
"Kamu akrab sekali dengan Reza aku lihat," Raka terus menatap Naya, membuat jantung Naya berdebar kencang.
"Mas, kita masuk dulu. Nanti aku jelaskan," Akhirnya Raka mengajak Naya masuk ke dalam ruangannya.
Kini mereka sudah masuk ke dalam ruangan kerja Raka, Naya duduk di sofa lalu Raka duduk di sebelahnya.
Tatapan Raka begitu dingin pada Naya, sungguh hatinya tidak rela kalau Naya dekat-dekat dengan laki-laki lain.
"Katakan!" Tanya Raka, terlihat cemburu di benak matanya. Tapi Raka berusaha menyembunyikan rasa cemburunya itu.
"Mas, Kak Reza adalah kakak kelasku dulu waktu sekolah." Jawab Naya, dia jujur pada suaminya.
"Apakah pernah ada hubungan lebih?" Tanya Raka penuh selidik, hatinya sudah mengebu-gebu.
Naya terdiam sejenak, haruskah dia jujur dengan suaminya? Tapi kalau Naya berbohong itu juga tidak baik.
"Tidak mas, hanya saja kita pernah saling suka tapi tidak sampai pacaran," jelas Naya dengan jujur.
"Oh seperti itu." Jawab Raka agak kesal.
Naya diam-diam tersenyum, dia tahu pasti suaminya ini cemburu.
"Iya hanya seperti itu mas." Jawab Naya lagi, kali ini terukir sedikit senyum di sudut bibirnya yang tipis.
Raka terdiam, dia memejamkan matanya sambil melipat kedua tangannya ke dada. Rasanya yang tadi sangat merindukan istri kecilnya, kini malah menjadi kesal mendengar cerita Naya.
Naya hanya terdiam, dengan lembut Naya menatap Raka yang memejamkan matanya. Tangannya memegang lengan tangan Raka, tapi Raka hanya diam dan tidak bergeming sama sekali.
"Apa, mas marah?" Tanya Naya dengan nada lembut.
"Tidak." Jawab Raka cuek.
"Aish, haruskah aku bersaing dengan bawaankku sendiri?" Tanya Raka pada hatinya.
__ADS_1
"Lalu, kenapa mas tiba-tiba cuek?" Tanya Naya lagi.
"Tidak apa-apa," jawab Raka cuek lagi.
"Mas cemburu?" Tebak Naya antusias.
"Tidak juga," jawab Raka yang lagi-lagi cuek.
Naya terdiam, kini dalam hatinya komat-kamit tidak jelas. Dia berpikir suaminya ini kenapa? Mendadak cuek tiba-tiba, padahal semalam tidak seperti ini, pagi tadi juga tidak seperti ini.
"Mas, sudah makan?" Tanya Naya lagi.
"Tidak lapar," jawab Raka cuek lagi.
Betapa geramnya Naya, tiba-tiba suaminya menjadi cuek tidak jelas seperti ini.
"Salah apa yang sudah aku perbuat? Aku kan sudah jujur," batin Naya dalam hatinya.
"Tapi, Naya lapar mas." Rengek Naya dengan manja. Berharap suaminya tidak cuek lagi.
"Hemm mas," jawab Naya menganggukan kepalanya.
"Mas pesankan makanan," Raka menelpon satu satu cleaning servis untuk membelikan makanan untuk istrinya.
"Tunggulah!" Raka beranjak dari tempat duduknya. "Mas, mau kemana?" Tanya Naya tangannya menarik tangan Raka.
Raka menoleh memandang wajah cantik istrinya yang begitu menggemaskan.
"Mau lanjutin kerja, kamu tunggulah sebentar lagi makannya datang!" Raka melepaskan tangannya dari tangan Naya.
Naya terlihat sedih, kenapa Raka tiba-tiba menjadi dingin seperti ini? Padahal pagi tadi semuanya baik-baik saja.
Raka melanjutkan pekerjaannya, Naya hanya duduk dan tidak diam saja. Sekali-kali Naya Melihat suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
"Mas Raka, ini kenapa?" Tanya Naya pada hatinya.
"Tok...tok..." suara ketukan pintu.
"Masuklah!" Sahut Raka dari dalam ruangannya.
Seorang cleaning servis masuk ke ruangan Raka, dia membawa makanan pesanan Raka.
"Bos, ini makannya." Kata cleaning servis.
"Taruh saja di meja, oh iya ini uangnya." Raka memberikan dua lembar uang 100 ribu pada cleaning servis itu. "Ini kebanyakan bos," kata cleaning servis itu.
"Tidak apa-apa, sisanya buat kamu saja. Terimakasih ya," Raka tersenyum pada cleaning servis itu.
Setelah selesai melaksanakan tugas dari Raka, cleaning servis itu keluar dari ruangan Raka.
Raka hanya diam dan dia fokus dengan laptopnya, sedangkan Naya hanya di cuekin dari tadi.
"Mas, kamu makan dulu!" Kata Naya dengan nada lembut.
"Kamu makan saja, mas tidak lapar!" Jawab Raka, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Naya.
"Mas, aku suapin ya." Naya mencoba merayu.
"Tidak perlu, mas punya tangan buat makan sendiri!" Jawab Raka yang lagi-lagi begitu dingin.
Naya menghela nafasnya dalam-dalam, sekalinya ke kantor Raka, ini Raka malah menjadi seperti es batu yang baru keluar dari kulkas.
"Tok...tok...tok..." suara ketukan pintu.
"Masuklah!" Sahut Raka dari dalam ruangannya.
"Ceklek....."
__ADS_1
BERSAMBUNG 🤣
Terimakasih para pembaca setia 🤗