Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Undangan pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara 7 bulanan anak pertama Raka dan Naya, kini Raka kembali di sibukkan dengan pekerjaannya sedangkan Naya lebih sering berdiam diri karena Raka lagi-lagi melarang Naya mengerjakan sesuatu dan akhirnya Naya hanya diam di kamar saja.


Naya yang merasa jenuh dari Raka berangkat kerja, akhirnya Raka keluar dari dalam kamar untuk berjalan-jalan di sekitar taman belakang rumah tentunya ditemani oleh salah satu Art yang di tugasnya untuk menjaga Naya.


Di kantor Raka, kini Raka di sibukkan dengan berkas-berkas yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya, iya berkas-berkas itu harus Raka cek dan di tanda tangani oleh Raka.


"Kemana cecungguk Reza, tumben dia belum datang ke ruanganku?"


"Biasanya dia sudah datang."


"Aish apa-apa gara-gara kelamaan dia pacaran, lalu tiap pagi dia harus bekerja solo di dalam kamar mandi? hahaha...."


Raka cengar-cengir sendirian, dia sibuk dengan pikirannya sendiri yang kini sudah traveling entah kemana?


Reza yang ternyata sudah berdiri di ambang pintu ruangan Raka, dia melihat Raka dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Pikiran m*s*m apa yang sedang Bos Raka pikiran? Sampai-sampai dia tersenyum sendirian seperti orang gila," batin Reza dalam hatinya.


Reza mengetuk pintu ruangan Raka, membuat Raka menoleh dan menatap Reza dengan tatapan sinis.


"Hay, darimana saja kamu? Kamu sudah terlambat 15 menit, biasanya kamu tidak pernah terlambat?" tanya Raka dengan tatapan mata semakin sinis.


Reza senyam-senyum lalu dia duduk di kursi tepat di depan meja Raka.

__ADS_1


"Bos, saya tadi pagi sibuk, ini bos undangan pernikahan saya dan Amel. Bos dan Nyonya Naya harus datang ya!" Reza memberikan undangan pernikahan dirinya dan Amel dengan begitu bangga.


Raka menerima undangan dari Reza, lalu membacanya dengan teliti.


Iya tadi pagi Reza di sibukkan dengan undangan pernikahannya, dia sibuk memisahkan undangan untuk teman-teman sekolahnya dan rekan-rekan kerjanya di kantor.


"Za, apa kamu akan menikah minggu depan?" tanya Raka sambil melihat Reza.


"Iya Bos, aku capek jadi bahan bullyan Bos dan Kak Evan, makanya aku mau menikah secepatnya," jawab Reza dengan yakin.


Raka tersenyum, lalu beranjak dari tempat duduknya dan Raka menghampiri Reza lalu menepuk pundak Reza dengan pelan.


"Yakin mau nikah? Ingat, jangan suka main wanita!" kata Raka, karena tidak mau kalau Reza sampai menjadi suami yang tidak baik.


Akhirnya Reza dan Amel menyebar undangan pernikahan mereka.


Setelah beberapa lama mengobrol Raka dan Reza langsung menuju ke ruang meeting karena ada meeting penting.


*****


Di rumah Naya, Amel sedang berada disana iya dia datang untuk mengantarkan undangan pernikahan dirinya dengan Reza.


Melihat kedatangan Amel, Naya tersenyum senang.

__ADS_1


"Kak Amel," sapanya dengan lembut.


"Nayaaa....." Amel menghambur ke pelukan Naya.


Terlihat raut wajah Amel terlihat begitu bahagia, membuat Naya penasaran Amel kenapa?


"Kak Amel, sepertinya kamu terlihat begitu bahagia?" tanya Naya, Amel melepaskan pelukannya dari tubuh Naya.


Kini mereka sudah duduk di ruang keluarga, Amel dan Naya duduk bersebelahan.


"Katakan ada apa Kak?" Nanya kembali bertanya, rasanya sangat penasaran sekali.


"Nay, ini undangan pernikahan aku dan Reza. Aku akan menikah minggu depan," jelas Amel dengan senyum penuh kebahagiaan.


Naya menerima undangan pernikahan dari Amel dengan begitu antusias.


"Sungguh, selamat ya kak." Naya langsung memeluk Amel dan Amel membalas pelukan dari Naya.


Akhirnya kabar bahagia ini sampai dimana-mana, Reza dan Amel sebentar lagi halal.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2