
Malam menunjukkan pukul 9 malam, Tania dan Evan baru saja selesai makan malam berdua di restoran mewah yang ada di hotel yang mereka singgahi untuk bulan madu mereka.
Setelah selesai makan malam berdua Tania dan Evan hanya duduk di sofa sambil melihat ponsel mereka masing-masing.
Evan menaruh ponselnya di atas meja, lalu mengambil ponsel milik Tania dan menaruh ponsel Tania di atas meja juga.
Tania melihat ke arah Evan. "Mas, itu ada pesan dari teman-teman aku, mereka mengucapkan selamat untuk pernikahan kita," kata Tania dan Evan malah mendengus kesal.
"Sudahlah sayang, itu bisa kamu balas nanti, mending sekarang kita lakukan yang semalam tertunda karena kamu malah tidur!" jawab Evan dengan senyum m*s*m yang menghiasi bibir sexynya.
Degg.... jantung Tania langsung berdetak dengan kencang, iya dia tahu malam pertama yang harusnya mereka lakukan tadi malam tapi belum sempat mereka lakukan karena Tania tertidur.
"Mas...."
"Apa? Mas tidak menerima penolakan dari kamu sayang..."
Seketika Tania hanya bisa diam dan tidak bisa bicara apa-apa, biarpun Tania terhitung sudah cukup umur tapi yang namanya pengantin baru ya sama saja Tania merasakan deg-deggan pada saat ini.
"Aku mandi dulu ya mas....." kata Tania, berusaha menghilangkan rasa gugup yang ada pada dirinya saat ini.
"Kamu sudah mandi...." Evan mendekatkan wajahnya ke wajah Tania, membuat Tania merasa semakin deg-deggan.
"Mas....."
__ADS_1
Evan langsung menutup mulut Tania dengan jari telunjuknya agar Tania tidak banyak protes dan membantah lagi.
"Sayang, sudahlah jangan banyak alasan...!"
Tania mengangguk, akhirnya dia berusaha tenang dan siapa di jadikan gorengan malam ini oleh Evan.
Evan mulai mencium leher jenjang Tania dengan lembut, bibirnya terus bergerilya menulusuri setiap inchi tubuh Tania, hingga saat ini bibir Evan terhenti di bibir mungil milik Tania.
Dengan lembut Evan mencium bibir Tania hingga ciuman itu semakin panas, Tania juga akhirnya menerima ciuman dari Evan dengan hangat.
Setelah puas dengan ciumannya, Evan langsung mengangkat tubuh Tania dan membawanya ke atas ranjang tempat tidur.
Di atas tempat tidur Evan kembali melakukan aksinya, Tania juga sangat menikmati permainan suaminya itu.
"Siap sayang, apakah kamu mau punya anak cepat?" Evan balik bertanya, kali ini Evan sudah membuka d*l*m*n Tania dan membuangnya ke lantai.
Evan melihat wajah cantik Tania yang malam ini terlihat begitu cantik sekali.
"Iya mas..." jawab Tania dengan nada lembut tapi terlihat malu-malu, pipinya saja langsung berubah menjadi merah.
Evan langsung tersenyum sumpringah tanpa menunggu lama Evan langsung melanjutkan aksinya, helai demi helai pakaian Tania juga mulai Evan tanggalkan hingga kini hanya terlihat tubuh mulus Tania yang begitu sexy.
Evan juga melepaskan bajunya dan kini dia langsung mengarahkan t*ngkat saktinya ke rumah siput Tania, pelan-pelan Evan mulai men*s*k-n*s*k rumah siput Tania, Tania mulai mend*s*h manja, membuat Evan semakin semangat untuk bergoyang malam ini.
__ADS_1
T*s*k-t*s*kan demi tusukan Tania rasakan hingga akhirnya ada sesuatu yang benar-benar masuk dengan sempurna ke dalam rumah siputnya itu.
Akhirnya kesucian Tania sudah di renggut oleh Evan yang tidak lain adalah laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya. Bercak merah di selimut putih malam ini menjadi saksi akan perpaduan cinta mereka berdua.
Setelah lelah dengan pertempurannya malam ini Evan dan Tania akhirnya sama-sama tidur pulas.
Malam menunjukkan pukul 2 pagi, Naya masih terjaga sambil terus memegangi perut buncitnya.
"Ahhccchh....." rintih Naya, terdengar lirih tapi Naya terlihat sedang menahan rasa sakit.
"Mas....."
"Mas Raka, sakittt....."
Naya terus merintih, Raka perlahan-lahan membuka matanya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Raka dan dia langsung duduk dengan tatapan mata yang begitu panik.
"Mas.....sakittt....."
Hanya itu yang keluar dari dalam mulut Naya, entah kenapa dengan kandungan Naya?
Bersambung
__ADS_1
terimakasih para pembaca setia