Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Setelah dua hari berada di rumah sakit akhirnya Naya pulang, sesampainya di rumah Naya agak terkejut karena melihat ada beberapa orang yang tidak Naya kenal sudah berada di ruang tengah menyambut kedatangan Naya dan Raka.


"Mas, mereka siapa?" tanya Naya, berbisik pada Raka.


"Mereka semua Art di rumah ini," jelas Raka.


"Mas, bukannya sudah ada Art yang pulang pergi, itu sudah cukup mas." kata Naya, tapi Raka hanya tersenyum tipis.


Iya selama ini di rumah Raka ada Art, tukang kebun khusus tapi mereka semua kerjanya pulang pergi karena Raka tidak suka ada banyak orang di rumahnya, tapi kali ini Raka mencoba menerima kehadiran banyak orang di rumahnya demi istrinya jadi Raka langsung mengambil Art dari yayasan ternama untuk bekerja di rumahnya.


Ratih yang dari tadi sudah berdiri, dia langsung berjalan menghampiri Naya lalu memeluk Naya dengan penuh kasih sayang.


"Anak mama, Raka hanya tidak ingin kamu kelelahan, makanya Raka menyiapkan Art baru untuk bekerja di rumah kalian dan mereka tidak pulang pergi, mereka juga ada tugasnya masing-masing...." Jelas Ratih pada Naya, tatapan mata Ratih terlihat kawatir pada Naya.


"Mama, Mas Raka, tapi apakah ini tidak berlebihan?" tanya Naya, sungguh dia tidak ingin menjadi istri yang manja.

__ADS_1


"Art pulang pergi saja sudah cukup mas," sambung Naya dengan nada lembut.


"Maaf sayang, untuk kali ini mas tidak mau menuruti kamu, untuk kali ini harus ada Art yang menginap dan itu tidak satu sayang ada lima Art yang akan mengurus semuanya, jadi yang pulang pergi ada tiga orang juga sekarang menginap agar kamu tidak kelelahan lagi, kamu juga tidak boleh lagi mengerjakan apapun lagi!" tandas Raka yang tidak mau di bantah.


"Sekarang di rumah kita ada delapan Art, ada dua tukang kebun khusus juga, jadi mas mau kerjaan kamu hanya duduk saja!" tegas Raka dan lagi-lagi tidak mau di bantah oleh Naya.


Naya hanya mengangguk, dia juga tidak mau membantah suaminya.


Satu persatu Art baru itu mengenalkan nama mereka masing-masing pada Naya, Raka dan Ratih. Art yang biasanya pulang pergi mereka bertiga tidak mengenalkan namanya karena Raka dan Naya sudah mengenal mereka.


"Siti, Sri, Susi, kalian bantu para Art baru ini melihat pekerjaan mereka ya! Saya mau ke kamar dulu melihat Nyonya," kata Raka pada ketiga Art yang dulu kerjanya pulang pergi.


"Baik Pak Raka...." jawab mereka bertiga dengan kompak.


Setelah mempercayakan semuanya pada ketiga Art lamanya, Raka langsung masuk ke dalam kamar untuk segera melihat Naya.

__ADS_1


"Nak, suamimu sudah datang, mama keluar dulu ya." Pamit Ratih dan dia keluar dari kamar Naya dan Raka.


"Mama, mau kemana?" tanya Raka yang melihat mama mertuanya keluar dari dalam kamarnya.


"Siapa tahu kalian mau kangen-kangenan, mama tidak mau menganggu," canda Ratih dan berlalu pergi keluar kamar Raka dan Naya.


Seketika Raka langsung tersenyum m*s*m, haruskah dia menggarap istrinya yang baru pulih dari sakitnya? Aish otak Raka mulai traveling kemana-mana. Tapi buru-buru Raka membuang pikiran kotornya, lalu dia duduk di sebelah Naya menemani Naya yang sedang istirahat.


*****


Di rumah Tania, dua sejoli yang baru beberapa hari menikah mereka getol sekali membuat adonan, bahkan di setiap kesempatan yang ada Evan akan langsung menyerang Tania lebih dulu Tania juga tidak menolak sama sekali saat Evan menyerangnya bahkan Tania malah sangat senang.


Bisa di bilang mereka berdua ini pasangan yang cukup umur dan tentunya sama m*s*m di setiap kali berduaan.


Bersambung

__ADS_1


terimakasih para pembaca setia


__ADS_2