
Malam semakin larut, Naya ternyata sudah tertidur nyenyak. Raka tersenyum, lalu dia mengelus-elus pipi Naya dengan lembut.
"Terimakasih telah hadir dalam hidup mas ya sayang, mudah-mudahan selamanya kita bisa bersama untuk selamanya," kata Raka sambil mencium kening Naya dengan lembut.
Raka membaringkan tubuhnya di samping Naya, dia tidur sambil memeluk Naya.
*****
Pagi yang begitu cerah, matahari sudah menyusup masuk ke jendela kamar Raka dan Naya, Raka sudah bangun lebih dulu bahkan dia juga sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya.
Naya samar-samar membuka matanya, lalu tersenyum melihat suaminya yang sudah terlihat sangat tampan.
"Pagi suamiku, mas peluk aku dong! Aku pingin cium wangi tubuh mas," sapa Naya sambil merengek manja.
Sungguh Raka tersenyum senang, dia berjalan menghampiri Naya yang masih di atas tempat tidur.
"Selamat pagi juga sayangku," balas Raka dan dia langsung memeluk Naya dengan erat.
"Mas kamu kok wangi sekali," kata Naya matanya menatap mata Raka dengan tatapan yang begitu polos biasanya.
Biasanya Naya tidak suka dengan bau tubuh Raka, tapi setelah masa ngidamnya hilang Naya malah begitu manja padanya, tapi ini tidak membuat Raka risih atau keberatan karena sikap manja istrinya adalah hal yang Raka suka.
__ADS_1
"Kamu mau sarapan apa? Mas buatkan ya," tawar Raka, tapi Naya hanya menggelengkan kepalanya. "Nay, belum lapar mas." Jawab Naya dan Raka mengangguk.
"Baiklah, sekarang kamu istirahat saja! Mas mau berangkat ke kantor, ingat jangan terlalu kecapean ya!" Tutur Raka, Naya mengangguk sambil menyalami tangan Raka lalu mencium tangan Raka dengan penuh cinta.
Raka berangkat ke kantor, sedangkan Naya malah kembali membantingkan tubuhnya karena masih sangat mengantuk.
******
Sesampainya di kantor, Raka agak terkejut melihat Elina sudah berdiri di depan kantor Raka, sungguh tidak ada angin tidak ada hujan, tidak janjian juga sebelumnya, tapi entah untuk apa Elina tiba-tiba datang ke kantor Raka?
Raka berjalan santai, bahkan dia tersenyum pada para pegawainya yang menyapanya saat jalan.
"Lihat, itu mantan istrinya bos Raka, untuk apa dia kesini?"
"Iya, kalau istri yang sekarang cantik dan sangat baik, bahkan dia tidak sombong."
"Nyesel paling sudah lepasin Pak Raka."
Padahal mereka berjalan melalui Elina, tapi mereka berbicara tanpa memikirkan perasaan Elina sedikitpun, apalagi Elina terkenal sangat sombong saat masih menjadi istrinya Raka.
Elina berusaha mengabaikan para pegawainya Raka, yang bergunjing tentang dia. Karena tujuan utama Elina datang ke kantor Raka adalah bertemu dengan Raka.
__ADS_1
"Mas Raka....." panggil Elina, Raka menghentikan langkah kakinya.
"Iya kenapa? Ada apa kamu datang ke kantorku?" Sahut Raka, tanpa basa-basi Raka langsung bertanya pada Elina.
Elina berusaha tenang, dia tahu pasti Raka tidak akan bersikap baik padanya, buktinya cara bicaranya Raka saja begitu jutek, bahkan Raka bicara tanpa melihat Elina.
"Bisa kita bicara di dalam ruangan kamu mas? Jika diluar seperti ini tidak enak mas banyak yang melihat," jawab Elina dengan begitu hati-hati.
Raka mengangguk, lalu dia mengajak Elina masuk ke dalam ruangannya, Raka berjalan lebih dulu sedangkan Elina jalan di belakang Raka.
Di perjalanan menuju ke ruangan Raka, mereka sama sekali tidak ada pembicaraan di antara mereka.
Sesampainya di ruangan Raka, mereka sama-sama masuk ke dalam ruangan Raka. Raka duduk di sofa, Elina juga duduk di sofa agak jauh dari Raka.
"Katakan ada apa?" Tanya Raka, kali ini dia tidak mau basa-basi lagi.
"Mas, aku aku butuh pekerjaan, apa aku boleh kerja di kantor kamu?" Jawab Elina, terlihat Mata Elina itu menyimpan banyak kesedihan.
Raka terkejut, ada apa dengan mantan istrinya ini? Kenapa tiba-tiba meminta pekerjaan pada Raka?
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊