
Malam hari setelah pulang kerja, Raka mengantarkan Naya untuk pulang tapi malam ini Naya tidak mengajak Naya pulang ke rumah mereka, tapi Naya menitipkan Naya di rumah sang mama.
Biarpun Raka menitipkan Naya di sana, Raka akan tenang karena ada Evan di rumah. Jadi Ratih tidak akan macam-macam pada Naya.
Naya tampak kesal, kini dia menatap Raka dengan penuh tanda tanya?
"Mas, kenapa Naya di tinggal di rumah mama?" Tanya Naya, dia merajuk manja pada suaminya.
"Sayang, mas mau mengantarkan Reza mencari istri. Biar Reza tidak melirik kamu terus, jadi dia harus segera menikah." Tutur Raka, membuat Naya hanya bisa menahan rasa kesalnya.
"Mas Raka, apa kamu ini harus setakut ini? Sampai-sampai kamu mengantarkan Kak Reza mencari istri," batin Naya dalam hatinya.
Reza hanya berdiri di samping Raka sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana dia, ingin rasanya dia melihat wajah cantik Naya tapi dia tidak punya keberanian dan dia hanya bisa menundukkan kepalanya agar tidak sampai melihat Naya atau Raka akan kembali murka.
"Bos ku ini mulai tidak waras, hanya karena Naya. Haruskah dia mengantarkan aku mencari istri?" Batin Reza dalam hatinya.
"Mas....." Kata-kata Naya terhenti.
Karena Evan sudah membuka pintu rumahnya dan Raka langsung tersenyum pada Evan.
"Kakak Ipar, saya titip istri saya ya." Kata Raka dengan begitu manis.
"Dasar bucin, jangan lupa perjam satu juta ya!" Ledek Evan, dia tahu kalau Raka ini sedang bucin dengan adik kesayangannya ini.
Raka tersenyum, lalu dia menepuk bahu Evan dengan pelan. "Siap kak, yang penting jagain istri aku jangan sampai nenek sihir itu sampai menyentuh kulit mulusnya ya kak!" Tutur Raka, dan Evan menganggukkan kepalanya.
"Terserah duda bucin satu ini sajalah," batin Evan dalam hatinya.
__ADS_1
Reza sudah merasakan pegal pada kakinya, apalagi dia sudah berdiri terlalu lama dari tadi dan harus melihat kemesraan Raka dan Naya. Sungguh itu membuatnya panas dingin, bahkan hatinya meronta-ronta.
"Bos... kita jadi mencari istri untuk aku tidak?" Tanya Reza, sungguh ingin rasanya cepat-cepat pergi dari hadapan Naya.
"Jadi dong, ayo kita berangkat! Naya sayang, kamu hati-hati ya nanti mas jemput," kata Raka dan sebelum pergi Raka memberikan ciuman begitu banyak di wajah cantiknya.
Sungguh Naya merasa tidak enak pada Reza, tapi suaminya ini sungguh keterlaluan.
Raka dan Reza berlalu pergi meninggalkan Naya dan Evan. Setelah mereka pergi, Evan mengajak Naya masuk ke dalam rumahnya.
Kini Evan mengajak Naya masuk ke dalam kamarnya, kini Naya duduk di tepi ranjang dan Evan duduk di kursi kerjanya.
"Nay, apa suamimu segila itu?" Tanya Evan yang akhirnya mengeluarkan tawanya.
Naya merasa malu pada kakaknya ini, apalagi mengingat suaminya begitu bucin pada dirinya.
"Mungkin bisa lebih kak, oh iya kak mama kemana?" Jawab Naya, dia dari tadi tidak melihat sang mama.
Naya tahu pasti suaminya sudah transfer uang bulanan lagi buat sang mama. Kadang Naya merasa tidak enak pada Raka, tapi Raka selalu bilang uang itu tidak penting yang terpenting adalah kebahagiaan Naya saat bersama dia.
"Iya kak, tidak terasa ya kak Naya menikah sudah hampir setengah tahun. Kak Evan kapan menikah?" Naya tersenyum jail pada kakaknya.
"Aish, aku lupa kalau aku ini masih lajang. Aturan aku tadi ikut suamimu Nay, buat cari istri juga," jawab Evan sambil tertawa ngakak.
Kini keduanya akhirnya tertawa bersama, inilah Naya dia selalu bahagia kalau di samping Evan. Rasanya sangat bersyukur punya Evan yang selama ini sudah menjaga dirinya dengan baik.
Kini mereka asik bercanda sambil main game, sambil menunggu Raka datang menjemput Naya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Raka dan Reza sampai di suatu tempat yang tidak lain adalah bar. Iya Raka mengajak Reza ke bar untuk mencari istri.
"Bos, haruskah ke tempat seperti ini?" Tanya Reza dengan malas, sungguh bosnya ini sudah tidak waras.
Raka tersenyum penuh kemenangan, Raka saja bingung dimana dia harus mencarikan istri untuk Reza?
"Di tempat ini banyak wanita cantik, siapa tahu ketemu jodoh." Jawab Raka dia masuk dan Reza mengikuti Raka di belakangnya.
Sungguh tidak nyaman sekali, apalagi Reza Sangat jarang datang ke tempat seperti ini.
"Kita pulang saja bos, saya bisa mencari istri melalui aplikasi online. Daripada harus di tempat seperti ini," protes Reza dengan kesal.
Raka hanya tersenyum, kini mereka sudah duduk di salah kursi sambil melihat banyak wanita yang pakaiannya kurang bahan.
Reza hanya diam, entah wanita yang seperti apa yang akan Raka pilihkan untuk Reza?
"Eza, yang itu cantik sekali. Tapi sepertinya dia masih polos," kata Raka menunjukkan salah satu gadis dengan dress cantik warna hitam.
Reza mengikuti pandangan mata Raka, kini matanya membulat sempurna.
"Bukannya......itu...." Reza ragu-ragu untuk melanjutkan perkataannya, tapi tatapan matanya begitu dalam.
Raka melihat ke arah Reza, kini dia terlihat bingung dengan expressi Reza saat ini.
"Za, kamu kenapa?" Tanya Raka, sekarang dia yang mengikuti pandangan mata Reza kepada wanita itu.
"Itu bos...."
__ADS_1
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 🙏