
Beberapa hari telah berlalu, malam yang begitu dingin Elina masih terjaga karena menunggu suaminya yang belum pulang dari kantor.
Elina tampak gelisah, apalagi sekarang sudah jam 10 malam tapi Rio belum pulang juga.
Elina terus menatap jam dinding, jarum jam terus berputar tapi suaminya tak kunjung pulang. Istri mana yang tidak merasa gelisah, curiga, apalagi akhir-akhir ini Rio sering sekali pulang begitu larut, bahkan kadang sampai tidak pulang.
Setiap kali Rio pulang, Elina selalu bertanya tapi Rio selalu menjawab dengan nada membentak. Membuat Elina hanya bisa menangis, apalagi mengingat dulu Raka tidak pernah membentak dirinya saat Elina masih menjadi istrinya.
"Tok....tok.... Elina.....na...." Rio mengetuk pintu sambil teriak-teriak.
Elina beranjak dari tempat duduknya, dia buru-buru pergi membukakan pintu rumahnya atau Rio akan mengamuk jika Elina kelamaan membukakan pintu rumahnya.
"Ceklek...." suara gagang pintu.
Elina melihat Rio pulang di antar oleh seorang wanita cantik dengan penampilan yang begitu sexy. "Siapa wanita ini mas?" Tanya Elina dengan penuh curiga.
"Sayang, terimakasih sudah mengantarkan aku pulang. Kamu di jalan hati-hati ya!" Kata Rio, membuat Elina tidak percaya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Elina yang tidak lain adalah istrinya, tapi Rio malah asik bercanda mesra bersama wanita yang mengantarkannya pulang.
__ADS_1
Elina begitu geram, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sayang, terimakasih buat semalam ya aku sangat puas sekali," dengan tidak tahu malu nya wanita itu mencium bibir Rio dengan mesra.
Mata Elina membulat sempurna, sungguh apa-apaan suaminya ini? Berani sekali dia melakukan hal menjijikkan di hadapannya.
"Apa aku sudah tidak berarti lagi di mata Mas Rio? Kenapa, Mas Rio yang dulu begitu sayang padaku, sekarang berubah?" Elina menangis dalam hatinya.
Wanita cantik itu berlalu pergi begitu saja dan dengan mesra Rio terus menatap wanita cantik itu.
Setelah wanita cantik itu pergi, Rio masuk ke dalam rumah. Elina mengikuti langkah kaki Rio tepat di belakangnya.
"Kamu tidak lihat tadi? Tentu saja dia adalah kekasih mas, kamu lihat kan tadi kita ciuman begitu mesra."
Rio merebahkan tubuhnya di atas sofa, Elina menangis betapa terpukulnya hatinya ini? Dia sudah rela menceraikan suami sebaik Raka hanya demi laki-laki br*ngsek seperti Rio.
"Mas, kenapa kamu tega padaku?" Tanya Elina sambil menangis, air matanya sudah membasahi pipi mulusnya.
"Kamu pikir saja sendiri, aku dapat sisa dari Raka, tapi aku juga sudah bosan denganmu, aku sudah tidak tertarik lagi denganmu," Rio menatap Elina dengan tatapan biasa saja, binar cinta yang dulu ada di matanya sudah tidak ada lagi di mata Rio.
__ADS_1
Elina menangis, sungguh Rio ini tidak punya perasaan. Padahal jelas-jelas dulu Rio yang menyuruh Elina bercerai dengan Raka, tapi sekarang Elina di campakkan begitu saja oleh Rio.
"Tapi mas, bukankah kamu sangat mencintaiku," kata Elina dengan tatapan meminta jawaban.
"Elin, cinta itu sudah tidak ada di hatiku lagi. Bagiku kamu sudah tidak menarik lagi, aku juga sudah bosan denganmu!" Jawab Rio agak membentak.
Isak tangis Elina mulai terdengar, tapi Rio tidak peduli dan dia beranjak dari tempat duduknya. "Bersyukurlah, masih untung aku tidak menceraikanmu!" Sentak Rio, sambil berlalu pergi meninggalkan Elina masuk ke dalam kamar.
Elina masih menangis, dia tidak tahu mau kemana lagi? Di saat dia butuh seseorang untuk berbicara, tapi tidak ada yang tujuh.
"Di selingkuhi itu sakit sekali, pasti Mas Raka dulu merasakan semua ini. Maafkan aku mas," Elina hanya bisa menangis dalam hatinya.
Rio langsung tidur, bahkan dia tidak perduli dengan Elina yang sedang menangis karena meratapi nasibnya. Hingga malam datang, angin malam begitu dingin Elina tertidur di sofa sedangkan Rio sudah tertidur nyenyak di dalam kamarnya.
Elina merasakan kesedihan yang begitu dalam, tapi Raka merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama istri kecilnya yang sedang mengandung anaknya.
Raka juga begitu memanjakan Naya, memberikan perhatian lebih dari Naya, apapun Raka lakukan yang penting istri kecilnya selalu bahagia saat bersama dengannya.
BERSAMBUNG 😊
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊