
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Raka pergi membeli makanan sendiri karena Naya ingin makan, tapi harus Raka yang membelinya langsung akhirnya mau tidak mau, Raka menuruti apa yang di mau istrinya ini.
Naya duduk sofa sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba ada cleaning servis masuk ke dalam ruangan Raka.
"Maaf, saya kira tidak ada orang. Saya mau di suruh mengantarkan berkas ini ke ruangan Pak Raka," cleaning servis itu menundukkan kepalanya dengan sopan sebagai permintaan maaf pada Naya.
"Tidak apa-apa, taruh saja di meja! Mas Raka nya sedang keluar sebentar," jawab Naya dengan begitu sopan.
Cleaning servis itu tersenyum, dia mengira Naya akan marah atau memaki dirinya karena sudah menganggunya.
Melihat pintu ruangan Raka sudah terbuka, Reza tersenyum jail. "Apa bos dan istrinya sudah selesai, cek ah kesana!" Gumam Reza.
Reza melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Raka, betapa terkejutnya dia melihat Amel sudah berada di ruangan Raka.
"Amel, kamu sedang apa?" tanya Reza pada Amel dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Eza...eh maksud saya Pak Reza, saya hanya di suruh mengantarkan berkas ini ke ruangan Pak Raka," jawab Amel dengan gugup.
Naya melihat keduanya dengan tatapan bingung. "Sepertinya, mereka berdua begitu dekat," batin Naya dalam hatinya.
"Mell, sinilah, kamu tidak usah gugup seperti itu! Karena kamu sudah ada disini, aku kenal kan kamu dengan Naya," kata Reza dan Naya tersenyum pada Amel.
Amel terdiam, apa ini Naya yang pernah Reza bahas? Iya Reza sering sekali menceritakan tentang Naya.
"Mell, ini Naya yang sering aku ceritakan. Dia adalah istrinya bos Raka," kata Reza agar Amel tidak sampai berpikir macam-macam.
"Kenalkan saya Amel, maaf tadi..."
"Tidak apa, saya Naya." Naya memotong kata-kata Amel, sambil tersenyum.
__ADS_1
Kini mereka berdua saling berjabat tangan dengan senang.
Sambil menunggu Raka, akhirnya mereka bertiga duduk di sofa sambil mengobrol.
"Saya harus lanjutkan pekerjaan saya, nanti takut bos Raka marah," kata Amel dengan suara pelan.
Naya tersenyum, Reza melihat ke arah Amel.
"Tidak usah kawatir, kalau ada Naya semuanya baik-baik saja. Bos Raka juga pasti tidak akan marah-marah," Reza meyakinkan Amel membuat Naya tertawa kecil.
Akhirnya mereka melanjutkan obrolan mereka dengan begitu akrab.
Raka yang sudah berdiri di ambang pintu, kini dia melihat pemandangan yang ada di depan dia saat ini.
"Hey, kalian tidak boleh pacaran di ruanganku!" Kata Raka tiba-tiba, matanya tertuju pada Amel dan Reza.
"Dasar Bos Raka ini, siapa juga yang pacaran orang belum jadian," batin Reza dalam hatinya.
"Kita tidak pacaran bos," jawab Reza.
Raka duduk di sebelah Naya, lalu menaruh makanan yang dia bawah di atas meja.
"Aku tidak tahu kalian disini, jadi aku hanya membeli makanan untukku dan istriku saja," kata Raka merasa tidak enak, biarpun Reza salah satu saingannya tapi Raka selalu bersikap baik pada Reza.
"Tidak apa-apa bos," jawab Reza dan Amel secara kompak.
"Kalian begitu kompak, tapi kalian tidak berpacaran saja," protes Raka dan di anggukin oleh Naya. "Iya kak, pacaran saja!" Sambung Naya sambil tersenyum.
Wajah Amel terlihat merah merona karena malu, sedangkan Reza menjadi agak canggung pada Amel.
__ADS_1
"Bos, kalian nikmati makan siang kalian saja. Amel, ayo kita keluar dari sini, atau kita akan di desak untuk berpacaran oleh mereka," kata Reza dan mereka keluar dari ruangan Raka.
Setelah Reza dan Amel keluar, Raka dan Naya saling melempar tawa.
"Mereka serasi," kata Naya.
"Asalkan Reza tidak menganggu kamu sayang, jadi mas juga setuju jika Amel dengan Reza," sambung Raka dengan tatapan penuh cinta.
Dasar suaminya ini, jelas-jelas Naya sedang mengandung buah hati mereka.Tapi Raka ini, cemburuannya suka berlebihan.
"Dasar kamu ini mas, oh iya mas jangan lupa nanti periksa sih cebong," kata Naya mengingatkan Raka.
"Iya sayang, aku tidak lupa." Jawab Raka.
Raka menyuapi Naya makan, selama kehamilan Naya. Raka memang sangat memanjakan Naya, bahkan kadang makan saja tidak boleh sendiri karena takut Naya kecapean, padahal hanya makan tapi sudahlah Raka memang paling benar, Naya juga hanya menuruti apa kata suaminya.
Apalagi kalau sedang bersama, jangan harap Naya di bolehkan melakukan sesuatu, tugas Naya hanya duduk dan melayaninya dengan baik, hanya itu saja.
*****
Jam menunjukkan pukul 5 sore, Raka langsung mengajak Naya ke rumah sakit untuk cek kandungan.
Sesampainya di rumah sakit, Raka dan Naya langsung masuk ke ruangan Tania karena Raka sudah membuat janji dengan Tania.
Raka dan Naya sama-sama kaget, melihat siapa yang sedang berada di ruangan Tania saat ini.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1