Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Ancaman Hellen


__ADS_3

Reza berjalan mendekati Amel tapi Amel hanya menunduk kepalanya, membuat Reza semakin bingung.


"Amel, aku mau bicara...!" kata Reza dengan nada lembut.


"Aku sedang bekerja mas," tolak Amel dengan nada lembut juga, tapi Amel masih tidak mau menatap mata Reza.


"Aku tidak perduli, ikut denganku sekarang!" Reza langsung menarik tangan Amel secara paksa, karena tidak mau kalau Amel sampai menolak diajak bicara.


"Lepasin tangan aku Reza....." lirih Amel dengan suara menekan.


Reza tidak mempedulikan perkataan Amel, dia malah langsung mengangkat tubuh Amel entah mau dibawa kemana?


Rekan kerja Amel yang melihatnya hanya bisa tercengang dengan apa yang di lihatnya.


"Ternyata Amel dan Pak Reza punya hubungan khusus...."


"Pantesan saja, setiap kali aku berusaha mendekatinya Amel tidak pernah perduli, ternyata kekasih Amel bukan laki-laki yang sembarangan."


Rian ternganga tidak percaya, Rian adalah salah satu rekan kerja Amel, dia sudah lama naksir dengan Amel. Tapi apalah Amel yang sudah punya kekasih jadi Amel tidak pernah menanggapi perasaan Rian pada dirinya.


Jika Amel sampai menanggapi perasaan Rian, pasti Reza akan mengamuk dan tentunya Reza akan sangat marah, jadi Amel tidak mau kalau Reza sampai marah pada dirinya ataupun Rian.


Reza membawa Amel ke mobil miliknya, kini mereka sudah masuk ke dalam mobil, lagi-lagi Amel hanya diam dan enggan menatap Reza sedikitpun.


"Amel, katakan padaku! Kenapa, kamu tiba-tiba meminta pernikahan kita di undur? Yang benar saja Mel, undangan sudah tinggal nyebar tapi kamu tiba-tiba....." Reza tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya, di benak matanya Reza terlihat begitu sedih.


Amel terdiam, dia mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Haruskah, aku mengatakan yang sesungguhnya pada Reza?" batin Amel dalam hatinya.

__ADS_1


Reza meraih tangan Amel, lalu menggegam tangan Amel dengan erat, Amel memberanikan diri untuk menatap mata Reza dan di mata Reza terlihat sebuah cinta yang begitu dalam untuk Amel.


Kini tatapan keduanya sama-sama penuh cinta, hanya saja ada sesuatu yang Amel simpan dari Reza.


"Mel, katakan! Apa ada masalah? Apa ada yang terjadi?" Reza bertanya dengan nada lembut.


Amel lagi-lagi terdiam, jika Amel mengatakan apa yang terjadi mungkin itu lebih baik tapi Amel juga kawatir dengan ancaman Hellen beberapa hari lalu waktu mereka tidak sengaja bertemu di sebuah Supermarket.


"Mas, beberapa hari lalu aku bertemu dengan Hellen, lalu dia bilang padaku jika aku terus melanjutkan rencana pernikahan kita, maka Hellen akan membunuh kamu, mungkin Hellen bisa berbuat lebih padamu, entah apa yang akan dia perbuat. Aku juga tidak tahu mas tapi dia mengancam aku," cerita Amel pada Reza. Mata Amel terlihat begitu takut, dia kawatir akan ancaman Hellen beberapa waktu lalu.


Iya beberapa hari ini Amel terus kepikiran dengan ancaman Hellen, bahkan Amel sampai tidak bisa tidur sampai-sampai Amel ingin pernikahannya dengan Reza di undur, karena menurut Amel ini adalah jalan terbaik, tapi Amel juga masih tidak tenang, dia terus berpikir haruskah dia membatalkan pernikahannya dengan Reza, karena ancaman dari Hellen?


Flashback


Beberapa waktu lalu Amel sedang di Supermarket, dia sedang berbelanja kebutuhan bulanan untuk dirinya, ya waktu itu Amel tidak oleh Reza karena Reza juga sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Amel yang sedang sibuk belanja dia hanya fokus dengan keranjang belanjanya, Amel juga sibuk memilih apa saja yang harus dibeli? Dan tiba-tiba Hellen datang menghampiri dirinya.


"Kamu, aku punya nama..." sahut Amel, dengan tatapan malas bertemu dengan Hellen.


Tiba-tiba Hellen menggegam kuat tangan Amel, membuat Amel merintih kesakitan tapi Amel berusaha tenang karena tidak mau sampai terjadi keributan.


"Lepaskan aku...!!" pinta Amel, dengan suara lirih tapi menekan.


"Lepaskan Reza, jika kamu tidak melepaskan Reza maka jangan salahkan aku jika Reza akan mati sia-sia...." tatapan mata Hellen begitu serius, seketika Amel menatap tajam Hellen.


"Apa maksudmu?" tanya Amel dengan suara lirih.


"Aku akan membunuh Reza, jika kamu tetap menikah dengan dia!" tandas Hellen, sungguh matanya terlihat seperti iblis.

__ADS_1


Seketika Amel hanya diam, Amel tidak tahu harus berbuat apa?


"Aku peringatkan lepaskan Reza! Jika tidak maka Reza akan mati.....!!!" Hellen kembali memberikan ancaman pada Amel, lalu dia pergi begitu saja dari hadapan Amel.


Setelah Hellen pergi, Amel masih terpaku dan terus memikirkan Reza. Bahkan Amel juga meninggalkan belanjaannya begitu saja yang masih ada di keranjang, Amel berniat mengejar Hellen tapi Hellen sudah tidak terlihat.


"Aku harus bagaimana?" tanya Amel pada dirinya sendiri.


Of flashback.


Mendengar cerita Amel, Reza langsung memeluk Amel dengan erat, dia mengerti betapa takutnya Amel dengan ancaman Hellen.


"Hellen, kamu mencari masalah denganku, aku tidak akan diam saja!" batin Reza dalam hatinya.


"Mas aku takut kamu kenapa-kenapa..." Amel menangis di pelukan Reza, sungguh hatinya tidak tenang.


"Haruskah, kita membatalkan pernikahan kita?" sambung Amel, Reza melepaskan Amel dari pelukannya.


Kini Reza memegang kedua pipi Amel dengan kedua tangannya.


"Tidak sayang, kamu jangan kawatir ya! Mas akan selesaikan ini semua," jawab Reza dengan nada lembut. Reza berusaha menenangkan Amel, Reza juga tidak akan diam saja dengan ancaman Hellen.


"Tapi mas...."


"Percaya sama mas, semuanya akan baik-baik saja." Reza kembali menyakinkan Amel dan Amel mengangguk pelan, lalu langsung menghambur ke pelukan Reza.


Reza memeluk erat Amel, dia juga memikirkan cara bagaimana cara membuang Hellen jauh-jauh dari kehidupannya? Entah apa yang akan Reza lakukan pada Hellen?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2