Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Bicara empat mata


__ADS_3

Setelah dari rumah bu Sari, Bagas dan Rania memutuskan untuk pulang. Karena waktu sudah siang, Bagas menghubungi sekretarisnya karena hari ini ia tidak akan ke gedung Briliant Grup.


Sampai di rumah, Bagas bergegas masuk ke kamarnya untuk mandi. Karena badannya terasa lengket sekali akibat getah mangga tadi. Sedangkan Rania membaringkan tubuhnya di atas sofa. Ia mengecek ponselnya karena ada notifikasi masuk. Dan ternyata itu hanya pesan dari operator. Sialan!


"Setia banget sih kamu operator, kuotaku mau habis saja kamu kasih tahu!" Rania berbicara dengan ponselnya.


"Eh, tunggu! Padahal kuotanya kan masih banyak, kenapa besok sudah tidak bisa di gunakan lagi? Oh, mungkin waktunya yang akan berakhir" ia menjawab pertanyaan sendiri.


Karena sayang jika ia tidak pakai kuotanya, lagian besok sudah tidak dapat ia gunakan lagi. Akhirnya Rania iseng membuka youtube, sudah lama juga ia tidak menonton film kesayangannya. Namun ia akan mencoba menonton drama baru dari Thailand, Lakorn Thai sepertinya tidak kalah seru dengan drakor.


Waktu ia membuka Youtube, muncul di berandanya video kuliner yang sedang viral. Seketika ia tertarik untuk menontonnya. Ia klik video itu, Rania menontonnya dengan serius. Rania menelan ludahnya sendiri dengan susah, dan ludahnya seperti mau terjatuh saat melihat kuliner di layar ponselnya.


Tidak lama kemudian, sekitar lima menit, Bagas keluar dari kamar mandinya. Seperti rutinitas biasa, ia selalu mengelap rambut basahnya menggunakan handuk kecil putih. Dengan senyuman dan aura yang terpancar segar di bibirnya.



Rania segera duduk dan menunjukkan layar ponselnya pada Bagas.


"Aku mau ini..," pintanya dengan merengek sambil mengacungkan ponsel itu ke udara untuk menunjukkan pada suaminya.


Bagas melirik layar ponsel itu sekilas.


"Apa itu?" tanya Bagas setelah melemparkan handuk yang baru saja ia pakai ke atas tempat tidur. Kemudian ia duduk di samping istrinya.


"Seblak dengan level super pedas" ucapnya dengan bersemangat.


"Makanan apa itu?" tanya Bagas seperi baru saja mendengar nama makanan seblak.


"Ish.. Ini itu makanan yang sedang booming di kalangan anak remaja. Aku juga kan ini masih remaja," sindirnya dengan menyenggol bahu sang suami. Yah meskipun Bagas sudah umur kepala tiga, namun wajahnya tetap saja awet muda. Bahkan orang mengira kalau Bagas masih berusia dua puluh lima tahunan.


Bagas menghela napas panjang dan menyandarkan punggung di sandaran sofa.


"Hei, ini permintaan anak kita! Ayo, cepat belikan!" Rania menarik lengan Bagas agar segera pergi membelikannya.


"Tapi, sayang. Tidak baik memakan makanan yang terlalu pedas. Aku tidak mau sampai terjadi apa-apa pada anak kita. Tadi pagi kau memakan mangga muda yang cukup masam, sekarang kau meminta makanan yang super pedas" protes Bagas karena khawatir.


Rania melepaskan lengan Bagas, ia mengerucutkan bibirnya karena keinginannya tidak Bagas penuhi. Ia juga menundukan wajah dengan saling merem*s jemarinya.


"Tapi aku mau seblak, sayang" ucapnya lirih hampir tidak terdengar, wajahnya juga memelas.


Bagas tidak tega juga melihatnya, ini memang bukan keinginan Rania sepenuhnya. Sebelumnya Rania tidak pernah semanja ini padanya. Bahkan ia adalah sosok wanita yang tegar, kuat, tangguh. Rania tidak pernah selemah ini, namun karena bawaan hormon kehamilannya yang membuat ia menjadi wanita yang sangat manja. Bagas juga tidak mau kalau anaknya terlahir ngeces sepanjang waktu.


"Ya sudah, aku belikan," ucap Bagas pasrah, karena mau gimana lagi.

__ADS_1


"Sungguh?" tanya Rania semangat kembali.


"Iya" balasnya sambil tersenyum tipis.


Rania terlihat girang, akhirnya Bagas mau juga memenuhi permintaannya.


"Tapi dengan satu syarat," Bagas mengacungkan jari telunjuknya. Membuat Rania yang sedang kegirangan itu terdiam seketika.


"Apa?"


"Ketika aku pergi membeli seblaknya, kau makan dulu, ya! Kalau tidak aku tidak jadi membelikannya," ancam Bagas.


"Iya. Itu gampang," balas Rania kembali bersemangat.


"Sekarang kau pergi ke meja makan dan aku akan pergi"


"Ok"


Bagas dan Rania bergegas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Rania pergi ke meja makan sementara Bagas pergi mengemudikan mobilnya sendiri tanpa sopir.


Di perjalanan, Bagas lupa nama makanan yang di inginkan oleh Rania. Ia menepikan mobilnya sebentar dan mengambil ponselnya.


"Haduh.. Apa lagi nama makananya? Aku sampai lupa begini. Sial!" Bagas memukul stir mobil.


"Tadi dia menunjukan ponsel dan sepertinya ia lihat dati youtube. Lalu, dia bilang itu makanan yang sedang viral di kalangan anak remaja." Bagas mencoba mengingat perkataan Rania tadi.


"Aku harus mencarinya juga di youtube, dengan kata kunci seperti itu" lanjut bicaranya, dan dengan lincah memainkan jari di keyboard ponsel.


Setelah beberapa detik, akhirnya tampil di layar beranda youtube. Tapi, di sana banyak sekali makanan yang sedang viral. Sehingga membuat Bagas kebingungan. Ia mencoba menggeser layar ponselnya ke atas, untuk mencari nama makanan yang Rania sebutkan. Hingga akhirnya ia menemukan kata SEBLAK dengan huruf kapital semua di judul video. Bagas lebih girang daripada Rania sebelumnya. Di sana juga ada lokasi untuk membelinya dimana.


"Huh, untung ketemu. Kalau tidak, anakku bisa ngeces," gerutunya. Kemudian ia bergegas tancap gas untuk segera mencari keberadaan seblak super pedas itu.


Sementara di rumah, Rania duduk di meja makan. Seorang pelayan menghampirinya.


"Permisi nona!" ucap pelayan itu dengan sopan, berdiri di samping Rania.


"Iya, ada apa, bi?" balas Rania tak kalah ramah


"Tadi pagi saya sudah buatkan susu ibu hamil untuk nona. Tapi nona tidak ada"


"Oh, tadi pagi saya ke rumah ibu saya"


"Saya buatkan kembali, ya, nona. Agar kehamilan nona tetap sehat!" tawarnya.

__ADS_1


"Iya, bi. Terima kasih!" ucap Rania sebelum akhirnya pelayan itu kembali ke dapur.


Rania mengambil satu buah piring, ia nyaris mengambil satu centong nasi. Namun, seseorang yang tiba-tiba berdiri di hadapannya membuat Rania terkejut dan tidak jadi mengambil nasinya.


"Kakak ipar, kau kenapa?" tanya Rania, karena Arsilla menatapnya penuh misteri. Rania juga bergidik sendiri karena wajahnya yang terlihat seram, dengan rambut sedikit berantakan.


"Rania, aku mau bicara sebentar dengan kamu. Bisa?" tanya Arsilla dengan raut wajah datar namun menyeramkan.


Rania tertegun, apa yang akan Arsilla bicarakan pada dirinya. Rupanya ia harus waspada, karena takut kejadian buruk menimpa dirinya lagi melalui makian kakak iparnya yang satu ini.


"Katakan saja, kakak ipar!" jawab Rania.


Arsilla menggeleng, "tidak! Aku akan bicara denganmu di kamarku. Aku ingin bicara denganmu empat mata tanpa ada orang lain tahu. Bisa?"


Bicara empat mata? Apa yang akan kakak ipar bicarakan denganku? Haduh, harus waspada ini. Sekarang aku tengah berbadan dua. Takutnya dia melakukan sesuatu yang buruk. Batin Rania.


"I-iya kakak ipar," Rania mengangguk setuju, walaupun ia sempat ragu apakah kakak iparnya ini akan berniat jahat lagi padanya atau sebaliknya.


Rania mengikuti langkah Arsilla di belakangnya, sampai akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar Arsilla.


Arsilla membukakan pintu kamarnya, Rania melihat ke dalamnya yang terbuka sedikit saja itu nampak gelap. Mungkin Arsilla tidak menyalakan lampu kamar jika siang hari. Karena tidak ada jendela di kamar Arsilla sehingga membuat ruangannya gelap walau siang hari.


"Ayo, masuk!" Ajak Arsilla yang sudah berdiri di ambang pintu masuk.


Rania tampak ragu untuk memasuki kamar Arsilla, entah kenapa pikiran buruk terus menyelinap masuk dalam pikirannya.


"Rania, ayo masuk!" Arsilla mengulang kalimatnya, mengajak Rania untuk segera masuk ke dalam kamarnya.


"I-iya" jawab Rania gugup.


Dengan langkah pelan dan hati-hati, Rania mulai masuk dan melewati pintu kamar Arsilla. Setelah beberapa langkah ia masuk ke kamar itu, dengan cepat Arsilla menutup pintu kamarnya dan..


Clekkk..


Arsilla tidak hanya menutup pintunya, tapi ia juga mengunci pintu kamarnya.


.


.


.


Jangan lupa berkomentar ya pemirsa. Tinggalkan like juga vote yang banyak. Rekomendasikan juga cerita ini ke orang sekitarmu atau di grup facebook. Tambahkan ke favorit ya biar mendapat notifikasi ketika update bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2