Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Siapkah dia?


__ADS_3

Rania mendudukkan dirinya di sofa, mengingat kejadi semalam ketika ia pulang dan menampar Bagas dengan beraninya. Tapi itu tidak lebih penting dari pengakuan Bagas yang mengatakan kalau dirinya cemburu. Kok bisa, ya? Apalagi kata-kata Bagas kalau dia mencintainya, di akhiri dengan kata sayang itu yang terus terngiang di telinganya. Beberapa kali Rania mengusir suara itu dari pikirannya, tapi tetap saja tidak bisa. Rupanya ia harus menyibukkan diri agar pikirannya tidak hanya terpaku pada kata-kata itu.


Ayolah, ku mohon jangan mengganggu pikiranku.


Rania melihat tempat tidur Bagas yang berantakan tidak seperti biasanya. Rupanya ini menjadi kesempatan agar ia bisa sedikit menyibukan diri dengan cara merapihkannya. Memang biasanya juga setiap pagi ia yang selalu merapihkan tempat tidur Bagas.


Rania akhirnya bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke tempat tidur. Rania berdecak pinggang, menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ck ck ck" decak Rania, "mimpi apa dia semalam, sampai tempat tidur seberantakan ini? Apa jangan-jangan dia habis mimpi bertarung ya?"


Rania menghela nafas panjang, kemudian mulai untuk merapihkan tempat tidurnya. Ia membuka selimut, tiba-tiba tangannya seperti menyentuh sesuatu yang lembab dan basah. Rania mengangkat tangannya, memandangi jari yang baru saja menyentuh sesuatu yang lembab dan basah itu. Ia mencoba menggerakan antara ibu jari dan telunjuknya. Terasa lengket. Apa yang baru saja di sentuhnya.


Cairan apa yang baru saja ku sentuh? Apa jangan-jangan...


Rania merasa penasaran, kemudian ia memastikannya dengan mencium jarinya perlahan mendekat ke hidung. Langsung saja,


Hoekkk.. Hoekkk...


Baunya amis, berarti benar dugannya bahwa itu cairan yang keluar dari si Jon nya Bagas. Berarti tempat tidur yang amat betantakan ini di sebabkan oleh Bagas yang mimpi basah.


Rania langsung pergi ke kamar mandi, mencoba menjauhkan tangannya untuk menghindari jemari yang tadi menyentuh cairan itu. Sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.


"Woyy, tuan! Apa kau tidak bisa lebih cepat lagi mandinya? Lebih cepatlah sedikit!"


Bagas yang sedang menikmati mandinya di temani oleh sebatang sabun yang tadinya utuh dan sekarang menipis, merasa terganggu oleh istrinya yang mengetuk pintu kamar mandi tanpa menggunakan aturan sopan santun.


"Tidak bisa! Aku akan selesai setelah 10 menit lagi"


"Hey, kau mandi atau.."

__ADS_1


Tidak mau istrinya berpikir macam-macam, Bagas memilih untuk menyudahi saja mandinya. Walaupun ia masih nyaman dengan si sabun, tapi ya sudahlah. Lain kali bisa di lanjutkan, maafkan tuan Bagas ya sabun, kau telah di jadikan sebagai pelarian.


"Iya iya. Aku sudah selesai. Tunggu sebentar!"


Bagas memakai handuk kimononya dan membuka pintu kamar mandi. Begitu pintu di buka, ia terkejut mendapat tatapan tajam setajam silet dari sang istri.


"Menjijikan!" ucap Rania, kemudian menarik tubuh Bagas untuk segera keluar karena ia sudah tidak kuat lagi menahan bau amis dari cairan itu.


Bagas yang melihat sorot mata Rania dan mendengar ucapannya barusan merasa di buat heran.


Kenapa dia? Heh, apa aku melakukan kesalahan lagi? Aneh.


Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian ia pergi meninggalkan depan kamar mandi menuju tempat tidurnya. Kali ini idak ada pakaian kantornya yang biasanya ia selalu mendapati setiap pagi di siapkan oleh istrinya. Tempat tidurnya pun masih berantakan, padahal setelah sehabis ia mandi tidak pernah ia melihat penampakan tempat tidur yang masih dalam keadaan berantakan, sebelum atau pun sesudah ia menikah.


Bagas mendengar suara berasal dari kamar mandi seperti irang yang sedang muntah-muntah. Lalu ia berpikir sejenak.


Apa dia sedang hamil? Ah, tidak mungkin. Kan aku belum pernah melakukannya. Boro-boro mewajibi, mau nyium aja selalu gagal, ada aja gangguannya. Eh, apa jangan-jangan mimpiku semalam bisa nyalur ke aslinya ya? Huh, inget itu Rasanya aku ingin marah pada gadis bodoh karena telah mengganggu aksi permantapanku.


*****


Para tuan dan nona rumah sedang melaksanakan sarapan di meja makan. Bagas menggigit roti berisi telur mata sapi yang langsung di ambil dari ayamnya sebagai menu sarapan pagi ini. Sebuah telur mata sapi yang di buat oleh ketegangan dan melatih kesabaran para pelayan yang menunggu si ayam nya untuk bertelur.


Pak Brahma sudah menarik selembar tisu untuk mengelap sisa makanan di bibirnya, itu artinya ia sudah selesai. Pak Brahma mendeham, terlihat kalau dirinya akan mengatakan sesuatu. Kenapa juga ya dehaman sering di jadikan orang-orang untuk memulai sebuah pembicaraan.


"Bagas, seseorang yang sudah kita tunggu-tunggu kedatangannya akhirnya akan datang juga minggu depan. Kamu harus menyiapkan dari sekarang untuk menyambutnya dengan sebaik mungkin!"


Bagas tidak langsung menjawab, ia masih sibuk menelan roti yang baru saja ia kunyah sampai lembut.


"Baik, pah"

__ADS_1


"Bagus!"


Arsilla juga menarik selembar tissue karena merasa sudah menyelesaikan sarapannya.


"Wah, bakalan asik ini pah" sambung Arsilla.


"Kamu juga harus siap-siap untuk menyambut kedatangannya!"


"Pastinya pah"


Rania yang menyaksikannya semakin di buat bingung. Dari kemarin-kemarin mereka membicarakan tentang akan kedatangan sesorang yang harus di sambut.


Jadi seseorang itu sebenarnya siapa? Kenapa salah satu dari kalian tidak ada yang menyebutkan identitasnya. Setidaknya beri tahu aku siapa seseorang yang kalian maksud. Aku jadi penasaran.


"Kalau begitu, papah berangkat dulu!"


"Hati-hati, pah!"


Pak Brahma hanya menjawabnya dengan tersenyum kemudian pergi. Arsilla mkirik mata Rania dengan sinis, kemudian ia mengangkat sudut kanan bibirnya membentuk sebuah senyuman remeh. Sepertinya akan ada sesuatu di balik kedatangan seseorang itu. Dari ucapan Arsilla yang mengatakan asik, itu terdengar janggal di telinga Rania.


Akankah kedatangan seseorang itu akan membuat hidup Rania lebih menderita berada di rumah mengerikan itu, atau justru sebaliknya?


Rania hanya bisa berdo'a agar hidupnya di berikan kebahagiaan. Karena hanya do'a yang bisa Rania lakukan. Percaya bahwa Allah pasti akan mendengar do'a-do'a hambanya, apalagi seorang hamba yang terdzolimi.


Bersambung...


#CUAP-CUAP_AUTHOR


Tadi kalian bisa nebak gak nih, kira-kira siapa seseorang yang mereka maksud? Harus di sambut dengan sebaik mungkin lagi, pasti seseorang itu sangat penting.

__ADS_1


Nanti kapan-kapan saya crazy up lagi ya kalau punya banyak waktu luang untuk bikin naskahnya. Tunggu aja!


Like, vote, komen, tambahkan ke favorit bagi yang belum agar mendapat notifikasi ketika up. Klik juga nama saya di bawah cover lalu klik ikuti😊


__ADS_2