Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Amel marah


__ADS_3

Sungguh Reza merasa sangat bersalah pada Amel.


"Sayangggg......"


Mendengar suara yang tidak asing itu Amel menoleh, buru-buru Amel menghapus air mata yang dari tadi sudah membasahi pipi mulusnya.


"Ada apa mas?" tanya Amel singkat, dia juga enggan menatap Reza.


"Aku......"


"Maaf mas, aku harus melanjutkan pekerjaanku, aku permisi dulu," pamit Amel belum sempat Reza melanjutkan kata-katanya, Amel langsung pergi begitu saja.


"Amel....mas mau bicara." Kata Reza, tapi Amel tidak menoleh dan memilih pergi begitu saja dari hadapan Reza.


Reza berdecak kesal, dia tahu pasti Amel sangat marah pada dirinya.


Bukannya melanjutkan pekerjaannya Amel malah duduk di kursi taman, dia duduk sambil bengong melihat langit terlihat mendung dan mungkin akan turun hujan.

__ADS_1


"Apa karena aku ini miskin, makanya Mas Reza bersikap seenaknya dia."


"Nona yang tadi memang sangat cantik, mungkin dia bukan wanita sembarangan jadi ya wajar jika Mas Reza lebih tertarik pada wanita itu."


Amel hanya bisa meratapi nasibnya sendiri, hidupnya yang selama ini terlunta-lunta dan sedikitpun tidak pernah bahagia, kadang itu membuat hati Amel hanya bisa menangis.


"Sudahlah Mel, jangan sedih! Kamu harus kuat, apapun yang terjadi itu adalah takdir." Amel hanya bisa menguatkan dirinya sendiri.


Hujan rintik-rintik mulai berjatuhan dari langit Amel merasakan tetesan air hujan itu, dalam hati Amel berharap sang mama ada dengan dirinya saat ini.


"Mama, bawa Amel bersama mama! Amel lelah hidup di dunia sedikitpun tidak ada yang sayang sama Amel, papa juga terlalu sibuk dengan urusannya, Mama tiri Amel juga malah menjadikan Amel seperti kuda yang harus setiap hari berkerja, bahkan Amel tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangis ma......" Amel menangis dalam hatinya, cobaan hidupnya bagi dirinya sangat berat sekali.


"Aku harus bagaimana?" Reza menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Sekarang Amel marah padaku, bahkan dia sungguh tidak mau bicara padaku," kata Reza raut wajahnya terlihat semakin frustasi.


Raka yang ternyata baru saja mengantarkan Naya ke depan, dia berhenti di depan ruangan kerja Reza.

__ADS_1


"Kamu itu pusing di buat sendiri, lihat sekarang wajahmu terlihat kusut seperti kain lap," cibir Raka sambil geleng-geleng kepala. Raka yang berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya, dia terlihat kesal melihat Reza, apalagi sikap Reza yang sudah keterlaluan dengan kekasihnya itu.


"Bos, bantulah aku! Kenapa, bos malah mencibirku?" rajuk Reza, yang langsung memasang wajah memelas di hadapan Raka.


Raka berjalan menghampiri Reza, lalu dia duduk di meja kerja Reza sambil melipat kedua tangannya.


"Kamu yang membuat masalah sendiri, jadi kamu selesaikan semuanya sendiri, ingat Hellen itu bukan wanita yang baik," ujar Raka membuat Reza bengong.


"Maksudnya bos?" tanya Reza, masih dengan tatapan begitu bingung.


"Nanti kamu akan tahu, aku tahu seperti apa Hellen itu," jawab Raka dengan teka-teki yang tidak bisa Reza tebak.


"Darimana bos tahu? Bukankah, bos baru saja mengenal Hellen?" tanya Reza, tidak percaya.


"Sebelum bekerja sama dengan Hellen, aku menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidiki semuanya, aku juga tahu kalau dia bersedia bekerja sama dengan perusahaan aku, ya karena wanita itu ada maksud tertentu," jawab Raka membuat Reza semakin tidak mengerti.


Reza terdiam, dia memikirkan apa yang di inginkan Hellen sebenarnya?

__ADS_1


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2