Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Rasa kesal Erin


__ADS_3

Setelah Amel dan Reza pergi dari rumahnya, Erin senyam-senyum sambil memandangi cek yang di berikan oleh Reza.


Rasanya Erin tidak sabar pergi ke bank untuk mencairkan cek itu.


Erin langsung bergegas pergi ke bank, rasanya jiwa shoppingnya sudah sangat meronta-ronta.


"Terimakasih gadis j*l*ng, aku tidak perduli kamu pergi dariku yang penting aku punya duit banyak."


"Kamu adalah ladang uang terbaikku."


Erin menyalakan mesin mobilnya lalu dia bergegas pergi menuju ke bank, sambil fokus menyetir tadinya Erin berniat menghubungi Hans tapi Erin urungkan, karena ini adalah uang yang dia hasilkan sendiri.


Reza kali ini tidak langsung pulang, dia mampir ke rumah Raka dan Naya karena Raka menitip untuk di belikan soto di tempat langganannya.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah Raka, Amel hanya diam sambil menatap Reza dengan kesal. "Mas Reza, kenapa kamu bisa-bisanya memberikan uang sebanyak itu pada ibu tiriku?" batin Amel dalam hatinya.


Reza paham dari tadi tatapan mata Amel memang begitu berbeda dan tentunya tidak selembut biasanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Reza, sambil melirik ke Amel lalu kembali fokus menyetir lagi.


"Mas, kenapa kamu turutin permintaan konyol mama, kamu kan bisa menolak, uangnya juga bisa kamu sumbangkan pada anak yatim, ini malah dikasih mamaku yang kejam seperti nenek sihir," oceh Amel panjang lebar. Raut wajah Amel terlihat begitu lucu saat sedang cemberut.


Rasanya Reza sangat gemas dan ingin mencium bibir mungil Amel, tapi sayangnya sedang fokus menyetir jadi Reza hanya bisa tersenyum bahagia dalam hatinya.


"Amel, aku tidak sebodoh yang kamu kira sayang," batin Reza dalam hatinya.


"Itung-itung bagi-bagi sama calon mertua sayang, tidak usah kawatir uang segitu bukan apa-apa buat mas, di ATM mas masih banyak dan kamu bisa memakai sepuas kamu," tutur Reza dengan nada lembut.


Kali ini mood Amel malah semakin jelek, sungguh suasana hati Amel juga tidak jelas, bahkan dia kepikiran dengan cek 5 miliar yang Reza berikan pada mama tirinya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya Reza dan Amel sampai di rumah Raka.


Reza turun dari mobil lebih dulu, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Amel. Mereka sama-sama melangkahkan kakinya ke depan pintu rumah Raka dan Naya.

__ADS_1


"Tok...tok....."


Mendengar suara ketukan pintu yang mengusik telinganya Raka mendengus kesal, sedang asik bermesraan dengan Naya sambil menonton televisi tapi ada gangguan datang.


"Pasti sih Reza sudah datang, kenapa dia begitu cepat," batin Raka dalam hatinya.


"Siapa mas?" tanya Naya pada Raka.


"Eza sayang, tadi mas nitip soto." Jawab Raka dan dia beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya untuk Reza.


"Ceklek...."


Raka membuka pintu sambil menatap Reza dengan tatapan agak kesal.


"Cepat sekali?" tanya Raka.


"Hanya membeli soto, memangnya butuh waktu berapa lama bos?" Reza balik bertanya.


"Baiklah, ayo masuk! Kalian makan bersama sekalian, aku tahu seorang bujang seperti kamu pasti belum makan dari tadi," Raka begitu jail bahkan tatapan matanya terlihat meledek.


Raka hanya tertawa kecil, Amel tersenyum malu-malu.


Raka masuk lebih dulu sedangkan Amel dan Reza mengikuti langkah kaki Raka di belakang Raka.


"Kak Amel...." Naya langsung tersenyum melihat kedatangan Amel.


"Naya....." Amel langsung menghambur ke pelukan Naya dengan antusias.


Sedang Reza dan Raka langsung menuju meja makan untuk menyiapkan soto yang Reza beli tadi.


"Bos, apa tidak Art?" tanya Reza, biasannya ada Art yang menyiapkan semuanya.


"Sedang cutti pulang kampung." Jawab Raka singkat.

__ADS_1


Akhirnya Raka dan Reza sibuk menyiapkan makanan untuk mereka semua, tapi tidak apa-apalah belajar menjadi suami yang baik dan calon suami yang baik.


"Apa terjadi sesuatu kak?" tanya Naya yang melihat wajah cantik Amel tidak sebahagia biasanya.


"Sedikit Nay," jawab Amel singkat.


"Ceritakan pada Naya kak!" Pinta Naya, karena tidak ingin kalau Amel merasa sedih sendirian.


"Amel, Naya, makan dulu!" Raka memanggil kedua wanita itu.


Naya dan Amel sama-sama saling menatap satu sama lain, baru saja Amel mau bercerita tapi suara Raka sudah terdengar di telinga mereka.


Akhirnya mereka menikmati makan bersama dengan begitu hangat. Amel sangat terharu dalam hatinya, karena ini adalah pertama kali Amel seperti merasakan punya satu keluarga.


"Za, nanti urus pekerjaan ya! Besok pagi ada meeting," kata Raka dan di anggukin oleh Reza.


"Hari libur saja masih di suruh kerja, dasar Bos Raka," batin Reza dalam hatinya.


"Kak Amel, nanti kita menonton film drama berdua ya sekalian cerita-cerita!" Kata Naya dengan begitu antusias.


"Iya Nay, kamu makan yang banyak biar Dede bayinya cepat launching!" Kata Amel, membuat Reza dan Raka sama-sama geleng-geleng kepala.


*****


Di sebuah bank Erin terlihat kesal, tatapan wajahnya begitu murka.


"Dasar anak kurang ajar, berani sekali dia membodohiku."


"Bahkan dia berani memberikan cek palsu padaku, maksudnya apa?"


"Tidak akan aku izinkan kamu menikah dengan Amel, lihat saja nanti!"


Erin menatap cek itu, betapa malunya Erin kali ini bahkan dia sampai berdebat dengan salah pegawai bank karena tidak percaya kalau cek yang Reza berikan itu palsu.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🙏


__ADS_2