sekali tas," jawab Naya apa adanya.


"Amel, jika mau kamu juga membelinya, anggap saja ini hadiah dari Naya dan aku," tawar Raka sambil tersenyum.


"Iya kak, beli saja!" Pinta Naya dengan nada lembut.


Amel tersenyum kecil, lalu dia melihat ke arah Reza dan Reza membalas senyum itu sambil mengangguk, lagian tidak ada salahnya menerima hadiah dari bos dan istrinya.


"Iya bos, saya beli ya," kata Amel dengan nada malu-malu.


Akhirnya Amel memilih salah satu tas dan dia juga tidak memilih yang harganya tidak sampai puluhan juta, karena tidak enak juga dengan Raka dan Naya.


Kini mereka sudah membeli kado untuk Tania, Reza dan Amel juga membeli baju tidur cauple untuk Tania.


Raka dan Naya juga membeli tas keluaran terbaru untuk kado Tania.


Dan yang paling special adalah Evan, karena dia membeli cincin untuk melamar Tania malam ini.


Sebelum mereka pulang juga Raka tidak lupa membeli baju daster permintaan Naya, Raka masih tidak percaya sungguh istrinya ini begitu sangat mengirit, padahal Raka selalu berharap Naya bisa menghabiskan uangnya dengan baik tapi ya itulah Naya dia begitu sederhana.


Apalagi Naya tahu seperti apa susahnya mencari uang, jadi Naya selalu berpikir untuk mengunakan uang yang diberikan oleh Raka itu dengan hal-hal yang bermanfaat.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🙏

__ADS_1


__ADS_2