Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Ehem-ehem apa mas?


__ADS_3

"Apa mas sering membawa wanita lain ke kamar hotel mas?" Tanya Naya, sorot matanya terlihat cemburu.


Raka menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sungguh menikah dengan gadis kecil yang masih terlalu polos itu harus banyak-banyak bersabar jika tidak maka semuanya akan hancur.


"Sayang, itu semua buat kamu." Tutur Raka dengan nada lembut, dalam hatinya dia harus bersabar menghadapi tingkah istri kecilnya ini.


Naya masih kesal, pikirannya masih di kelilingi dengan pikiran yang tidak-tidak.


"Buat aku, tapi semalam mas tidak menyuruh aku memakainya?" Tanya Naya, raut wajahnya terlihat semakin kesal.


Raka menghela nafasnya dalam-dalam, rasanya tidak sabar sekali dan tidak tahu lagi bagaimana dia menjelaskannya pada Naya?


"Ikutlah dengan mas!"


"Tok...tok...tok, pesanan makanan pak."


Raka pergi membuka pintu kamar hotelnya dan meninggalkan Naya yang masih sibuk dengan pikirannya.


"Apa Mas Raka sering tidur dengan banyak wanita? Atau dia sering gonta-ganti wanita atau jangan-jangan mantan istrinya masih sering datang?" Pikiran Naya mulai kacau.


Setelah menerima pesanan makannya, Raka kembali menghampiri Naya.


"Sini, ikut mas!" Raka meraih tangan Naya, lalu dia mengajak Naya melihat lemari.


Raka membuka salah satu pintu lemari itu yang isinya semuanya adalah baju tidur sexy pilihannya.


"Lihat mas, semuanya baju tidur sexy, lihat bahkan baju ini terlihat begitu menerawang! Aku yakin, mas pasti suka gonta-ganti wanita kan." Naya merajuk manja, hatinya sangat kesal dan marah.


"Sayang, kenapa mas tidak menunjukkan semua ini pada kamu. Kamu sendiri yang bilang belum siap buat melakukan ehem-ehem, jika kamu pakai salah satu di antara mereka. Maka mas akan terangsang, entah apa akan terjadi? Pasti mas akan memaksa kamu untuk melakukannya," jelas Raka berharap Naya mengerti.


Sebagai suami Raka menghargai apa keinginan istrinya, jika istrinya belum siap ya Raka juga tidak mau memaksanya. Kecuali Raka sudah tidak tahan lagi, apa boleh buat daripada ehem-ehem sama wanita lain?

__ADS_1


Naya terlihat bingung, otaknya sedang berputar-putar mencerna perkataan sang suami.


"Mas, ehem-ehem apaan?" Tanya Naya dengan begitu polosnya, sungguh Raka sangat kesal tapi dia juga tersenyum manis.


"Sepolos inikah istri baruku," Raka tertawa dalam hatinya.


"Sayang, ehem-ehem itu hubungan suami-istri." Jelas Raka, membuat Naya terkekeh malu-malu.


"Naya main kamu kurang jauh," batin Naya dalam hatinya.


Naya mengangguk pelan, Raka kembali menatap mata Naya.


"Lihat, ini semua masih baru!" Raka mengambil salah satu baju tidur dan menunjukkan pada Naya lebel harga yang masih ada.


"Ini juga masih baru."


"Ini juga masih baru."


Raka membuka pintu lemari yang lainnya dan di dalam lemari itu isinya dress-dress cantik.


"Dress-dress cantik ini semuanya buat kamu, mas membeli baru semua. Ini ukuran kamu semua, jika ukuran mantan istri mas tidak sekecil ini." Jelas Raka, berharap rasa curiga yang ada di otak istrinya itu hilang.


Raka mengambil salah satu dress dan ternyata benar, semuanya masih baru dan ada lebel harganya semuanya.


"Bagaimana, sudah percaya?" Tanya Raka, matanya menatap tajam mata Naya.


"Iya mas, maaf Naya sudah berpikir macam-macam." Kata Naya, terlihat penuh salah di raut wajahnya.


Raka menarik Naya masuk ke dalam pelukannya, dia memeluk Naya begitu hangat.


"Nay, mungkin mas laki-laki yang berstatus duda tapi mas tidak sebr*ngsek yang kamu pikirkan. Mas adalah duda terhormat, pantang buat mas tidur dengan wanita lain yang bukan istri mas," tutur Raka di sela-sela pelukannya.

__ADS_1


Naya yang tadinya kesal, seketika rasa kesal itu hilang. Saat ini dia hanya ingin memeluk laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu lebih lama.


"Pelukanmu begitu hangat mas," batin Naya dalam hatinya.


"Mas, jika Naya masih belum siap. Mas akan marah?" Tanya Naya, melepaskan pelukannya dari tubuh Raka.


"Tidak sayang, nanti suatu saat kamu akan siap dengan sendirinya dan mas akan terus menunggu waktu itu." Jawab Raka, dengan meguyel-uyel pipi Naya.


Naya akhirnya tertawa kecil, Raka juga ikut tertawa kecil.


"Nay, nanti kamu kalau sudah tahu rasanya pasti kamu yang bakal sering ngajak mas main kuda-kudaan," batin Raka dalam hatinya.


"Sudah jangan berpikir macam-macam lagi, sekarang ayo kita sarapan!" Ajak Raka dan mereka sarapan berdua di kamar.


Akhirnya mereka sarapan pagi berdua, masalah baju juga Raka sudah menjelaskan ya biarpun agak ribet, tapi Raka harus mengerti istrinya ini masih terlalu polos jadi Raka yang harus lebih sabar menghadapi sikap dan sifat Naya.


Mereka menikmati sarapan pagi mereka dengan begitu nikmat, Naya juga sangat bahagia menikmati makanannya.


"Dulu aku tidak pernah sarapan pagi seenak ini, hanya makanan sisa yang diberikan oleh mama." Naya menangis dalam hatinya.


"Sayang, bagaimana kalau kita pergi bulan madu?" Tanya Raka tiba-tiba, Naya sampai tersendak karena kaget.


"Apa mas? Bulan madu," Naya mengulangi kata-kata suaminya.


"Iya bulan madu, kita kan pengantin baru." Raka tersenyum pada Naya, kini pikirannya Naya kembali traveling kemana-mana.


"Kita berangkat nanti sore!" Kata Raka dan Naya menganggukan kepalanya.


Entah, akan seperti apa bulan madu mereka nanti?


BERSAMBUNG 🤗

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2