
"Reza, kenapa....?" tanya Hellen dengan suara lirih.
"Kamu bilang kenapa?" Reza balik bertanya, kali ini tatapan matanya berubah menjadi garang.
"Hellen, sampai kapan kamu akan berbuat gila?" tanya Reza, dia menggelengkan kepala nya karena dia percaya dengan apa yang Hellen lakukan pada Amel.
Reza kira Hellen sudah berubah dan tidak akan berbuat macam-macam lagi, tapi apa yang Reza pikiran ternyata salah.
Hellen langsung mengerti apa yang di maksud dengan pertanyaan Reza, otaknya langsung meronta-ronta memikirkan Amel.
"Dasar gadis udik, apa kamu mengatakan tentang ancaman aku pada Reza. Aku kira setelah aku mengancammu kamu akan meninggalkan Reza, tapi ternyata tidak kamu malah membuatku semakin marah," batin Hellen dalam hatinya.
"Sampai kamu mau menikah denganku," jawab Hellen dengan begitu entengnya.
Reza tertawa malas, jangan harap Reza akan mencintai atau mau menikah dengan gadis sejahat Hellen.
"Kamu bermimpi dulu saja Ellen, karena aku tidak akan pernah mau menikah dengan wanita jahat seperti kamu," tandas Reza dengan penuh ketegasan.
"Maka aku akan menyingkirkan gadis udik itu dari hidupmu, ingat aku bisa melakukan apa saja!" Hellen malah memberikan ancaman pada Reza, kali ini hati Hellen bertambah benci pada Amel.
__ADS_1
Malangnya nasib Amel, padahal dia hanya gadis biasa yang di cintai oleh Reza tapi Hellen dengan penuh kejahatannya malah terus mengusik hidup Amel.
"Hellen, aku tidak akan takut dengan ancaman kamu. Jika kamu bisa berbuat seperti itu, maka aku juga bisa melindungi calon istriku dengan baik..." senyum Reza terlihat begitu yakin.
"Hellen, jika kamu bisa berbuat licik maka aku akan lebih licik darimu," batin Reza dalam hatinya.
Tatapan Hellen begitu tidak suka, apalagi saat Reza mengatakan akan melindungi calon istri nya, seketika hati Hellen meronta-ronta dan rasanya sangat tidak rela sekali.
"Lakukan saja! Aku yakin kamu tidak akan bisa melindungi gadis udik itu," kata Hellen dengan tatapan mata meremehkan Reza.
"Terserah kamu saja, datanglah ke acara pernikahanku aku tunggu!" Reza balik menatap dengan tatapan meremehkan Hellen.
Reza berjalan menuju masuk ke dalam mobilnya.
Hellen terus menggubris sendirian tidak jelas, bahkan mobil Reza sudah berlalu pergi saja Hellen terlihat begitu marah.
"Lihat saja aku memisahkan kalian selamanya," batin Hellen dalam hatinya.
Hellen masuk ke dalam rumahnya dengan langkah kaki malas.
__ADS_1
*****
Pagi hari yang cerah Raka dan Naya sedang sarapan berdua.
"Mas, hari ini kita menyiapkan untuk acara 7 bulanan anak kita kan?" tanya Naya, sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Iya sayang, mas hari inikan libur kerja." Jawab Raka, sambil melihat Naya yang sedang makan.
"Istriku, biarpun sedang hamil tapi kamu tetap terlihat cantik," gumam Raka yang di dengar oleh Naya.
Naya tersenyum simpul, lalu dia melihat Raka dengan tatapan mata begitu lembut.
"Apa mas...? Naya kan memang cantik dari lahir," cibir Naya dan Raka tertawa kecil.
"Apa sih sayang? Makanlah yang banyak, bair tambah gendut," sahut Raka dengan nada lembut.
Naya mengangguk, setelah selesai sarapan pagi bersama Naya dan Raka langsung pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli keperluan untuk acara 7 bulanan nanti.
Sedangkan pagi ini Reza dan Amel kembali membahas masalah pernikahan mereka agar tidak sampai gagal atau di undur, biarpun Hellen akan berbuat macam-macam tapi Reza siap menjadi tameng pelindung untuk Amel.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia