Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Ketularan gila


__ADS_3

"Apaaa menikah?" tanya Naya.


"Sungguh, apa kalian tidak sedang bercanda?" sambung Raka tidak percaya.


Reza malah cengar-cengir, kali ini Reza benar-benar terlihat tidak waras, Raka saja sampai kesal dan ingin sekali melempar sandal yang Raka pakai pada Reza.


"Berhentilah cengar-cengir seperti itu! Aku kawatir kamu akan beneran gila," cibir Raka sambil menggelidik jijik.


"Bos, apa salahnya aku gila karena seorang wanita? Bukankah bos juga gila karena istri kecil bos ini," jawab Reza berasa di dunia ini milik berdua yang lain ngontrak.


"Aish, panggil istriku dengan sebutan Nyonya! Atau aku memotong separuh gajianmu, sudah berapa kali aku bilang," celoteh Raka. Naya yang duduk di sebelah Raka hanya bisa diam saja karena tidak mau urusannya semakin panjang seperti kereta.


Reza tersenyum pada Naya, membuat Raka mendelik marah.


"Jaga matamu! Apa mau aku congkel?" tawar Raka dengan tatapan tidak rela jika Reza menatap Naya begitu lama.


Amel dan Naya saling menatap lalu mereka sama-sama menggelengkan kepala mereka. Sungguh kali ini bukan hanya Reza yang gila, tapi Raka juga mulai tertular kegilaan Reza.

__ADS_1


"Oh iya, Kak Amel, Kak Reza, tadi juga Dokter Tania dan Kak Evan datang kesini mereka juga memberikan kabar kalau mereka akan menikah," cerita Naya pada Amel.


"Sungguh? Waah akan ada dua pernikahan besar nanti," sambung Reza dengan antusias.


"Ehh tunggu, tapi duluan siapa?" tanya Amel, berharap Reza dan dirinya lebih dulu menikah.


"Kak Evan dan Dokter Tania, katanya mau menikah minggu depan kak," jawab Naya.


Seketika Amel tersenyum tipis, ternyata Tania dan Evan yang akan lebih dulu menikah.


"Kalau kalian kapan?" tanya Raka, Reza menatap Raka.


Raka malah tersenyum senang, setidaknya pernikahan mereka selisih agak jauh dan Raka juga tentunya bisa menyiapkan kado terindah untuk kedua calon pengantin ini, entah apa kado yang akan di berikan oleh Raka pada mereka?


Kini mereka melanjutkan obrolan mereka, Raka yang berniat menghabiskan waktu berdua dengan istrinya saja saat libur, kini pupuslah sudah, karena akhirnya Naya malah asik menonton film drama bersama Amel di kamar sedangkan Reza juga malah mengajak Raka main PS.


Di sebuah butik mewah Evan dan Tania sedang fitting baju pengantin untuk mereka pakai acara resepsi pernikahan mereka nanti.

__ADS_1


Kali ini Evan hanya duduk sambil melihat Tania dari tadi bergonta-ganti gaun pengantin mencoba yang cocok.


"Mas, bagaimana kalau ini cocok tidak?" tanya Tania, mungkin ini sudah gaun pengantin kelima yang dia coba.


Evan yang dari tadi duduk juga sudah mulai lelah, sungguh calo istrinya ini rempong sekali padahal menurut Evan apapun yang Tania pakai itu cantik tapi yang namanya wanita pasti banyak pilih.


"Cocok sayang, sudah yang ini saja, mas juga suka." Jawab Evan, karena sudah terlalu lelah menemani calon istrinya fitting.


Akhirnya Tania setuju, Evan juga merasa lega, Evan yang dari tadi sudah selesai fitting dia sudah sangat gelisah rasanya ingin buru-buru pulang.


Kini Evan dan Tania sudah melakukan fitting dan tentunya pernikahan mereka juga tinggal menghitung hari. Rasanya dua sejoli ini sudah tidak sabar ingin segera halal.


Setelah selesai fitting baju akhirnya dua sejoli ini langsung pulang ke rumah.


Mereka terlihat begitu bahagia, bahkan Tania tidak henti-hentinya tersenyum bahagia. Evan juga sangat bahagia karena akhirnya bujang lapuk ini akan melepaskan status lajangnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


terimakasih para pembaca setia


__ADS_2