Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Bos Raka bucin


__ADS_3

"Mau memberikan pelajaran pada kamu, biar kamu tidak senyam-senyum pada laki-laki lain lagi!" Jawab Raka, kini Raka semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Naya.


"Mas, ini di kantor....." lirih Naya.


Raka tiba-tiba melepaskan jaket hitam yang Naya pakai, kini Naya hanya memakai kemeja warna putih lalu Raka menariknya tangannya dengan lembut.


"Mas kamu mau apa?" Naya melihat Raka dengan tatapan penuh tanya?


"Mas, mau memberikan hukuman padamu." Raka memepetkan Naya ke tembok, kini Naya sudah terkunci dengan tubuh kekar Raka.



Visual Raka dan Naya.


"Mas, jangan macam-macam! Bagaimana jika ada pegawai mas yang masuk?" Naya menatap Raka dengan tatapan ragu.


"Memangnya kenapa? Kita sudah sah menjadi suami-istri, apa ada yang salah?" Tatapan Raka semakin dalam, kini satu tangannya sudah mengangkat dagu Naya dengan lembut.


Naya hanya diam tapi dia mulai memejamkan matanya. Perlahan-lahan Naya merasakan ada sesuatu yang menempel di bibir Naya dan itu adalah bibir Raka yang sudah menempel.


Perlahan-lahan Naya membuka matanya, lalu membuka sedikit mulutnya dan terjadilah ciuman panas di antara mereka berdua.


Nafas Naya mulai tersengal-sengal, akhirnya Raka melepaskan bibirnya dari bibir Naya.


"Masih berani, tersenyum pada laki-laki lain?" Tanya Raka, tatapan matanya begitu garang seperti singa yang akan memakan mangsanya.


Naya mendengus kesal, sungguh suaminya ini keterlaluan hanya sekedar senyuman saja dia cemburu berat seperti saat ini.


"Mas, aku kan tersenyum pada Kak Reza dan dia adalah kakak kelas aku," jelas Naya hanya menundukkan kepalanya.


Raka kembali mengangkat dagu Naya, lalu menatap Naya dengan tatapan begitu dalam.

__ADS_1


"Sayang, biar bagaimanapun kalian pernah saling suka dan mas tidak mau kalau kamu terlalu dekat dengan Reza!" Kata Raka tidak mau bantah.


"Aku tidak dekat-dekat dengan Kak Reza, aku hanya mengobrol saja mas," bantah Naya.


"Mas tidak menerima bantahan dari kamu, atau mas akan melakukan lebih jika kamu membatah apa yang mas bilang?" Raka terus menatap Naya seperti tatapan singa yang ingin memakan mangsanya.


Naya mendengus kesal, percuma suaminya ini tidak akan pernah mau mengalah. Padahal jelas Raka dan Naya itu lebih dewasaan Raka, usia mereka juga terpaut jauh tapi kalau masalah bucin-bucinan Raka jauh lebih bucin untuk saat ini.


"Baiklah mas, aku akan menuruti apa kata mas." kata Naya, dia akhirnya mengalah.


Kini mereka kembali duduk di sofa, Raka juga sudah mengambil laptopnya dan dia mengerjakan pekerjaannya sambil duduk di dekat Naya.


Naya hanya diam saja, dia membiarkan suaminya fokus dengan pekerjaannya.


"Sayang," panggil Raka pelan.


"Iya mas, kenapa?" Tanya Naya dengan nada lembut.


"Lama tidak mas?" Tanya Naya, kini matanya melihat wajah tampan Raka yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Raka menghentikan kegiatannya, kini matanya melihat ke arah Naya dan akhirnya mereka saling tatap-tatapan.


Naya tersenyum manis, tiba-tiba tangan Raka menarik tekuk leher Naya membuat Naya kaget dengan tatapan mata terkejut.


"Mas.....ini di kantor, jangan macam-macam!" Cegah Naya, dia takut jika tiba-tiba ada pegawai yang masuk.


Raka tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Naya. Dia semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Naya, bagi Raka sekarang bibir manis Naya itu sudah menjadi candu bagi dirinya.


Kini bibir mereka hampir menempel tapi tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dan itu membuat Raka langsung berdecak kesal.


"Aish siapa sih?" Gerutu Raka, rasanya sangat kesal sekali.

__ADS_1


"Masuklah!" Suruh Raka dari dalam ruangannya dan Raka buru-buru menjauhkan wajahnya dari wajah Naya.


"Dasar Mas Raka, lagian nafsuan banget," Naya tertawa dalam hatinya.


"Ceklek....." Reza membuka pintu lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Raka.


Raka menatap Reza sambil mendengus kesal dengan pelan.


"Dasar Reza, kamu itu menganggu saja sudah seperti nyamuk saja!" Batin Raka dalam hatinya.


"Maaf bos menganggu, meetingnya tidak jadi jam dua bos. Tapi sekarang, ayo kita ke ruang meeting sekarang bos!" Kata Reza pada Raka.


Raka menganggukkan kepalanya pertanda mengerti. "Sayang, aku pergi meeting dulu nanti urusan kita lanjutkan di kamar saja!" kata Raka dia berlalu pergi meninggalkan ruangannya bersama Reza.


Reza hanya diam tapi dalam hatinya sebenarnya merasa sangat kesal.


"Haruskah kata-kata di kamarnya di perjelas? Sungguh Bos Raka ini bucin sekali," gerutu Reza dalam hatinya.


"Kenapa tiba-tiba merubah jadwal meeting?" Tanya Raka agak kesal.


"Klien yang memintanya bos," jawab Reza.


Kini mereka sudah sampai di ruang meeting, betapa terkejutnya Raka melihat siapa yang ada di ruang meeting saat ini.


"Diaaa, masih punya muka dia bertemu denganku." Gumam Raka pelan.


Entah siapa yang ada di ruang meeting saat ini?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😘

__ADS_1


__ADS_2