
Dari banyaknya orang yang mengerumuni pasangan tuan tajir, mereka membicarakan adegan romantis yang mereka saksikan oleh mata secara langsung
"Apakah dia istri dari tuan tajir yang terkenal itu?" tanya seorang gadis pada pacarnya, suaminya juga bisa karena tidak tahu mereka sudah menikah atau belum, intinya pasangan sepertinya.
"Sepertinya iya" jawab pasangannya.
Ya ampun, sweet sekali mereka. Andai saja aku yang menjadi istri tuan tajir, aku pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Tapi tidak apa-apa lah, suamiku juga tidak kalah tampan. Begitu suara hati gadis itu, pria di sampingnya itu suaminya.
"Dia terlihat cantik, senyumnya yang manis karena giginya yang gingsul sama sepertiku" ucap gadis itu dengan menunjukkan deretan gigi yang juga memiliki gigi gingsul kepada suaminya.
"Tetap saja, dia jauh lebih cantik dari pada kamu!" bantah suaminya ketika istrinya mencoba menyamakan dirinya dengan istri tuan tajir.
"Huh, dasar pria sama saja! Tidak cukup punya istri cantik, lihat yang lebih cantik sedikit aja istrinya langsung di geser" makinya sambil menjewer telinga suaminya.
"Maafkan aku! Aku hanya berbicara jujur saja, tapi kamu tetap tidak akan tergantikan di hatiku"
Gadis itu berdecak sebal, tapi seketika hilang karena menyaksikan adegan romantis Bagas dan Rania yang membuat orang-orang di sana iri untuk berada di posisinya.
******
Praaakkk..
Suara gelas jatuh ke lantai yang tidak sengaja bu Sari senggol. Entah kenapa saat itu perasaannya berubah tidak enak, tiba-tiba dadanya mendadak sesak. Merasa ada sesuatu buruk terjadi, pikirannya mengarah ke putri bungsunya yang sedang pergi jauh di sana.
"Ada apa bu?" tanya Nadira berlari ke asal suara benda terjatuh, kebetulan dirinya ada di rumah tidak masuk kerja.
"Ibu tidak sengaja menyenggol gelasnya, Nad. Tapi perasaan ibu tidak enak, ibu takut terjadi sesuatu dengan Rania" ucap bu Sari khawatir sambil memegangi dadanya.
"Mungkin itu cuma perasaan ibu aja, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Rania, ya, bu" Nadira berusaha menenangkan ibunya, mengusap pundak ibunya dengan buah tanganya, walaupun ia juga merasakan hal yang sama, mengkhawatirkan sang adik.
"Ya sudah, ibu istirahat saja! Biar Nadira yang membersihkannya"
"Terima kasih, nak" kemudian bu Sari pergi ke kamarnya.
Nadira menatap nanar kepergian ibunya, ia tahu kalau ikatan batin seorang ibu untuk anaknya kuat. Maka bu Sari tidak akan sekhawatir itu jika tidak terjadi sesuatu dengan Rania, ia harus segera menghubungi adiknya, menggunakan ponsel yang pernah di berikan oleh sekretaris Frans.
*****
"Ha ha ha.." suara gelak tawa pecah menggema di ruang kamar Hera, kediaman tuan tajir.
Penyebab tawa mereka, Arsilla dan Hera, ketika mereka melihat sebuah berita di siaran televisi yang memberitakan tentang kejadian Rania di Bali. Seluruh stasiun televisi sedang memberitakan hal itu.
"Ternyata kita tidak perlu repot-repot membuat gadis gembel itu menderita, ia sudah terlahir dengan takdir yang menderita tanpa kita sentuh sekalipun. Ha ha ha.." Seru Hera kembali menciptakan tawa yang memecah sudut ruang kamar.
__ADS_1
"Tapi kenapa dia gak mati aja, kenapa harus selamat?" erang Arsilla, merasa kecewa karena Rania masih selamat.
"Dia tidak boleh mati begitu saja, karena masih banyak penderitaan yang harus ia terima"
"Menyedihkan sekali hidup gadis misqueen itu"
"Ha ha ha"
Arsilla dan Hera sibuk mentertawai penderitaan Rania, hingga ia tidak menonton berita sampai habis, ia melewatkan Bagas yang memberi napas buatan Rania, Bagas yang mendekap Rania, dan Rania yang mengatakan bahwa ia mencintai suaminya.
*****
Di Bali.
Waktu kembali berputar, matahari seharusnya kembali bersinar. Tapi cuaca yang mulai memasuki musim hujan, membuat sinarnya tertutup oleh awan tebal dan hitam yang siap menurunkan beban air yang menggumpal.
Bagas nampak sudah mandi, tapi sebenarnya ia hanya mencuci muka saja akibat dinginnya cuaca seperti itu, di tambah masih sangat pagi. Seperti yang biasa ia lakukan, mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil dan menaruh kembali di tempatnya.
"Kasihan dia" gumam Bagas ketika melihat istrinya masih tidur.
Aku akan membuat bulan madu kita menjadi bulan madu yang benar-benar sempurna. Perfect honeymoon. Aku tidak akan membiarkan kekacauan kembali datang. Ini adalah waktu kita untuk bahagia.
Bagas menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur di samping Rania. Walaupun cukup keras menjatuhkan dirinya dan membuat kasur bergoyang, tapi Rania tetap saja tidak bangun. Ia hanya menggeliatkan tubuhnya.
"Hei, sudah pagi. Kau harus bangun!" bisik Bagas di telinga Rania, namun Rania tidak bereaksi apapun.
"Sayang, ayolah bangun!" kemudian menggigit daging bagian dada Rania dengan gemas. "Bangunlah, kalau tidak aku akan menyerangmu!" ancam Bagas berbisik di telinga Rania.
Rania kembali menggeliatkan tubuhnya, erangan kecil mulai terdengar dan auman dari mulutnya menyusul kemudian segera di tutup oleh tangannya.
"Bangun, ayo kita bersenang-senang!" Bagas menarik tangan Rania untuk bangun, tapi Rania tetap mempertahankan tubuhnya untuk tetap berbaring.
"Ini masih subuh" katanya, menggeliakan tubuh sambil melihat ke arah jendela yang memang masih gelap karena cuaca.
"Ini sudah jam pagi, cuaca di luar mendung, makanya terlihat gelap dan kau kira ini masih subuh" Bagas menggigit ujung hidung Rania dengan gemasnya.
"Ahh, benarkah?" ia membalas gigitan suaminya dengan menyentil ujung hidung Bagas.
"Terserah kalau kau tidak percaya!" ikut membaringkan tubuh dan menarik selimut, lengannya ia jadikan bantal untuk kepala Rania. Sebelah tangannya lagi memeluk tubuh istrinya.
Lihatlah kelakuan Bagas ini, dia mencoba membangunkan istrinya yang sedang tidur. Setelah bangun, ia malah ikut kembali membaringkan tubuhnya. Rania menempelkan dan membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Aku mau kita tetap seperti ini!" pinta Rania dengan nada suara yang di buat manja. Entah sejak kapan Rania jadi manja seperti itu?
__ADS_1
"Kita akan tetap seperti ini, aku akan pastikan itu" sebuah ciuman mendarat di kepala Rania, membuat Rania tersenyum setelahnya.
"Aku mau tanya sesuatu padamu, boleh?" Bagas kembali memulai nada bicara yang terdengar serius.
"Apa?"
"Apa kau mencintaiku sungguhan?" pertanyaan Bagas membuat Rania terdiam sejenak. Kenapa Bagas bisa meragukan perasaannya, apa dia menganggap perlakuannya selama ini hanyalah kepura-puraan? Oh, tentu saja tidak!
"Harusnya aku yang tanya, apa kau mencintaiku sungguhan? Kau sendiri kan yang begitu membenci diriku, kenapa sekarang bisa bucin seperti ini?" Bagas tersenyum, jika di pikir ulang benar juga. Kenapa ia menjadi bucin seperti ini kepada wanita yang telah ia maki habis-habisan. Ahhh, rencana Tuhan memang tidak ada yang tahu, semua pasti akan berakhir indah.
"Kau meragukanku?"
"Tidak! Justru kau yang mulai duluan, kau yang meragukanku" Rania tidak mau kalah
"Kalau aku, sudah di pastikan aku sungguh mencintaimu. Aku tidak hanya mengungkapkannya lewat ucapan, aku selalu mengungkapkannya melalui caraku memperlakukanmu. Aka kau tidak pernah merasakannnya?"
"Ya, akupun selalu begitu. Lalu, kenapa kau menanyakan hal yang kau sendiri sudah tahu jawabannya?"
Bagas terdiam, mengeratkan pelukannya di tubuh Rania, "aku harus memastikan kalau kau selalu mencintaiku, sekarang katakan kalau kau mencintaiku!" pintanya sambil menggeser tubuhnya untuk mendapat posisi yang lebih nyaman.
Kemudian Rania mendongakan wajahnya, menatap Bagas dengan serius. Bibirnya mulai mengembangkan senyum dan menampakan gigi gingsulnya.
"Aku mencintaimu" mendaratkan ciuman bibir kemudian. Kembali membenamkan kepala di dadanya, menyembunyikan wajah tersipu karena keberaniannya mencium bibir sang suami.
Tidak ada yang lebih indah, ketika kita mencintai seseorang, dan seseorang itu lebih mencintai kita. Hari-harinya kini tidak ada lagi tangisan, ketakutan, ancaman dari Bagas. Semua itu sudah Bagas ganti dengan kebahagiaan, yang belun Rania dapatkan sebelumnya.
.
.
.
.
.
Pemberitahuan!
Visual Bagas dan Rania sudah di update ke channel youtube saya Windy Rahmawati. Silahkan tonton sekarang dan jangan lupa subscribe agar mendapat notifikasi ketika video adegan nyata visual Bagas & Rania saya update!
-Visual Bagas (TUAN TAJIR)
-Visual Rania (TUAN TAJIR)
__ADS_1
-Visual Bagas dan Rania (TUAN TAJIR)
Sudah ada di youtube, tonton sekarang juga.