Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Naya malu-malu


__ADS_3

Naya menoleh dan buru-buru mematikan ponselnya dengan cepat.


"Mas Raka..." Wajah Naya terlihat merah seperti kepiting rebus, tapi Raka tersenyum kecil.


Naya buru-buru berdiri, senyumnya masih terlihat malu-malu biasanya di saat dirinya sedang menonton film dewasa suaminya pulang tiba-tiba.


"Ayo masuk, di luar sangat dingin!" Raka mengandeng tangan Naya. Terlihat hari ini begitu mendung seperti akan turun hujan.


Naya mengikuti langkah kaki suaminya, kini Raka mengajak Naya duduk di ruang makan untuk menikmati makanan yang dia beli tadi sekalian perjalanan menuju pulang.


"Mas....."


"Hush, makanlah dulu! Mas tahu pasti kamu belum makan, gara-gara asik nonton film seperti itu." Tebak Raka dengan tawa jailnya, kali ini Naya merasa lebih malu.


"Mas Raka, haruskah dia membahasnya di saat sedang makan? Tapi adegan tadi terus terngiang-ngiang di otakku." Batin Naya dalam hatinya.


Naya mengingat sebuah adegan yang sedang sedang mengh*s*p p*t*ng sungguh itu sangat membuat Naya penasaran seperti apa rasanya saat melakukan seperti itu?


"Haruskah aku menanyakan pada Mas Raka?" Naya tertawa kecil di hatinya.


Sungguh kepolosannya sedikit demi sedikit mulai ternodai, dari mata, sekarang otaknya yang sudah mulai traveling, entah apalagi yang akan ternodai setelah ini semua?


Naya diam dengan raut wajah malu seperti kepiting rebus. Sambil melanjutkan makannya Naya tidak berani sedikitpun menatap atau melihat wajah tampan Naya.


Raka terus senyam-senyum dalam hatinya, kenapa Naya harus menonton film dewasa sedangkan aku saja bisa langsung mengajari dia kalau dia mau.


Setelah selesai makan, mereka berdua sama-sama masuk ke dalam kamar. Naya membantu Raka melepaskan sepatunya, membuat Raka begitu kagum. "Sayang, biar mas sendiri saja!" Kata Raka, tapi Naya tetap membantu Raka melepaskan sepatunya.


"Sudah selesai mas, sekarang mas mandilah! Aku taruh sepatu mas dulu," Naya berlalu pergi menuju ke ruang khusus sepatu milik Raka.


Raka langsung pergi menuju ke kamar mandi, sedangkan setelah menaruh sepatu suaminya Naya hanya duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Malu sekali aku, sedang menonton film dewasa malah Mas Raka pulang," batin Naya dalam hatinya.


Naya membenarkan bahwa, kini Naya sudah berbaring di atas tempat tidur. Sedangkan Raka yang baru saja selesai mandi dia sedang berganti pakaian tidur.


Setelah selesai berganti pakaian, Raka berjalan ke ranjang tempat tidur, kini Raka berbaring di sebelah Naya dengan posisi miring sambil menyangga kepalanya dengan satu tangannya.


"Kamu sudah tidur?" Tanya Raka dengan nada lembut.


"Belum mas, kenapa?" Naya tidak berani menoleh ke wajah tampan suaminya, kini posisi tidurnya membelakangi Raka.


"Kenapa? Memikirkan film yang tadi?" Tanya Raka, membuat Naya semakin malu-malu.


"Mas, apasih. Bukan kok, Naya hanya belum mengantuk saja," elak Naya yang tidak mau mengakui sebenarnya otaknya sedang traveling gara-gara film dewasa yang di tonton oleh dirinya tadi.


Tangan Raka yang satunya menyentuh pipi Naya dengan lembut, seketika Naya merasa gemetaran.


"Mas mau apa?" Tanya Naya dengan suara pelan.


"Apa Mas Raka, mau melakukannya malam ini? Sungguh mas aku masih takut," batin Naya dalam hatinya.


Raka mengusap-usap pipi Naya, kini tangannya semakin nakal dan hendak menyusup masuk ke dalam baju tidur Naya.


"Mas....." lirih Naya.


"Kenapa? Mas hanya bermain-main, tidak akan memakanmu malam ini," bisik Raka lembut.


Naya tersenyum, lalu dia membenarkan posisinya menghadap ke Raka kini Naya bisa menyentuh dada bidang Raka dengan hangat.


"Tubuhnya begitu kekar," puji Naya dalam hatinya.


"Sayang, kenapa kamu menonton film dewasa?" Tanya Raka tatapan matanya begitu dalam.

__ADS_1


"Naya hanya ingin tahu mas, sedikit-sedikit biar Naya juga tidak takut lagi," jawab Naya lagi-lagi dengan wajah begitu polos.


Kepolosan Naya ini sungguh membuat Raka gemas, kenapa sih Naya ini begitu imut? Menurut Raka.


"Memangnya apa yang kamu takuttin sebenarnya?" Tanya Raka, tangannya mengelus pipi Naya dengan lembut.


"Aku takut sakit mas, katanya kalau pertama kali melakukannya itu sakit. Bahkan kadang sampai tidak bisa berjalan," jawab Naya jujur.


"Siapa yang mengatakan itu padamu?" Tanya Raka lagi, sungguh ingin sekali tertawa tapi dia menahannya.


"Dulu waktu aku jualan kue, aku mendengar ibu-ibu yang sedang mengobrol tentang hal begituan," jelas Naya dan akhirnya Raka tertawa tangannya menjitak Naya dengan lembut.


Dalam hatinya, Naya-Naya kenapa aku bisa menikahi gadis sepolos dirimu? Dulu Elina tidak seperti ini.


"Sayang, mereka hanya menceritakan awalnya saja. Tapi jika sudah masuk ya pasti itu akan menjadi sebuah kenikmatan yang akan terus kamu minta," tutur Raka. Dia mencoba memberikan pengertian pada istri kecilnya ini.


"Tunggu mas! Apanya yang masuk?" Naya kembali bertanya dengan begitu polosnya.


Raka hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sungguh bagaimana cara menjelaskan pada Naya agar dia mengerti?


"Anuuu .... sayang, bagaimana kalau mas ajarkan kamu sedikit? Biar, kamu tahu rasanya seperti apa?" Tanya Raka dengan tatapan mata begitu dalam.


"Mas, mau mengajarkan Naya apa?" Naya terlihat bingung, tapi Raka sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Naya.


"Mas, mau mengajarkan kamu hal yang akan membuat kamu ketagihan.....!"


"Apa itu mas?" Naya semakin deg-deggan.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 😘

__ADS_1


__ADS_2