
Kini beberapa hari telah berlalu, Naya sudah pulang dari rumah sakit, Raka juga kembali sibuk dengan pekerjaan kantornya, Reza juga sudah pulang dari bulan madunya kini Reza juga kembali sibuk dengan pekerjaannya di kantor bersama Raka.
Sedangkan Amel sudah tidak berkerja lagi karena Reza hanya menyuruhnya duduk manis saja di rumah, Amel beruntung sekali dia menikah dengan lelaki yang tepat dan akhirnya dia menjadi ratu untuk Reza.
Pagi ini Reza sudah berada di ruangan kerja Raka, Raka juga dari tadi sibuk dengan laptop yang ada di meja kerjanya.
"Bagaimana, bulan madu kamu Za?" tanya Raka di sela-sela kesibukannya.
"Semuanya lancar, hanya ada satu yang kurang bos," jawab Reza sambil fokus dengan laptop yang ada di hadapannya.
Raka menghentikan pekerjaannya, lalu dia melihat Reza yang sedang duduk di sofa.
"Apa yang kurang?" tanya Raka serius.
"Hadiah pernikahan dari bos, apa bos tidak memberikan kado pernikahan untuk aku dan Amel," tanya Reza sungguh berani dengan bosnya ini.
Raka komat-kamit tidak jelas kirain apa yang kurang? Ternyata hanya kado pernikahan dari dirinya.
"Aish kau ini, kado pernikahan kamu sudah aku siapkan tapi Hellen sialan itu membuat aku lupa untuk memberikannya kepadamu," jawab Raka. Raka membuka laci meja kerja nya lalu mengambil kotak kecil yang berisi kado untuk pernikahan Reza dan Amel.
Setelah mengambil kotak kecil itu, Raka beranjak dari tempat duduknya lalu dia berjalan menuju ke sofa.
__ADS_1
"Ini kado pernikahan untuk kamu dan Amel." Raka memberikan kotak kecil itu pada Reza.
Reza menerima kotak kecil itu dengan perasaan tidak yakin. "Bos-bos kenapa kado pernikahannya kecil sekali? Jangan-jangan ini isinya adalah k**d*m," batin Reza dalam hatinya.
"Buka.....!!" suruh Raka.
Reza mengangguk, raut wajahnya masih malas, membuka kotak kecil itu saja Reza ragu-ragu tapi akhirnya Reza membuka kotak itu, betapa terkejutnya Reza melihat isi kotak kecil yang diberikan oleh Bosnya ini.
"Kunci.....!!"
"Ini, kunci apa bos?"
Reza megambil kunci itu dari dalam kotak itu, kali ini raut wajahnya terlihat senang, senyum juga sudah terlihat dari sudut bibirnya.
Seketika Reza beranjak dari tempat duduknya, lalu menghambur ke pelukan Raka.
"Terimakasih bos.... terimakasih bos...!!" kata Reza dengan begitu bahagia.
Rasanya risih sekali di peluk-peluk oleh Reza, bahkan Raka meronta-ronta agar Reza melepaskan dirinya dari dalam pelukannya.
"Lepaskan aku....!!" Raka mendorong tubuh Reza hingga terlepas dari tubuhnya.
__ADS_1
Kali ini Reza senyam-senyum sendiri sambil memandangi kunci mobil yang ada di tangan nya saat ini.
"Pulanglah sebelum kamu gila!! Ajak Amel jalan-jalan!!" usir Raka secara halus, sungguh jijik sekali melihat Reza senyam-senyum tidak jelas.
"Aku akan pulang sekarang bos....!!" Reza langsung keluar dari ruangan Raka, rasanya tidak sabar untuk segera sampai ke rumah.
Setelah Reza pulang, Raka geleng-geleng kepala lalu kembali duduk di kursi kerjanya dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Raka mengambil ponselnya yang ada di atas meja, lalu menelpon Naya karena merindukan istri tercinta.
Naya yang sedang rebahan sambil membaca novel, dia meraih ponselnya yang ada di dekat nakas dekat tempat tidurnya, lalu mengangkat telpon dari suami terbucinnya.
"Hallo mas....!"
"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Raka dengan manja.
"Naya sedang merindukan mas..." jawab Naya dengan nada manja juga.
Mendengar kata-kata rindu, seketika Raka menutup telponnya tanpa berpamitan dengan Naya, entah apa yang akan Raka lakukan? Sampai-sampai main tutup telpon semaunya sendiri.
"Dasar Mas Raka tidak jelas...." gumam Naya, lalu menaruh ponselnya di atas nakas dekat tempat tidur kembali.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia