Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Kabar bahagia


__ADS_3

Hari mulai siang Naya sedang duduk, di temenin oleh mamanya yang tadi di telpon Raka untuk datang ke rumah sakit, sedangkan Raka sedang pergi ke kantor untuk menyelesaikan urusan kantor.


Sebenarnya Raka enggan pergi ke kantor tapi mau bagaimana lagi? Reza sedang cutti dan tentunya sedang menikmati masa-masa menjadi pengantin baru jadi tidak mungkin mau kalau di suruh menyelesaikan urusan kantor, akhirnya Raka langsung turun tangan sendiri pergi ke kantor.


Sesampainya di kantor Raka langsung di sibukkan dengan urusan kantor itu, tapi Raka tenang karena Naya di jaga oleh mamanya di rumah sakit.


*****


Di rumah sakit Tania dan Evan baru saja sampai disana, raut wajah Tania terlihat berbinar bahagia.


"Mama....." seru Tania dan langsung memeluk Ratih yang sedang duduk di sofa.


Ratih terkejut tidak biasanya Tania seperti ini tapi Ratih juga membalas pelukan Tania dengan senang hati.


"Sayang, keliatannya kamu sangat bahagia. Apa ada sesuatu?" tanya Ratih, dengan hati-hati Ratih melepaskan Tania dari pelukannya.


Tania tersenyum mata dan raut wajahnya sungguh tidak bohong kalau saat ini dirinya sedang sangat bahagia sekali.


Melihat istrinya begitu antusias dengan mamanya, Evan memilih pergi melihat Naya yang berbaring di atas tempat tidur pasien.


"Naya, bagaimana keadaanmu?" tanya Evan, dia berjalan ke tempat tidur Naya lalu duduk di kursi yang ada di dekatnya.


"Ma...maaa...Tania hamill....!!" suara Tania terdengar agak menggema, membuat Naya langsung menatap Tania dan mengabaikan pertanyaan dari Evan.


"Serius kakak.....?!!" tanya Naya kaget.

__ADS_1


"Iya nak, kamu serius?" sambung Ratih, sungguh masih tidak percaya.


"Naya, mama, serius aku hamill...." Tania begitu antusias menyakinkan Naya dan mama mertuanya.


Kini Naya dan Ratih sama-sama menatap Evan seolah-olah mereka meminta jawaban dari Evan agar lebih percaya.


"Kak Evan......apa....?"


"Naya, mama, Tania benaran hamil." Jawab Evan sambil tersenyum senang.


Seketika Ratih dan Naya sama-sama tersenyum, Ratih langsung memeluk Tania, dalam hatinya sangat bersyukur akhirnya Evan dan Tania akan segera punya anak.


"Selamat ya nak, jaga kandungan kamu baik-baik, Evan, kamu juga harus menjaga istri dan calon anak kamu dengan baik!" pinta Ratih, tatapan matanya begitu tegas pada Evan.


"Selamat Kak Evan, akhirnya akan menjadi seorang papa." Naya tersenyum, Evan juga membalas senyum Naya dengan lembut.


Sungguh kabar bahagia ini membuat Ratih sangat bahagia.


Tania beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menghampiri Naya, Naya memeluk Tania sambil mengucapkan selamat untuk Tania atas kehamilannya.


Setelah memberikan kabar bahagia pada mamanya, pada Naya, akhirnya Tania dan Evan ikut menjaga Naya sambil menunggu Raka pulang dari kantor. Mereka terlihat begitu bahagia, mereka bercerita, bercanda dan tertawa bersama.


Naya hampir saja meneteskan air matanya merasakan kebahagiaan ini, dulu mana pernah mengalami semua ini, bahkan dulu Naya jarang sekali tertawa apalagi bahagia seperti sekarang ini?


*****

__ADS_1


Reza dan Amel siang ini keluar dari hotel tempat mereka menginap, karena mereka akan pergi bulan madu entah kemana?


Kini Reza dan Amel sudah berada di mobil, mereka mau menikmati masa-masa menjadi pengantin baru.


"Mas, kita mau kemana?" tanya Amel, sambil melihat pemandangan sekitar jalan yang begitu indah.


"Mas mau membawa kamu ke tempat yang dingin sayang....." jawab Reza, masih sempat Reza bercanda dengan jail.


"Untuk apa? Kenapa, kita tidak pergi ke kutub Utara saja mas? Disana pasti dingin," saran Amel dengan santainya.


"Terlalu jauh," sahut Reza.


"Haruskah ke tempat yang dingin?" tanya Amel dengan raut wajah malas.


Reza melirik Amel genit, sungguh gemas sekali dengan wanita yang belum lama sah menjadi istrinya ini.


"Iya sayang, kan biar mas bisa menghangatkan kamu setiap saat.." goda Reza, sungguh otak m*s*m Reza sudah mulai traveling kemana-mana.


Seketika Amel tersenyum kecil baru pagi tadi di acak-acak, nanti di tempat yang dingin itu, entah berapa kali Reza akan mengacak-acak dirinya? Aish sungguh otak Amel juga sudah traveling kemana-mana, rasanya tidak sabar ingin di t*s*k-t*s*k seperti sate oleh adik kecilnya Reza.


Maklum pengantin baru jadi pinginnya mainnya acak-acakan terus, apalagi kalau sudah ketemu kasur bawaannya tidak mau bangun.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2