Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Pernikahan Reza & Amel


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu akhirnya hari pernikahan Reza dan Amel di selenggarakan.


Reza menggelar acara pernikahannya di salah satu hotel milik Raka, Raka juga tidak minta bayaran untuk hotelnya, anggap saja ini adalah bonus karena kerja Reza yang bagus juga.


Bapak Amel juga datang sebagai wali Amel sedangkan ibu tiri Amel tidak datang selain dia masih di dalam penjara, Reza juga tidak akan mengizinkan ibu tiri Amel itu datang menghadiri acara pernikahannya dengan Amel. Karena Reza juga takut bukannya acara pernikahan lancar nanti malah salah kaprah.


Amel terlihat cantik dengan gaun putih yang begitu anggun dan mahkota yang cantik yang menghiasi kepalanya, sungguh Amel terlihat seperti tuan putri, parasnya yang cantik dan anggun membuat para tamu undangan yang datang melihat Amel tanpa berkedip.


"Cantik sekali pengantin wanitanya."


"Iya Pak Reza, beruntung sekali mendapatkan istri yang begitu cantik."


"Padahal Reza terkenal tidak punya pacar tapi lihat ternyata istrinya cantik sekali."


"Reza hebat....!!"


"Benar, aku yang jomblo saja sampai ngeces lihat istri Reza."


Teman-teman sekolah Reza yang datang, mereka berbincang tentang Amel, bahkan pada kagum dengan Amel.


Kini Reza juga sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya, Reza terus mengandeng tangan Amel dengan mesra.


Kini acara sakral pernikahan di laksanakan, Raka, Evan, juga menjadi pendamping Reza dan Naya dan Tania, mereka juga menjadi pendamping Amel.


Dan akhirnya Reza dan Amel sudah sah menjadi pasangan suami-istri.


Kini acara demi acara akhirnya selesai, setelah acara pernikahannya selesai.

__ADS_1


Raka, Naya, Tania dan Evan, setelah selesai mendampingi Reza dan Amel. Mereka duduk di salah satu meja sambil menikmati makanan yang ada di hadapan mereka.


"Lihat mas, Kak Amel cantik sekali, Kak Reza juga sangat tampan," puji Naya dengan nada lembut.


Seketika Raka menatap Naya dengan tatapan jutek, Raka paling tidak suka jika Naya yang tidak lain adalah istrinya memuji ketampanan laki-laki lain di hadapannya.


"Sayang, jangan berani memuji ketampanan Reza! Atau mas akan memotong gaji Reza..." ancam Raka, membuat Naya mendengus kesal. "Dasar Mas Raka ini, kenapa jadi gajian Kak Reza yang di potong," batin Naya dalam hatinya.


Kali ini Raka memang agak sedeng, padahal Naya yang memuji Reza, eh malah Reza yang mau di potong gajiannya. Dasar Raka bos tidak punya akhlak.


"Baik-baiklah, suamiku yang paling tampan, jangan potong gajian Kak Reza ya mas, dia tidak salah apa-apa." Naya, langsung melihat Raka dengan tatapan begitu manis lalu Naya berglendotan mesra di pundak Raka.


Seketika Raka mengangguk, lalu mencium kening Naya dengan lembut.


Raka, Naya, Evan dan Tania, mereka pergi menemui Amel dan Reza untuk mengucapkan selamat dan tentunya memberikan kado untuk Reza dan Amel.


Kini Reza dan Amel tepat berada di bawah lampu yang begitu besar, Raka, Naya, Evan dan Tania bersama-sama mereka menghampiri dua sejoli yang sudah sah menjadi suami istri itu.


Tania juga mengucapkan selamat untuk pernikahan Amel, mereka juga saling meluk dengan pelukan bahagia.


"Gunakan kado dari aku dengan baik!" bisik Evan sebelum melepaskan Reza dari pelukan nya.


Reza hanya mengangguk, tapi otaknya mulai traveling tidak jelas.


"Entah apa yang di berikan oleh Kak Evan," batin Reza dalam hatinya.


Setelah Evan dan Tania selesai memberikan selamat, kini giliran Naya dan Raka.

__ADS_1


"Za, ini kado untuk kamu, doanya yang terbaik untuk kalian berdua, ingat harus rukun dalam berumah tangga!" kata Raka, dia juga memeluk Reza sebagai sahabatnya sekaligus anak buahnya.


"Terimakasih bos, nanti akan saya buka kado dari dari bos," jawab Reza sambil tersenyum.


"Rasanya tidak sabar ingin membuka kado dari bos Raka, ini di taruh di kotak kado kecil apa jangan-jangan isinya k*nd*m," batin Reza dalam hatinya.


Terserah Reza sajalah mau berpikir apa kado dari Raka? Wajar pengantin baru pasti pikiran nya seperti itu tidak jauh dari k*n**m dan obat kuat, apalagi Reza tahu kalau bosnya ini juga orang yang jail.


Setelah memberikan kotak kecil, kini Raka memberikan amplop putih pada Reza, dalam otak Reza itu berpikir isinya cek, pasti hati Reza sudah sangat berbunga-bunga.


Naya juga mengucapkan selamat untuk Amel, mereka berpelukan dengan erat.


"Lihat lampu di atas mereka goyang-goyang, sepertinya lampunya akan putus." Kata salah satu tamu undangan.


"Iya lampu itu akan jatuh!" sambung tamu undangan lainnya.


"Reza, lihat lampu di atas kalian akan jatuh, kalian menyingkirlah!!!" teriak seseorang dengan suara keras.


Raka reflek melihat ke atas, lalu dia langsung menarik Naya dengan kuat.


"Sayang, awas......!!!!!


Raka terjatuh, Naya juga terjatuh tepat di atas Raka. "Ahhh cchh mas sakit," rintih Naya pelan.


Lampu itu sudah hampir jatuh, Reza juga langsung menarik tangan Amel dengan kuat.


"Amell....awassssss.....!!!!"

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2