
Satu minggu telah berlalu semakin hari perutnya Naya semakin membesar, tidak terasa sebentar lagi juga akan menunju acara ke tujuh bulanan.
Seperti pagi biasanya, Naya menyiapkan sarapan untuk suaminya, Naya sibuk dengan pekerjaannya di pagi hari.
"Mas, kamu sarapan dulu!" pinta Naya, dia sudah duduk di kursi meja makan.
"Sayang, hari ini adalah ulang tahun Dokter Tania." Raka mengingatkan pada Naya, karena beberapa hari lalu Tania mengabari Raka untuk hadir di acara ulang tahunnya yang akan di adakan di sebuah hotel mewah milik perusahaan Raka.
Naya menepuk jidatnya, kenapa dia bisa lupa dengan ulang tahun calon kakak iparnya ini?
Tanpa mengetuk pintu atau mengucapkan salam tiba-tiba Evan datang dengan raut wajah yang sulit di artikan oleh Naya dan Raka.
Raka dan Naya sama-sama melihat Evan yang kini sudah duduk di kursi meja makan.
"Kakak kenapa?" tanya Naya bingung.
"Tidak ada angin, tidak ada hujan, ini masih pagi, bahkan kakak tidak mengetuk pintu rumah aku terlebih dahulu," celoteh Raka yang bawelnya melebihi seorang wanita.
"Salah kamu pintu tidak kunci!" Jawab Evan dengan begitu entengnya.
Naya melihat ke arah Raka, dia tersenyum pada Raka. "Mas, aku yang tadi pagi membuka pintu rumah, aku mau membeli sayuran soalnya dan aku lupa mengunci pintu rumah lagi," jelas Naya agar Raka dan Evan tidak sampai berdebat panjang lebar seperti kereta.
"Naya, Raka, kalian jangan bicarakan tentang pintu rumah kalian itu, sekarang aku sedang pusing jadi kalian harus membantuku!" Tandas Evan, membuat Raka dan Naya saling menatap bingung.
__ADS_1
"Apa kakak mau minum obat? Naya ambilkan ya," tawar Naya dengan begitu polosnya.
Raka hanya bisa garuk-garuk kepala, sungguh kali ini dia pusing karena memikirkan kado apa yang cocok untuk Tania?
"Nay, kakak tidak perlu obat!" Jawab Evan.
"Lalu, kakak butuh apa?" tanya Raka sambil menikmati makanannya.
"Tania ulang tahun, kira-kira kado apa yang cocok untuk Tania?" tanya Evan, tatapan mata Evan begitu serius pada Naya dan Raka.
Reza dan Amel yang ternyata sudah berdiri tidak jauh dari mereka duduk, mereka juga mendengar obrolan Evan, Naya dan Raka dengan jelas.
"Kak Evan, berikan Dokter Tania itu kepastian!" Reza menarik kursi meja makan lalu dia duduk di sebelah Evan.
"Ini ada lagi tamu tidak di undang, entah pagi ini apa yang salah?" celetuk Raka sambil garuk-garuk kepala.
Masih pagi tapi para cecungguk sudah pada bertandatangan ke rumahnya, bahkan tanpa di tawari untuk sarapan mereka sudah langsung mengambil sarapan yang ada di meja, sungguh Raka hanya bisa mengelus dada dengan sabar.
"Ehh kampret, kepastian yang seperti apa yang kamu maksud?" tanya Evan, menatap kesal ke arah Reza.
"Aish, dasar bujang lapuk! Kepastian kak, kamu lamar Dokter Tania Kak Evan!" Seru Reza, dan Evan malah tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"Ehh cecungguk, kamu juga lamar Amel!" Jawab Evan, sungguh rasa kesal sekali Reza.
__ADS_1
"Aish, dasar bujang lapuk dikasih saran ini malah nyuruh aku memberikan kepastian pada Amel, Kak Evan tidak tahu saja aku sudah bertemu dengan mamanya Amel," batin Reza dalam hatinya.
"Kakak ipar ketinggalan berita, Reza sudah datang bertemu dengan mamanya Amel," cetus Raka dengan nada meledek.
Evan hanya mendengus kesal, pasti dua cecungguk Reza dan Raka akan meledek dirinya habis-habisan.
"Baik-baiklah, ayo kalian temani aku cari cincin untuk melamar Amel!" Kata Evan dengan begitu semangat.
Raka, Naya, Reza dan Amel saling menatap satu sama lain.
"Sekalian kado-kado kita di bayarin ya kak!" Celetuk mereka secara kompak, sungguh Evan hanya bisa mengangguk pasrah.
"Tunggu, Raka sebagai adik ipar yang baik bisakan kamu sedikit pengertian pada kakak ipar kamu ini?" sindir Evan secara halus.
Raka sudah tahu maksud kakak iparnya ini dan sebagai adik ipar yang baik akhirnya Raka mengangguk setuju.
"Demi kakak ipar," kata Raka membuat Naya tersenyum senang.
"Terimakasih suamiku," Naya mencium pipi Raka dengan begitu lembut.
Raka yang tadinya lesu, sekarang langsung semangat dan akhirnya mereka langsung pergi ke mall untuk mencari cincin dan kado untuk Tania.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 🤗