
Raka mengusap-usap punggung Naya dan dia membiarkan Naya untuk tidur sebentar saja.
Setelah beberapa lama terlelap di tubuh suaminya, perlahan-lahan Naya membuka matanya. Naya mendongak, dia melihat Raka yang sudah membuka matanya.
"Kenapa?" Tanya Raka, sambil tertawa kecil.
"Tidak apa-apa mas," jawab Naya malu-malu. Raut wajahnya terlihat merah merona. Buru-buru Naya bangun dari tubuh suaminya.
Raka hanya bisa menahan tawanya melihat ekspresi istrinya yang menurutnya begitu imut sekali.
Raka memiringkan tubuhnya, kini dia menyangga kepalanya dengan satu tangan.
"Siapa yang mengajarimu? Sungguh, kamu begitu lihai sayang." Bisik Raka dengan nada menggoda.
Lagi-lagi Naya hanya bisa tersenyum malu-malu, entahlah dedemit mana yang sudah merasuki tubuhnya, sehingga dirinya bisa begitu liar seperti tadi.
"Apa sih mas? Sudahlah, Naya mau membersihkan tubuh Naya." Jawab Naya, yang lagi-lagi malu-malu. Naya langsung turun dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Raka terlihat bahagia, melihat istrinya yang tadi berjalan tanpa sehelai benang apapun di tubuh polosnya.
"Naya, mas bahagia sekali."
"Terimakasih istriku, biarpun kamu suka terlalu polos dan lemot."
"Tapi mas, sangat mencintai kamu sayang."
Raka menunggu Naya mandi, setelah Naya selesai mandi gantian Raka yang mandi.
Sambil menunggu suaminya mandi, Naya bergegas menuju ke dapur untuk masak karena perutnya sangat lapar dan tentunya tenaga Naya juga terkuras banyak.
Naya memasak capcay kuah sama ayam goreng.
Setelah selesai memasak Naya menyiapkan semua masakan di atas meja makan. Kini dia sedang menunggu suaminya keluar dari dalam kamar untuk makan berdua.
__ADS_1
"Sayang, kamu masak apa?" Raka menarik kursi meja makan, lalu dia duduk.
"Capcay kuah sama ayam goreng, mas makan dulu ya." Jawab Naya, dia mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk suaminya.
Kini mereka menikmati makan berdua dengan penuh cinta.
"Oh iya, malam ini jam 7 mas acara kantor tapi kamu ikut ya." Kata Raka, sambil dia melihat ke arah Naya.
"Acara apa mas? Aku sebelumnya tidak pernah ke acara mewah mas," jawab Naya. Dia tidak yakin ikut ke acara kantor Raka, apalagi dia sadar pasti yang datang ke acara kantor itu pasti orang-orang kaya dan tentu saja pasti berkelas.
"Biasa sayang, acara makan-makan bersama para klien, dulu Elina juga sering mas ajak." Jelas Raka, tapi raut wajah Naya seketika merasa tidak senang.
"Haruskah sebut-sebut nama mantan istri mas?" Batin Naya dalam hatinya.
"Oh seperti itu mas, kalau mantan istri mas dulu kan, pasti dia juga orang kaya seperti mas jadi sudah biasa beda dengan Naya, yang hanya gadis biasa mas," tutur Naya. Terlihat sorot matanya begitu cemburu karena Raka menyebut-nyebut, nama mantan istrinya.
Raka melihat mata Naya, dia tahu Naya sedang menunjukkan rasa cemburunya di hadapannya.
"Kamu juga sekarang istri mas, pokoknya nanti kamu harus ikut sayang!" Tandas Raka tidak mau tahu.
Setelah selesai makan dan membereskan semua bekas-bekas makan tadi, Naya dan Raka duduk di sofa.
"Sayang, bagaimana kalau mas ajak beli gaun untuk acara nanti malam?" Tanya Raka, dan Naya mengangguk pelan.
Kini mereka langsung menuju ke sebuah butik mewah langganan Raka selama ini.
Raka memilikkan satu gaun yang begitu cantik untuk Naya. Setelah selesai membeli gaun untuk Naya, mereka langsung pulang ke rumah.
*****
Malam menunjukkan pukul 7, Naya dan Raka sudah siap untuk pergi ke acara kantor Raka.
Naya terlihat cantik dengan dandanan yang terlihat elegan dan begitu natural. Iya malam ini Naya dandan sendiri dan dia hanya memoles wajahnya dengan make-up yang tidak terlalu tebal, dia menguraikan rambut panjang dan memberikan hiasan sebuah jepitan cantik di rambutnya, membuat keimutan daun muda ini semakin bersinar.
__ADS_1

Visual Ainaya Putri.
Naya keluar dari dalam kamarnya dengan tatapan mata yang begitu tenang, terlihat kecantikan malam ini membuat Raka melihat kecantikan Naya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mas, aku sudah siap." Kata Naya dengan nada lembut.
Raka ternganga melihat Naya malam ini begitu cantik, sungguh dia takut akan banyak kliennya pasti menatap kecantikan Naya dengan tatapan mesum.
"Awas saja jika ada yang berani, menatap mesum istriku. Akan ku congkel matanya dengan kedua tanganku," batin Raka dalam hatinya.
Raka juga sudah tampan dengan setelan jas hitam pilihannya, yang menurut dirinya cocok untuk acara malam ini.

Visual Raka Kumara.
"Aku juga sudah siap, sayang. Ayo kita berangkat!" Ajak Raka, dia menghampiri Naya lalu mengandeng tangan Naya untuk masuk ke dalam mobil.
"Sayang, malam ini kamu cantik sekali. Jika tidak ada acara kantor, maka aku lebih baik membawamu masuk ke dalam kamar, dari pada kecantikan kamu harus di nikmati banyak laki-laki mata keranjang," kata Raka sorot matanya terlihat kesal, membuat Naya hanya bisa tertawa kecil.
"Dasar mesum...." Omel Naya sambil tersenyum.
Kini mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil, Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Iya malam ini dia menyetir sendiri karena hanya ingin berdua dengan istrinya tanpa ada obat nyamuk di antara mereka berdua.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Raka dan Naya sampai di tempat acara.
Mata Naya terlihat kesal, melihat ada seorang wanita yang dia kenal.
Entah siapa yang Naya lihat?
BERSAMBUNG 😊
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊