Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Datang ke rumah Hellen


__ADS_3

Raka dan Naya memadu kasih di siang hari, Naya yang awalnya meminta malam hari nanti tapi ujung-ujungnya Naya malah minta lebih dari sekali permainan.


Setelah selesai melakukan aktivitas mereka yang begitu melelahkan Naya langsung tidur tanpa membersihkan tubuhnya lebih dulu. Mungkin karena siang ini Naya terlalu lelah dan tentunya sangat bersemangat saat ehem-ehem dengan suaminya, bahkan lebih semangat dari biasanya.


Melihat Naya tertidur begitu pulas, Raka mengusap pucuk rambut Naya, lalu mencium kening Naya dengan lembut.


"Istriku, bahkan kamu minta lebih dari satu kali, biasanya mas yang melakukan itu," kata Raka. Ada rasa bahagia tersendiri di dalam hatinya.


Raka beranjak dari tempat tidurnya, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dirinya.


"Segar sekali...."


"Siang bolong seperti ini, ternyata enak juga untuk bercinta."


"Naya, sering-seringlah merindukanku, aku janji aku pasti akan langsung pulang saat kamu bilang rindu padaku."


Aish Raka terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, sungguh Raka ini memang sering kali menang banyak.


Setelah selesai mandi Raka langsung merebahkan tubuhnya di samping Naya tanpa memakai baju lebih dahulu, yang penting bisa memeluk istri kecilnya yang tercinta.


******


Malam yang begitu sunyi Reza terdiam di kamarnya sedangkan Amel sudah tidur lebih dahulu.


"Aku harus bertemu Hellen jika tidak maka dia akan terus menganggu Amel."

__ADS_1


"Sekarang juga aku harus bertemu dengan Hellen!!"


Reza beranjak dari tempat tidurnya, lalu dia langsung mengambil jaket warna hitam yang di atas kasur.


Dengan langkah kaki begitu yakin Reza langsung pergi menemui Hellen, kali ini Reza tidak menelpon Hellen lebih dulu karena malam ini Reza akan langsung datang ke datang ke rumah Hellen.


Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia pergi juga tidak berpamitan dengan Amel karena tidak mau Amel kawatir pada dirinya.


Sesampainya di depan rumah Hellen, Reza menghentikan mobilnya, lalu dia melihat setiap sudut keadaan rumah Hellen. "Sepi sekali, apa Hellen sudah tidur?" kata Reza.


"Untung saja aku pernah mengikuti Hellen sampai rumahnya, jadi aku tahu alamat rumah Hellen yang ada di kota ini," gumam Reza.


Reza merogok saku celananya, lalu dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Hellen.


Hellen yang sudah rebahan di kasur tempat tidurnya yang empuk, dia melihat ponselnya betapa bahagianya melihat ternyata Reza yang menelpon dirinya.


Buru-buru Hellen mengangkat telepon dari Reza dengan senang hati.


"Hallo Reza sayang...." suara Amel terdengar genit, membuat Reza menggelidik jijik.


"Aish, dasar wanita jahat." Batin Reza dalam hatinya.


"Elen, aku ada di depan rumah sekarang, temuilah aku!!" kata Reza, dia enggan basa-basi dengan Hellen.


"Sungguh!! aku akan segera datang menemui kamu sayangku...." jawab Hellen, langsung dia mematikan saluran teleponnya.

__ADS_1


Reza menghela nafas panjang, haruskah dia menemui nenek sihir ini? Tapi demi pernikahan dirinya dengan Amel lancar, Reza pasti akan melakukan apa saja.


Hellen terus senyam-senyum, kali ini dia berpikir kalau Reza dan Amel sudah putus.


"Akhirnya Reza datang padaku, apa aku bilang pasti kamu lebih memilih aku daripada gadis udik itu." Hellen mempercepat langkah kakinya, sungguh rasanya tidak sabar bertemu dengan Reza.


"Amel, lihat tanpa aku menelpon Reza, dia sudah datang sendiri padaku." Hellen berbicara sendiri, sungguh saat ini hatinya begitu senang.


"Mana Hellen?" tanya Reza, dia sudah turun dari dalam mobilnya, dia berdiri tepat di depan mobilnya sambil melipat kedua tangannya ke dada. "Mel, mas pasti akan selesaikan semuanya malam ini," batin Reza dalam hatinya.


Sesampainya di depan rumahnya, Hellen senyam-senyum melihat Reza yang sudah berdiri gagah menunggu dirinya.


"Reza...." panggil Hellen dengan suara genit.


Reza menoleh tapi kali ini tatapan mata Reza sulit di artikan, entah apa yang akan di lakukan Reza pada Hellen malam ini?


"Reza, aku senang sekali kamu datang," kata Hellen dan langsung memeluk Reza tapi belum sempat melakukan itu, Reza langsung menolak pelukan dari Hellen.


Hellen menatap Reza dengan tatapan penuh tanda tanya? Tapi Reza membalasnya dengan tatapan sengit.


"Reza, kenapa....?" tanya Hellen dengan suara lirih.


"Kamu bilang kenapa?" Reza balik bertanya, kali ini tatapan matanya berubah menjadi garang.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2