
Di sebuah cafe.
Hera terlihat sedang duduk sendiri di deretan meja paling pojok belakang. Ia sedang menatap layar ponselnya, namun terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Tiba-tiba seorang pria menggunakan stelan jas hitam rapi, lengkap dengan kacamata hitam terpasang menarik kursi di dan duduk di hadapan Hera. Sebut saja dia Mr. X (Mister X).
Hera langsung meletakkan ponselnya di meja ketika Mr. X itu ada di hadapannya.
"Hai" sapa Hera, seolah Mr. X adalah orang yang sedari tadi ia tunggu.
"Hai, maaf sudah membuat anda menunggu lama!" ucap Mr. X pada Hera.
"Tidak apa-apa! Panggil saja saya Hera" mengulurkan tangan dan segera di jabat oleh Mr. X
"Saya..." Mr. X memperkenalkan dirinya.
Jabatan tangan mereka cukup lama, setelah sebuah senyuman saling mengembang di bibir mereka. Dan di lepaskan kemudian setelah mereka sadar kalau jabatan tangannya berlangsung lama.
"Maaf, saya tidak ada maksud!" ucap Mr. X nampak salah tingkah.
"Iya" jawab Hera juga sama nampak ia sedang salah tingkah.
"Anda mau pesan apa?" tanya Hera sambil memberikan menu yang ada di meja mereka.
"Saya pesan..." tiba-tiba Mr. X menghentikan kalimatnya ketika matanya tertuju pada dua gelas minuman di mejanya yang sepertinya sudah di minum seseorang.
"Apa ada orang lain yang ikut datang dengan anda?" tanya Mr. X sambil menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari siapakah orangnya.
"Saya datang dengan Arsilla, nanti saya akan mengenalkan pada anda!" jawabnya tanpa beban.
"Apa? Kenapa anda tidak memberi tahu saya kalau anda datang bersama orang lain?" tiba-tiba wajah Mr. X berubah panik. Ia terus menengok ke kanan dan ke kiri sepertiborang yang sedang waspada.
"Memangnya kenapa? Dia memiliki visi misi yang sama dengan saya dan anda" jelas Hera sejujurnya.
Mr. X terlihat gelisah, entah mengapa wajahnya berubah panik setelah mendengar nama Arsilla. Sebenarnya ada apa dengan Mr. X?
"Maaf ya, lama!" ucap seorang wanita yang yang baru saja datang.
Degggg...
__ADS_1
Mr. X tentu saja mengenali suara wanita tersebut, yang tak lain adalah suara Arsilla. Wajahnya menunduk, di penuhi dengan kegelisahan bercampur dengan kepanikan berpadu menjadi satu. Arsilla baru saja kembali setelah beberapa menit ia berada di toilet, saat ini ia berdiri samping di antara Hera dan Mr. X.
"Arsilla, kenalin ini teman tante yang pernah tante ceritakan!" Hera memperkenalkan Mr. X ada Arsilla.
Begitu Arsilla melihat wajah Mr. X, seketika wajahnya berubah menjadi tatapan tidak suka.
"Kau..!" menunjuk Mr. X tepat di depan wajahnya.
"Em, saya ingin bicara dengan anda sebentar!" Mr. X menarik tangan Arsilla dan membawanya pergi dari sana.
Arsilla berusaha melepaskan cengkraman di lengannya tapi tetap saja tenaganya tidak mencukupi, karena tenaga Mr. X jauh lebih besar darinya.
Sedangkan Hera di buat bingung oleh keduanya. Apakah mereka sudah saling mengenal, atau ada hubungan lain di antara keduanya? Entahlah, pertanyaan itu mampu menyelinap masuk ke seisi kepala Hera sepenuhnya.
"Hei, anda mau membawa Arsilla kemana?" teriakan Hera sama sekali tidak di gubris, hanya membuat semua pasang mata di sekitarnya terpaku padanya.
Hera menelungkupkan kedua tangannya untuk meminta maaf kepada semua orang yang menatapnya, ada juga yang saling berbisik membicarakan dirinya.
Sementara Mr. X membawa Arsilla ke lorong toilet di sana, ia baru mau melepaskan tangan yang di tarik kuat olehnya.
"Hei, kau jangan kurang ajar, ya! Beraninya kau menyentuhku!" bentak Arsilla sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah ulah Mr. X yang menariknya terlalu keras.
"Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah menyentuhku!" Arsilla semakin geram, namun Mr. X sama sekali tidak memperdulikan kemarahan wanita yang sekarang berada di hadapannya itu.
"Anda tenang dulu, nona..!" Mr. X berusaha untuk meredam emosi Arsilla.
"Kau dengar, ya! Kau tidak bisa mengelabuhi kami, jadi stop bersandiwara! Sebenarnya apa tujuanmu itu? Kau juga sama mengincar harta keluarga kami?" taduh Arsilla dengan berbagai macam tuduhan.
"Tujuan kita sama, nona. Yaitu..." Mr. X membisikan sesuatu di telinga Arsilla.
Tiba-tiba saja emosi yang semula mengusai diri Arsilla, memudar begitu saja ketika Mr. X membisikan sesuatu padanya. Sudut bibirnya mulai terangkat dan memperlihatkan senyuman liciknya. Mr. X kembali mengangkat kepalanya setelah selesai membisikan sesuatu yang entah itu apa ke telinga Arsilla.
"Apa yang kau katakan ini sungguhan? Atau ini hanya rencanamu saja untuk mengelabuhi kami?" Arsilla tidak akan percaya begitu saja, masih ada ragu dalam hatinya.
"Ini keputusan tepat paling terbaik yang pernah saya katakan. Tapi anda harus ingat pesan saya, tetap rahasiakan identitas saya atau rencana ini akan gagal?!" ucap Mr. X juga ikut memperlihatkan senyum licik di bibirnya, dengan memberi peringatan pada Arsilla.
"Baik, kau tenang saja!"
__ADS_1
Mereka berdua tenggelam dalam rencana yang sepertinya jahat, keduanya saling memberi senyuman paling licik yang pernah ada.
Mr. X mengajak Arsilla kembali ke meja dimana Hera tengah menunggunya, ia tidak mau kalau Hera akan mencurigai mereka.
Hera langsung bangun dari duduknya ketika melihat Arsilla dengan Mr. X kembali untuk menghampirinya.
"Hei, anda membawa Arsilla kemana?" penuh tanya Hera.
"Tadi aku ada urusan sebentar tante sama dia!" jawab Arsilla mendahului.
"Urusan? Memangnya kalian sudah saling mengenal?" Hera di buat bingung oleh mereka.
"Iya, tante. Ya sudah, kita duduk lagi saja dulu!" lanjut Arsilla.
Hera masih tidak mengerti dengan yang di katakan Arsilla.
Urusan? Urusan apa? Mengapa Arsilla tidak memberitahuku tentang Mr. X. Oh iya lupa, aku hanya menceritakan tentangnya sedikit saja tanpa memberi tahu wajahnya seperti apa. Mungkin Arsilla memang sudah mengenalna lebih dulu. Tapi, mengapa aku merasa kalau mereka menyembunyikan sesuatu dan menetupinya dariku. Aneh. Gumam Hera dalam Hati.
Kemudian mereka berlanjut dengan pembicaraan tujuan mereka ketemuan di cafe itu. Entah membicarakan apa, tapi bibir mereka bertiga yang memperlihatakan senyuman liciknya memberi tahu kalau mereka bertiga sedang menyusun rencana busuk.
.
.
.
.
.
Pemberitahuan!
Video adegan nyata visual Bagas dan Rania sudah saya update di akun youtube saya. Channel Windy Rahmawati. Yuk, tonton sekarang huh di jamin bikin baper, meleleh pastinya kayak coklat di panasin.
Vote sebanyak-banyaknya, yaaaa! Like juga, tambahkan ke favorit buat yang belum.
__ADS_1
Maaf ya kalau ada keterlambatan up, soalnya dunia saya juga bukan cuma menulis. Dan, dunia kalian semua juga pasti bukan cuma membaca, ya kan? Harap saling mengerti.