Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Hati Reza bergetar


__ADS_3

"Tega kamu Mas Raka." Naya menangis sambil berlari, entah dia pergi kemana? Pikirannya Naya begitu kacau memikirkan siapa wanita yang bersama suaminya tadi?


Wanita itu tersenyum penuh kemenangan, tangannya menarik tangan Raka dengan begitu kuat.


"Raka, kamu sudah bercerai dengan Elina dan kamu tahu dulu kita pernah saling suka, apa salahnya kita memulainya dari awal lagi?" Kata wanita itu, sungguh dia tidak punya hati.


Raka menatap Angel dengan tatapan garang. "Angel, kamu itu salah pahm. Aku memang sudah bercerai dengan Elina, tapi aku sudah punya istri, aku sudah menikah lagi." Tandas Raka dengan tegas.


Dengan kasar Raka kembali menepis tangan Angel, mungkin saat itu bukan rasa suka yang rasakan oleh Raka melainkan perhatian sama sahabatnya, tapi Angel salah mengartikan semuanya dan perhatian Raka selama ini di anggap sebagai rasa suka padanya.


"Tapi Raka, kamu begitu tulus perhatian padaku."


"Aku tidak ada waktu buat meladeni kamu, aku harus menjelaskan semuanya pada Naya!"


Raka langsung berlari keluar dari dalam ruangannya, tapi Naya sudah tidak terlihat entah Naya pergi kemana?


"Kamu lihat Nyonya tadi, kemana?" Tanya Raka pada satpam yang berjaga di pintu.


"Nyonya pergi ke arah kanan, bos." Jawab Satpam itu.


Raka berlari ke arah Kanan, matanya terus menelusuri jalan mencari sosok istrinya yang entah pergi kemana?


"Sayang, kamu salah paham."


"Kenapa, kamu pergi begitu saja?"


"Kenapa, tidak mendengar penjelasan mas lebih dulu?"


Raka terus mencari Naya di sekeliling kantor, tapi Raka tidak menemukan Naya. "Kamu, kemana sayang? Jangan membuatku khawatir, Nay!" lirihnya dalam hati.

__ADS_1


******


Di sebuah danau yang pernah Raka datangi dengan Naya waktu itu. Iya Naya sedang duduk di pinggir sambil terus menangis dan memikirkan siapa wanita yang merangkul leher suaminya dengan begitu mesra.


"Mas, apa kamu setega itu sama Naya? Kenapa mas? Harus ada wanita lain, bukan kah mas janji sama Naya hanya mencintai Naya." Naya berbicara sendiri sambil terus menangis.


Tiba-tiba ada seorang yang memberikan Naya sebuah sapu tangan. "Jangan menangis, nanti cantiknya hilang loh," ledeknya sambil menyodorkan sapu tangan pada Naya.


Naya merasa tidak asing dengan suara yang dia dengar itu. Naya menoleh dan ternyata benar dugaan Naya, suara itu adalah suara Reza Pertama.


"Kak Eza, kapan kamu datang?" Tanya Naya, dia menerima sapu tangan dari tangan Reza.


Reza duduk di sebelah Naya, dia tersenyum sambil melihat indahnya pemandangan danau yang ada jelas di hadapan mereka berdua.


"Aku melihatmu berlari, lalu aku mengikutimu. Kamu kenapa? Apa ada masalah sama suami kamu ?." Reza menatap Naya, tatapan itu sulit di artikan. Tapi hatinya kembali berdebar saat di sebelah Naya.


Naya menggeleng pelan."Tidak ada Kak," tepis Naya karena menurutnya masalah keluarga itu tidak boleh di ceritakan pada siapapun.


"Reza, ingat jaga hatimu!" Batin Reza dalam hatinya.


"Lalu kenapa kamu menangis?" Reza kembali bertanya, kali ini tatapan Reza begitu dalam.


"Hanya ingat dengan masa laluku, yang menyedihkan kak." Jawab Naya, dia terpaksa berbohong pada Reza.


Hari semakin sore, Raka masih terus mencari istrinya, Raka juga datang ke rumah Ratih tapi dia tidak menemukan Naya sama sekali.


Raka mengusap wajahnya dengan tangannya, saat ini dirinya merasa frustasi memikirkan dimana istri kecilnya itu?


"Sayang, kamu kemana?"

__ADS_1


Raka sudah mengirim pesan, menelpon Naya, namun ponsel Naya tidak aktif.


Kini Raka menyandarkan kepalanya di sofa, dia menunggu Naya pulang. Raka yakin pasti Naya akan pulang dengan sendirinya.


*****


Jam menunjukkan pukul 5 sore, Reza mengajak Naya untuk pulang dan dia juga mengantarkan Naya sampai di depan rumahnya.


Setelah melihat Naya masuk, Reza langsung melajukan mobilnya pulang ke rumahnya.


Naya membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci, dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya.


Naya melihat suaminya sedang duduk di sofa dengan raut wajah yang sulit di artikan oleh Naya.


"Sayang, kamu sudah pulang." Raka beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan menuju ke Naya berdiri.


Naya hanya diam, dia tidak bergeming sama sekali. Apalagi hatinya masih di selimuti dengan perasaan cemburu gara-gara wanita di kantor tadi.


Raka hendak memeluk Naya, tapi Naya menghindarinya. "Aku capek, aku mau istirahat." Naya berlalu pergi begitu saja meninggalkan Raka masuk ke dalam kamarnya.


Raka tersenyum kesal, apa istrinya ini sedang mengajak dirinya perang dingin?


"Sayang, aku bisa jelaskan!" Raka menyusul Naya masuk ke dalam kamar.


Naya masih diam, dia memilih untuk tidak meladeni suaminya.


Kini Naya mandi, setelah mandi Naya hanya berbaring memungi suaminya. Raka terlihat gusar, dia tidak tahan dengan sikap dingin Naya malam ini.


BERSAMBUNG 🤗

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2