Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Keseriusan Reza


__ADS_3

Evan, Ratih dan Tania berpamitan pulang pada Raka dan Naya. Setelah mereka pulang Raka dan Naya langsung masuk ke dalam kamar untuk segera istirahat karena sudah sangat mengantuk sekali.


Raka berbaring di tempat tidur, lalu Naya membaringkan kepalanya di dada bidang milik Raka.


"Kenapa? Apa kamu pingin makan sesuatu?" tanya Raka, tumben-tumbenan istrinya bersikap manja tiba-tiba.


Jari-jari lentik Naya bermain-main di dada bidang milik Raka, membuat Raka merasa kegelian.


"Sayang, katakan kamu mau apa?" tanya Raka, dia menggelidik geli karena ulah jari-jari Naya.


"Naya mau memakan mas," goda Naya membuat Raka langsung membenarkan posisinya menjadi miring dan menyangga kepalanya dengan satu tangannya.


Kini Raka mengedipkan satu matanya dengan mes*m, sungguh istrinya ini sudah sangat pandai menggodanya.


"Sebelum kamu memakan mas, maka mas yang akan memakan kamu lebih dulu!" Raka menatap Naya dengan tatapan begitu dalam.


Kini Raka langsung menindih tubuh Naya dengan hati-hati karena takut menyentuh perut Naya yang sudah terlihat besar.


"Mas....aku hanya bercanda."


"Kamu yang mulai menggoda mas, jadi jangan salahkan mas ya!"


Raka mencium pipi Naya dengan lembut, kini dengan lembut tangan Raka mengelus-elus tubuh Naya.


"Mas, hati-hati nanti kena perut aku!"

__ADS_1


"Mas akan hati-hati sayang, kamu nikmati saja!"


Raka memulai aksinya dengan begitu ganas, bahkan percintaan malam ini terasa lebih enak dari biasanya.


Raka main dengan begitu kuat, Naya juga sangat menikmati permainan suaminya di malam yang dingin ini.


Hingga kini mereka sudah saling merasakan lemas satu sama lain, bahkan pakaian mereka juga sudah berserakan tidak jelas di lantai kamarnya.


Kini ketika dua-duanya sudah sama-sama lelah, Raka dan Naya sama-sama langsung tidur dan mereka juga tidak membersihkan tubuhnya lebih dulu karena sudah sangat lelah sekali dengan permainan mereka malam ini.


******


Pagi yang cerah telah datang Reza dan Amel sedang menikmati teh dan roti tawar dengan isian selai coklat yang di buat oleh Amel.


Tapi mereka tidur di kamar terpisah, karena Reza benar-benar menjaga kesucian Amel hingga mereka halal nanti dan saat itu juga baru Reza mengambil haknya.


"Za, aku sudah beberapa lama tinggal dirumah kamu, mungkin ada baiknya aku cari kontrakan saja." Kata Amel, dia terlihat tidak enak jika harus terus-terusan menumpang di rumah Reza.


"Amel, panggil aku Mas Reza! Untuk apa kamu mencari kontrakan, jika perlu kita menikah saja secepatnya!"


"Amel, izinkan aku bertemu dengan kedua orang tua kamu!"


Reza menatap Amel dengan tatapan penuh keseriusan. Amel menatap Reza dengan mata yang berkaca-kaca, baru kali ini Amel merasakan terharu karena seorang laki-laki yang benar-benar serius pada dirinya, dulu Amel mengira tidak akan ada yang mau dengan dirinya apalagi dirinya ini hanya wanita malam yang rela menemani pria hidung belang, hanya saja Amel tidak pernah menemani pria hidung belang itu tidur berdua, Amel hanya menemani mereka minum dan jalan-jalan saja.


"Mas, ibu aku sangat kejam. Aku takut jika kamu bertemu dengan ibu," jawab Amel sambil melihat Reza dengan tatapan tidak yakin.

__ADS_1


Reza menatap Amel lebih dalam, lalu dia memegang tangan Amel dengan erat.


"Amel, aku tidak takut, aku ini seorang laki-laki, aku ingin serius dengan kamu. Aku janji aku akan menjadi suami yang baik, aku juga akan mencukupi semua kebutuhan kamu." Reza berusaha meyakinkan Amel.


Tidak terasa air mata Amel akhirnya menetes membasahi pipi mulusnya.


"Mas, aku akan mengajak kamu bertemu dengan kedua orang tuaku mas, oh iya hari ini mas libur kerjakan?" tanya Amel dengan nada lembut.


Reza menghapus air mata Amel dengan kedua tangannya.


"Iya mas libur, kamu jangan menangis ya! Mas akan perjuangkan kamu," kata Reza yang kembali menyakinkan Amel.


Amel mengangguk, hatinya rasanya sangat bahagia ya walaupun Amel merasa takut jika mengajak Amel bertemu dengan kedua orang tuanya terutama dengan ibu tirinya yang begitu kejam. Sungguh Amel tidak tahu apa yang akan terjadi nanti?


Kini Amel dan Reza bersiap-siap untuk pergi ke rumah kedua orang tua Amel.


Setelah mereka berdua siap, Reza dan Amel langsung berangkat ke rumahnya Amel. Hati Reza terus berdebar, tapi Reza tidak boleh takut dan harus menjadi laki-laki yang kuat.


Amel juga sudah mengabari kedua orang tuanya akan membawa Reza datang ke rumah dia, tapi ya ibunya malah marah-marah pada Amel.


Entah apa yang akan terjadi, saat Reza bertemu dengan kedua orang tuanya Amel nanti?


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗

__ADS_1


__ADS_2