Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Permintaan maaf Raka


__ADS_3

Pagi yang cerah telah datang, seperti pagi biasanya sebelum berangkat ke kantor Raka dan Naya sarapan berdua.


Selepas Raka berangkat ke kantor, Naya sekarang sendirian dirumah, hanya menonton televisi kalau tidak ya paling baca novel saja.


"Di rumah hanya sendirian, tapi nanti kalau kecebong kecil sudah lahir pasti aku tidak akan merasa kesepian lagi."


"Nanti aku ada teman bermain, teman bercanda dan tentunya ada teman membobol."


"Sehat-sehat ya nak di dalam perut mama!"


Naya mengelus-elus perutnya, rasanya tidak sabar menunggu anaknya lahir dan menemani Naya setiap hari.


Tiba-tiba Naya merasakan lapar, padahal tadi sudah sarapan dengan suaminya, tapi mungkin ini bawaan sang bayi juga apalagi kandungan Naya semakin hari semakin bertambah usia dan tentunya lahirannya juga semakin dekat.


Naya beranjak dari tempat duduknya, dia sibuk di dapur membuat membuat makanan.


*****


Di kantor Raka, Reza sudah berdiri di depan pintu ruangan Raka.


Raka yang baru saja sampai di kantor dan dia hendak memasuki ruangannya, dia ingat pesan Naya untuk meminta maaf pada Reza atas kejailan yang kemarin Raka lakukan.


"Reza, kebetulan kamu sudah datang." Batin Raka, sambil berjalan menuju ke tempat Reza sedang berdiri.


Reza melihat Raka, dia mengangguk sopan pada Raka dan Raka juga membalas anggukan Reza dengan senyuman kecil.

__ADS_1


"Eza, ada yang mau saya bicarakan padamu." Kata Raka sambil menatap Reza dengan tegas.


"Iya bos, saya juga kebetulan ingin bicara dengan bos," jawab Reza dengan sopan.


Raka mengajak Reza masuk ke dalam ruangannya, tidak mungkinkan kalau mereka membicarakan sesuatu di depan pintu, nanti yang ada di dengar oleh para pegawai yang lain.


Kini Raka dan Reza sudah sama-sama duduk di sofa yang ada di ruangan Raka.


"Silahkan bos bicara dulu." Kata Reza dengan nada lembut.


"Baiklah, Reza aku ingin meminta maaf atas kejailanku yang kemarin. Nanti aku akan bicara pada Amel, eh maksudnya menjelaskan pada Amel." Kata Raka, membuat Reza tersenyum simpul.


Betapa leganya Reza, akhirnya sang bos melakukan hal ini jadi Reza juga tidak harus meminta Raka menjelaskan pada Amel, karena Raka sendiri yang sudah minta maaf dan Raka akan menjelaskan langsung pada Amel.


"Terimakasih bos, saya tidak marah dengan bos. Tapi bos memang harus menjelaskan pada Amel, kasian Amel bos." Jawab Reza, membuat Raka semakin tidak enak.


Amel yang sedang sibuk dengan pekerjaannya mendengar ponselnya berdering dan ternyata itu pesan dari Reza, Amel membaca pesan itu lalu dia buru-buru pergi ke ruangan kerja Raka.


Setelah beberapa lama akhirnya Amel sampai di ruangan Raka, Amel menatap Reza dan Raka secara bergantian.


"Maaf pak...."


"Amel, duduklah dulu!" pinta Raka dengan nada lembut.


Amel merasa deg-deggan, dia takut kalau dirinya sudah membuat kesalahan makanya Amel di suruh datang ke ruangan Raka tiba-tiba.

__ADS_1


Amel duduk di sebelah Reza, dia menundukkan kepalanya karena takut melihat Raka ataupun Reza. Haduh Amel sudah seperti melihat hantu saja, padahal keduanya adalah laki-laki tampan.


"Pak, ada apa memanggil saya ke ruangan bapak? Apa, saya membuat kesalahan?" tanya Amel dengan begitu sopan.


...Raka malah tersenyum simpul pada Amel, Amel melihat ke arah Reza. Tapi Reza juga malah ikut tersenyum pada Amel. "mereka ini kenapa?" batin Amel dalam hatinya....


"Amel, kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Saya menyuruhmu kesini, saya hanya ingin meminta maaf atas kejailan yang kemarin saya lakukan pada kamu dan Reza," dengan tatapan begitu tulus Raka meminta maaf pada Amel.


Sungguh Amel ternganga tidak percaya, seorang bos besar seperti Raka dia mau meminta maaf akan kesalahannya pada cleaning servis seperti Amel, jarang sekali bos besar melakukan hal seperti ini.


"Maaf pak, kejailan apa ya?" Amel bertanya balik, dia masih belum paham dengan maksud Raka.


"Yang mengatakan kalau Reza punya banyak wanita, percayalah Mel! Reza bukan laki-laki seperti itu, karena dia hanya akan mencintai satu wanita saja dan dia juga tidak suka main-main dengan banyak wanita," jelas Raka membuat Reza mengangguk pada Amel.


Amel tersenyum, sungguh dia masih tidak percaya kalau Raka sungguh meminta maaf pada dirinya.


"Maafkan saya ya Mel," kata Raka sambil tersenyum.


"Iya pak tidak apa-apa, saya maafkan." Jawab Amel sambil tersenyum juga.


Akhirnya Reza merasa lega, Raka juga tidak merasa bersalah lagi dan dia juga tidak akan terkena omel lagi oleh Naya.


Kini setelah mereka saling memaafkan, akhirnya Raka, Reza dan Amel pergi makan siang bersama di tlaktir oleh Raka sebagai permintaan maafnya pada mereka.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 🙏


__ADS_2