
Jam menunjukkan pukul 10 pagi Raka dan Naya sedang sibuk membeli perlengkapan untuk acara 7 bulanan nanti.
Setelah selesai membeli semuanya, Naya langsung mengajak Raka pergi menuju ke rumah orang tuanya.
Di perjalanan menuju ke rumah Ratih yang tidak lain adalah ibunya Naya, Naya hanya diam dan Raka fokus menyetir sambil melihat jalanan yang tidak terlalu macet.
"Sayang, kamu yakin acara 7 bulanan anak kita mau di adakan di rumah mama?" tanya Raka dengan nada lembut.
Raka sebenarnya ingin mengadakan acara 7 bulanan anak pertamanya di salah satu hotel miliknya tapi Raka juga tidak mau bersikap egois jadi ada baiknya Raka bertanya pada Naya lebih dulu.
"Iya mas, apa mas keberatan?" Naya balik bertanya dengan nada lembut juga.
"Tidak sayang, yang penting kamu bahagia," ujar Raka sambil tersenyum simpul.
Naya mengangguk, Naya merasa sangat bahagia apalagi mamanya yang dulu begitu kejam sekarang sudah berubah dan sekarang mamanya sangat menyayangi Naya.
Raka kembali fokus pada jalan-jalan, hingga beberapa lama menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Raka dan Naya sampai di depan rumah Ratih.
Raka turun lebih dulu dari mobilnya, lalu dia membukakan pintu mobilnya untuk Naya.
"Hati-hati sayang...!"
Naya turun dari dalam mobil sambil memegangi perutnya.
Ratih yang sedang duduk di kursi depan rumahnya, dia langsung tersenyum senang dan buru-buru beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Naya.....sayang...." panggilnya, suara Ratih begitu lembut dan matanya menunjukkan sebuah ketulusan yang nyata.
Naya tersenyum. "Mama...." sahut Naya, sambil menyunggingkan senyum bahagia.
"Mama, lihat Mama Ratih sudah sangat menyayangiku," batin Naya dalam hatinya.
Sesampainya di hadapan Naya, Ratih langsung memeluk Naya dan Naya membalas pelukan dari ibu tirinya itu.
"Anak mama, kok mau datang tidak bilang-bilang kalau mau datang ke rumah, mama kan bisa masakin kesukaan kamu nak," kata Ratih dengan antusias.
"Tidak ma, kita kesini mau mengantarkan keperluan untuk acara 7 bulanan nanti ma," jawab Naya dengan nada lembut.
Kini mereka sudah berada di ruang keluarga, Naya dan Raka duduk, Ratih juga ikut duduk.
"Naya bantuin ya mas," tawar Naya.
"Tidak usah, kamu duduk saja! Jangan sampai kecapean, mas tidak mau kalau kamu sampai sakit lagi," celoteh Raka dan hanya bisa menurut pada suaminya ini.
Ratih tersenyum simpul, melihat perhatian menantunya pada putrinya ini rasanya sangat bahagia sekali.
"Naya, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan dan suami sebaik Raka, mama harap Raka tidak pernah menghiyati cinta kamu, mama tidak mau Raka seperti papa kamu," harapan Ratih dalam hatinya.
"Iya nak, kamu duduk saja! Mama juga tidak mau kalau kecapean, apalagi sebentar lagi kamu akan melahirkan." Sambung Ratih dan Raka tersenyum pada mama mertuanya ini.
"Mama Ratih, sungguh mama sudah berubah, Naya kamu harus selalu bahagia sayang," batin Raka dalam hatinya.
__ADS_1
Akhirnya Raka pergi mengambil barang-barang yang ada di mobil sendirian, Raka tidak mau kalau istrinya atau mama mertuanya sampai kecapean.
*****
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Reza terdiam di ruang keluarga sendirian, lalu tiba-tiba Amel datang dan duduk di sebelahnya.
"Mas, kamu kenapa diam saja?" tanya Amel tiba-tiba, membuat Reza kaget.
"Amel...." Reza menghentikan kata-katanya.
Amel menatap Reza dengan tatapan lembut, Reza juga membalas tatapan Amel.
"Mel, mari kita percepat pernikahan nikahan, aku tidak mau di undur atau pernikahan kita di batalkan, untuk masalah Hellen aku akan mengurus semuanya," ujar Reza dengan tatapan mata penuh keyakinan.
Amel terdiam, dia ragu tapi dia juga tidak mau kalau hubungannya dengan Reza berakhir begitu saja. Apalagi hanya karena orang ketiga yang tidak pernah Reza cintai dan dia hanya ingin merusak hubungan mereka saja.
"Tapi mas...."
"Mel, tidak ada kata tapi! Aku mau semuanya baik-baik saja. Aku tidak perduli dengan Hellen, percayalah padaku aku akan mengurus Hellen dan tentunya dia tidak akan berbuat macam-macam padamu." Reza kembali meyakinkan Amel.
Amel tersenyum, lalu dia mengangguk menyetujui apa mau Reza.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1