Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Kelahiran anak pertama


__ADS_3

Setelah beberapa bulan berlalu, hari-hari berlalu begitu indah kandungan Naya juga semakin hari semakin besar dan tentunya sudah mendekati hari-hari kelahiran anak pertamanya.


Tania juga perutnya sudah terlihat agak membuncit, bahkan di saat-saat kehamilanya Tania begitu manja dengan Evan, Evan juga sih yang sangat memejamkan Tania ya bisa di bilang Evan itu suka berlebihan seperti Raka tapi tentunya ini semua untuk kebaikan istri dan anak yang ada di dalam kandungannya.


Di saat Raka, Naya, Tania dan Evan menantikan kelahiran anak pertama mereka, kini ada Reza dan Amel yang masih harus berjuang karena Amel belum hamil juga tapi Reza begitu sabar, mungkin yang kuasa belum memberikan rejeki untuk punya anak.


Kini pagi hari yang cerah Naya terlihat lemas dan pucat, Raka memperhatikan istrinya yang terlihat tidak seperti biasanya.


Raka menggeser duduknya lalu menyentuh jidat Naya dengan lembut.


"Apa kamu sakit?" tanya Raka kawatir. "keringat kamu dingin sekali," sambung Raka.


"Mas perut aku mules, sepertinya aku mau melahirkan..." lirih Naya, tangannya terus mengelus perutnya.


Raut wajah Naya terlihat sedang menahan rasa sakit.


Raka terlihat semakin panik tanpa menunggu lama Raka langsung membopong tubuh Naya lalu membawanya ke mobil, Raka menaruh Naya di jok mobil depan tepat di sebelah supir, lalu setelah itu Raka langsung menaiki mobilnya dan menyalakan mesinnya, kini Raka langsung pergi menuju ke rumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya.


Sesampainya di rumah sakit Naya langsung dibawa ke ruang persalinan oleh dua suster dan satu dokter.


"Pak, Bapak tunggu diluar dulu ya!" titah Sang Dokter dengan sopan.


Raka mengangguk, dia melihat Naya ingin rasanya memeluk istri tercinta itu.


"Yang kuat ya sayang, mas akan selalu ada di dekat kamu," batin Raka dalam hatinya.


Setelah Naya sudah masuk ke dalam ruang persalinan, kini Raka duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang tidak tenang.


Raka merogoh ponselnya yang ada di saku celananya, lalu memberikan kabar pada Ratih dan Evan kalau Naya sedang melahirkan.


Ratih yang sedang menonton televisi buru-buru beranjak dari tempat duduknya untuk segera pergi ke rumah sakit, sungguh rasanya bahagia sekali mendengar Naya mau lahiran.


"Akhirnya aku akan menjadi nenek."

__ADS_1


"Cucu pertamaku akan lahir, Naya tunggu mama ya! Mama akan datang ke rumah sakit, mama mau peluk cucu mama."


Rasanya tidak sabar sekali ingin sampai di rumah sakit, kini Ratih langsung pergi menuju ke rumah sakit naik taksi.


Mendengar Naya mau lahiran Evan juga tidak kalah bahagia, bahkan dia langsung pulang ke rumah untuk memberitahu pada Tania.


Tania begitu antusias mendengar kabar bahagia ini, buru-buru mereka pergi ke rumah sakit untuk melihat ponakan pertama mereka.


*****


Di rumah sakit Raka masih tidak tenang, apalagi suara tangisan bayi belum terdengar dari ruangan persalinan, Dokter juga belum keluar dari ruangan persalinan itu.


"Yang kuat sayang!"


"Anak papa, kamu harus kuat!"


"Papa menunggu kehadiran kamu di dunia ini, papa ingin mengendong kamu!"


Hingga setengah berlalu, akhirnya perjuangan Naya yang begitu kuat berhasil melahirkan anak yang berjenis kelamin laki-laki yang begitu tampan.


Suara tangisan bayi itu seketika membuat Naya tersenyum tipis, tapi tiba-tiba Naya pingsan mungkin karena terlalu kelelahan.


Inilah perjuangan seorang ibu, dia rela mengorbankan nyawanya untuk melahirkan darah dagingnya, makanya kita harus sayang pada ibu kita, patuh pada ibu kita, karena surga itu ada di telapak kaki ibu.


Kini para suster langsung mengurus bayi Naya, sedangkan Dokter keluar dari ruangan persalinan untuk memberikan kabar bahagia ini pada Raka.


Melihat Dokter keluar dari ruangannya buru-buru Raka menghampiri sang Dokter.


"Dokter bagaimana?" tanya Raka gugup, raut wajahnya masih terlihat belum tenang.


"Semuanya berjalan lancar pak, selamat anak anda laki-laki." Jawab Dokter, seketika Raka langsung tersenyum dan bisa bernafas lega.


"Saya bisa bertemu dengan istri dan anak saya pak?" tanya Raka.

__ADS_1


"Bisa pak, nanti keduanya akan segera di pindahkan ke ruang rawat, nanti bapak bisa bertemu langsung dengan istri dan anak bapak," jelas Dokter.


Raka mengangguk pelan, rasanya tidak sabar ingin melihat istri dan anaknya.


Kini Raka kembali duduk sambil menunggu istri dan anaknya di pindahkan ke ruangan rawat.


Kini akhirnya Ratih, Tania dan Evan sampai dirumah sakit secara bersamaan, Tania tersenyum pada Ratih lalu mencium punggung tangan Ratih dengan sopan.


"Mama, gimana kabarnya?" tanya Tania dengan sopan.


"Baik nak, gimana kandunganmu nak?" Ratih bertanya dengan penuh perhatian.


"Baik ma, ayo kita ke ruangan Naya!" ajak Tania dan akhirnya mereka pergi bertiga untuk melihat Naya.


Evan bertanya pada suster dimana ruangan Naya? Lalu setelah diberitahu oleh suster Evan langsung mengajak Istri dan Ibunya menuju ke ruangan persalinan.


"Raka...." seru Evan yang melihat Raka duduk di ruang tunggu.


"Kak Evan, Kakak Ipar, Mama," sapa Raka langsung menyalami tangan mereka secara bergantian.


"Dimana Naya?" tanya Ratih.


"Sedang di pindahkan ke ruang rawat ma, nanti kita bisa langsung kesana." Jawab Raka.


Kini akhirnya mereka duduk di ruang tunggu, setelah beberapa lama akhirnya Naya dan putra kecilnya sudah di pindahkan ke ruang rawat.


Kini Raka dan yang lainnya langsung pergi ke ruang rawat Naya.


Akhirnya Naya melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2