Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Acara 7 bulanan Naya


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu akhirnya acara 7 bulanan Naya datang juga, Naya terlihat cantik dengan gaun hamil warna putih yang dia kenakan, bahkan biarpun Naya sedang hamil tapi pancaran kecantikan itu semakin bersinar.


Raka juga sudah tampan dengan setelan jas warna putihnya, ya warna yang senada seperti gaun yang Naya di kenakan. Sungguh mereka bak dua sejoli yang sedang menikah padahal ini hanya acara 7 bulanan saja.


Naya dan Raka terus tersenyum bertemu dengan para tamu undangan yang hadir, Reza, Amel, Tania dan Evan, mereka juga sudah hadir dari pagi-pagi sekali.


Evan dan Tania terlihat kompak, mereka juga mengenakan pakaian berwarna putih yang senada, Amel dan Reza juga memakai baju yang sama dengan mereka. Iya tema acara 7 bulanan ini memang serba putih, jadi semua tamu yang datang mengenakan pakaian berwarna putih.


"Kapan aku hamil....?" cetus Tania, seketika Evan tersenyum m*s*m menatap Tania.


"Nanti kita kerja keras lebih giat lagi ya sayang, biar cepat tumbuh benih-benih cinta kita," sahut Evan dengan suara pelan.


Reza yang berdiri tepat di samping Evan, dia senyam-senyum tipis karena mendengar percakapan Reza dan Tania.


"Kak Evan, apa belum ada tanda-tanda?" bisik Reza di telinga Evan.


Evan kembali berbisik di telinga Reza. "Belum, doakan biar cepat berhasil!"


Reza mengangguk semangat, lalu dia menatap Amel yang gini berdiri di sampingnya, Amel sedang melihat Naya dan Raka dengan tatapan begitu bahagia.


"Mel, aku akan segera menikahimu, nanti kamu akan aku buat sebagai wanita yang paling bahagia di dunia ini," batin Reza dalam hatinya.


"Lihat Naya dan Bos Raka, bahagiakan? Makanya, yakinlah untuk menikah denganku, aku janji akan membuat kamu bahagia dan terus melindungi kamu," bisik Reza kembali menyakinkan Amel.


Amel menahan senyum bahagianya tapi dia mengangguk pelan pertanda dia setuju dengan apa yang Reza bisikan di telinganya.

__ADS_1


Kini acara 7 bulanan di mulai, Naya dan Raka sama-sama melakukan prosesi demi prosesi yang ada hingga akhirnya selesai.


Naya yang merasa sangat lelah, dia duduk di salah satu kursi dekat Amel dan Tania, Raka juga terus ada di sampingnya untuk menjaga istrinya.


"Sayang, acaranya sudah selesai, kamu makan dulu ya, kamu kan belum makan apa-apa dari tadi," kata Raka dengan penuh perhatian.


"Iya mas, Naya ambil makan ya sekalian untuk mas juga," jawab Naya dengan nada lembut.


Raka menggelengkan kepalanya, Naya yang hendak beranjak dari tempat duduknya Raka juga langsung menahannya. "Tetaplah duduk sayang! Mas yang ambilkan makan untuk kamu." Raka menahan tangan Naya, lalu Naya mengangguk pelan.


Ratih yang dari tadi memperhatikan pemandangan itu, sungguh hatinya sangat bahagia, bahkan dalam hatinya selalu mendoakan Naya dan Raka agar selalu bahagia.


Raka mengambil makanan dan itu hanya satu piring saja. Setelah selesai mengambil makanan Raka kembali pada Naya yang sedang duduk dengan yang lainnya.


"Nay, selamat ya akhirnya kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu," kata Tania sambil tersenyum.


Tania mengangguk, Evan tersenyum pada Naya.


"Selamat adikku, jadilah ibu yang baik untuk anak-anak kamu nanti ya!" pinta Evan, Naya mengangguk sambil tersenyum pada Evan.


"Dia adalah kakak terbaik yang aku miliki selama ini," batin Tania dalam hatinya.


Amel dan Reza yang sedang sibuk dengan makanan yang ada di tangan mereka, mereka sama-sama menghentikan makannya.


"Nay, selamat ya mudah-mudahan kamu dan jabang bayi yang ada di kandungan kamu sehat selalu," doa Amel untuk Naya.

__ADS_1


"Iya kak, terimakasih ya...." Jawab Naya sambil tersenyum.


Raka duduk di samping Naya sambil membawa piring yang berisi nasi dan berbagai macam lauk pauk.


"Sayang, kamu makan dulu ya," kata Raka.


"Kok mas lama?" tanya Naya, karena Raka memang agak lama padahal hanya ambil nasi dan lauk.


"Tadi nemuin tamu dulu," jawab Raka.


Raka mulai menyuapi Naya, Amel dan Reza hanya bisa cengar-cengir melihat pasangan duda dan gadis muda ini pamer keromantisan di depan mereka.


"Aish, berasa jadi obat nyamuk." Celetuk Reza.


"Makanya, nikahin Amel jangan di pacarin doang," cibir Evan.


"Dengerin tuh Za, kakak ipar aku ngomong," sambung Raka dengan tatapan mengeledek.


Reza mengangguk, baiklah saat ini dia hanya jadi bahan bullyan Raka dan Evan.


"Lihat saja, sebentar lagi aku akan menyebar undangan," batin Reza dalam hatinya.


"Tunggu saja sebentar lagi, awas saja kalian tidak memberikan kado pernikahan untuk aku dan Amel," jawab Reza dengan penuh ancaman.


Dasar mereka ini kalau sudah kumpul ya seperti itu saling cibir mencibir, tapi kali ini Reza lah yang paling menderita karena dia yang belum menikah di antara Evan dan Raka.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2