Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Khusus yang sudah halal


__ADS_3

"Mas...."


"Nanti kamu akan paham sayang," tandas Raka dan dia langsung mengajak Naya masuk ke dalam kamar.


Kini Naya duduk di tepi ranjang, tiba-tiba Raka mendorong tubuhnya hingga Naya berbaring di atas kasur yang empuk, Raka juga sudah berada di atasnya.


"Mas....." Naya menatap Raka.


"Sayang, mas ingin mengingatnya kembali, ingat menolak suami dosa loh sayang," kata Raka, dalam hatinya. "Naya, kamu tidak akan bisa menolak mas," batin Raka dalam hatinya.


"Jadi kita harus menuruti apa kata suami? Biarpun, kita tidak sedang ingin melakukanya mas?" tanya Naya, lagi-lagi raut wajah polos Naya membuat Raka gemas.


"Istri kecilku, kenapa kamu belum paham-paham juga sih? Sungguh, polosnya kamu itu kebangetan makanya mas demen banget manfaatin kesempatan yang bagus seperti ini," batin Raka dalam hatinya.


"Iya, kamu tidak boleh menolaknya sayang! Apa kamu mau bersoda pada suami kamu?" tanya Raka, kali ini hatinya sangat berbunga-bunga.


Naya menggelengkan kepalanya. "Makanya kamu harus menurut sayang!" tutur Raka dan Naya kembali mengangguk.


Tanpa menunggu lama, Raka langsung melanjutkan aksinya, Naya juga yang tadinya tidak ingin melakukannya akhirnya kalah dan dia mematuhi apa kata suaminya.

__ADS_1


Lagi-lagi di pergelutan yang panas ini, Raka menang banyak dan mereka juga melakukan lebih dari satu kali.


Setelah keduanya sama-sama lelah, mereka langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi berdua, kini mereka seperti pengantin baru, bahkan mereka mandi di satu bathtub yang di penuhi dengan busa sabun.


Raka memposisikan dirinya duduk terlentang dan Naya duduk di di pangkuan Raka, rasanya begitu nikmat mandi berdua bersama istri tercinta. "Untuk adegan en*k-en*k seperti ini harap di lakukan untuk pasangan yang sudah halal ya, buat Reza dan Kak Evan, kalian ngiler saja dulu," Raka tertawa dalam hatinya.


Malam yang semakin larut setelah selesai mandi berdua, Raka dan Naya langsung naik ke atas ranjang tempat tidur bahkan mereka tidur tanpa sehelai benang apapun, mereka hanya di tutupin dengan selimut tebal dan saling berpelukan di dalam selimut itu, malam ini terasa begitu penuh kehangatan.


*****


Malam yang semakin larut, tapi Evan masih terjaga sambil melihat laptopnya yang kini penuh dengan foto dirinya dan Tania.


Evan melihat beberapa foto yang menurutnya penuh dengan kenangan indah.


"Evan, Bian sudah tidak ada. Sudah jangan memikirkan hal yang tidak penting, apalagi kamu sudah melamar Tania."


"Bian, pergilah dengan tenang! Biarkan aku bahagia dengan Tania!"


Hati Evan terus berbicara, Evan menaruh laptopnya di sebelahnya, lalau dia berbaring untuk segera tidur.

__ADS_1


Amel dan Reza sama-sama terdiam, mereka sedang duduk di depan teras rumah Reza.


Mereka yang sudah beberapa lama tinggal bareng ini kadang suka ingin melakukan lebih, tapi Reza kalau dirinya dan Amel belum halal.


"Amel, apakah kamu sudah siap menikah?" tanya Reza tiba-tiba, tatapan matanya tertuju pada bintang-bintang yang malam ini begitu banyak di atas langit sana.


"Aku siap, hanya saja kamu tahu kondisi keluarga aku, apakah kamu bisa menerimaku apa adanya?" Amel menatap Reza penuh rasa ragu, mengingat mamanya adalah seorang ibu tiri dan papanya Amel juga tidak perduli dengan Amel.


Reza terdiam, kini Reza menatap Amel dengan tatapan begitu dalam, terlihat sorot mata yang begitu cinta dari mata Reza.


"Aku tidak perduli itu, karena setelah kamu menikah denganku, aku pasti akan membuat kamu menjadi wanita paling bahagia," tegas Reza seketika Amel merasa sangat terharu.


"Reza, kamu adalah laki-laki terbaik tapi apakah aku akan pantas untukmu?" tanya Amel dalam hatinya.


Amel tidak bisa berkata apa-apa lagi, kali ini Amel hanya bisa membalas ketegasan Reza itu dengan sorot mata yang penuh cinta juga.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2