Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Pelajaran dari Raka


__ADS_3

"Sekarang, kita selesaikan masalah kita!" Raka langsung menindih tubuh mungil Naya.


"Mas, mau ngapain?" Tanya Naya, dia terlihat agak takut.


"Mau menyelesaikan masalah kita!" Tatapan mata Raka begitu dalam.


Naya menatap Raka dengan tatapan agak kesal, apakah harus dengan cara seperti ini untuk menyelesaikan masalah rumah tangga?


"Mas...." Naya menahan tubuh Raka dengan kedua tangannya. "Apa tidak ada cara lain, untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga?" Tanya Naya, terlihat kepolosan di sudut matanya.


Raka tersenyum jail, kepolosan Naya itu bisa membuat Raka gila tapi Raka menyukainya.


"Ini adalah cara yang paling efektif sayang, setelah ini di jamin masalah kita selesai," tutur Raka tatapan matanya semakin dalam.


Karena Naya terlalu polos, jadi sangat muda buat Raka memberikan pelajaran pada Naya sesuai apa yang dirinya mau.


"Mas belajar darimana?" Tanya Naya, dia tidak percaya pada Raka.


"Sayang, mas itu sudah berpengalaman dan kamu harus banyak belajar dari mas, termasuk cara menyelesaikan masalah dalam rumah tangga," bisik Raka dengan nada menggoda.


Naya terdiam, dia memanyunkan bibirnya membuat Raka semakin gemas dan dengan cepat Raka ******* bibir tipis Naya. Naya hanya diam dia tidak melakukan perlawanan, tapi l*d*h Raka terus berusaha menyusup masuk ke dalam mulut Naya, hingga Naya perlahan-lahan membuka mulutnya memberikan akses masuk untuk l*d*h Raka yang sudah tidak sabaran itu.


Ciuman mereka semakin panas, Naya yang tadinya tidak melawan sekarang dia malah mengimbangi permainan suaminya.

__ADS_1


Nafas Naya mulai tersengal-sengal, tapi tangan Raka sudah bergrilya menanggalkan pakaian Naya satu-persatu. D*s*h*n dan er*ng*n jelas terdengar dari mulut keduanya.


Dengan lembut Raka melepaskan tautan bibirnya, kini bibirnya mulai menelusuri leher jenjang Naya dan Raka meninggalkan bekas merah di sana.


"Eemmhh....ahhh....." Naya mulai tidak karuan saat tangan Raka sudah menyusup masuk ke c*l*n* d*l*mnya dan jarinya bermain-main di sana.


Tubuh Naya menggelinjang kuat, dan Raka langsung mengarahkan senj*t*nya ke dalam rumah siput milik Naya.


Raka mulai meng*y*ngk*n pinggulnya, hingga nafas keduanya saling bersautan manja.


"Ahh.... mas, jangan buat Naya hamil dulu! Naya belum siap punya anak," tutur Naya sambil mer*nt*h ken*k**n.


Betapa kesalnya Raka mendengar perkataan Naya, tapi Raka tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh Naya. Raka terus melanjutkan permainannya dan akhirnya dia menumpahkan semua ca*r*n h*ng*tnya di dalam rahim Naya.


Setelah selesai, Raka menjatuhkan tubuhnya di samping Naya. Naya hanya diam, karena suami nya ini tidak mau mendengarkan apa yang dia katakan.


Naya hanya diam, dia juga ingin membersihkan tubuhnya tapi dia terlalu males jadi dia hanya berbaring dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih.


"Dasar Mas Raka, jelas-jelas dia bermain dengan wanita lain. Tapi masih saja nyuruh aku buat hamil," kesal Naya dalam hatinya. Naya masih berpikir wanita yang di kantor Raka adalah selingkuhan Raka.


"Naya... Naya.....kamu tidak boleh hamil dulu! Bagaimana jika kamu hamil, ternyata benar wanita itu adalah selingkuhan Mas Raka? Dan bagaimana, nasib aku dan anakku nanti?" Naya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sungguh dalam hatinya dia merasa takut.


Setelah beberapa lama, Raka selesai mandi dan hanya membersihkan tubuhnya dengan handuk yang melilit di tubuh kekarnya, lalu dia menaruh handuk itu kesembarang tempat.

__ADS_1


Raka berjalan tanpa sehelai benang, membuat Naya meliriknya kesal.


"Mas pakai baju!" Suruh Naya.


"Tidak usah sayang, kalau mau membuatmu hamil itu tidak cukup satu kali atau dua kali," bisik Raka dengan nada menggoda.


Naya memilih diam, dia tidur dengan posisi membelakangi suaminya.


"Masih marah?"


"Masih kepikiran dengan wanita itu."


"Besok, kita bertemu dengannya. Di bilang mas tidak selingkuh, mas hanya mencintai kamu!" Raka melilitkan tangannya di pinggang Naya.


Dengan lembut Raka memeluk Naya dari belakang. "Sayang, lain kali jika ada masalah jangan mengajak mas perang dingin lagi! Tapi ajaklah mas ke kamar, kita selesaikan di atas ranjang," tutur Raka. Dengan lembut Raka membenamkan wajahnya di leher jenjang Naya.


"Seperti inikah cara suami istri menyelesaikan masalahnya?" Batin Naya dalam hatinya, kini tubuhnya merasakan hangatnya pelukan dari suaminya.


"Tidurlah mas sudah malam, jika kamu bermesraan dengan wanita lain lagi. Jangan harap Naya mau menyelesaikan semuanya di atas ranjang mas!" Tandas Naya, Raka hanya diam sambil mempererat pelukannya.


"Baiklah, besok kita bicarakan lagi! Mas capek sekali sayang." Raka mencium rambut wangi Naya, lalu memejamkan matanya.


Naya juga memejamkan matanya, malam ini Naya mendapatkan pelajaran dari suaminya.

__ADS_1


BERSAMBUNG🤗


Terimakasih para pembaca setia 😘


__ADS_2