Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Masalalu Sekretaris Frans


__ADS_3

Setelah kembali ke parkiran di Mall tadi, Bagas meminta sopir untuk pulang terlebih dahulu. Karena ia ingin berdua dengan sekretaris Frans di dalam mobil. Bagas benar-benar meninggalkan Jessica di sana.


Untuk kalian yang lupa sama Jessica, rupanya kalian harus kembali ke part pernikahan atau Rania vs wanita cantik deh, hehe.


Sekretaris Frans mengemudikan mobilnya, sedangkan Bagas duduk di sampingnya. Semenjak ide bagus yang di berikan sekretaris Frans tadi, Bagas ingin menggali kecerdasan lebih dalam yang tidak pernah ia ketahui selama bertahun-tahun bersama sekretaris Frans.


Di perjalanan, sekretaris Frans hanya fokus menyetir dan memandang lurus ke depan. Di tengan keheningan antara mereka berdua, akhirnya Bagas memulai sebuah pembicaraan.


"Frans"


"Iya, tuan"


Bagas berdeham, memikirkan dari mana ia akan memulai pertanyaan. Setelah memilih pertanyaan dari sekian pertanyaan yang akan di tanyakan, Bagas mulai bicara lagi.


"Apa kau juga pernah jatuh cinta?" tanya Bagas yang sebenarnya masih Ragu.


Sekretaris melirik tuannya sekilas, kemudian kembali fokus melihat ke depan.


"Pernah!"


Kenapa tuan tiba-tiba menanyakan perihal jatuh cinta? Apa jangan-jangan itu karena tuan yang baru saja merasakan jatuh cinta.


Bagas merasa lega, karena jawaban sekretaris Frans membuka jalan dari pertanyaan yang akan ia tanyakan selanjutnya.


"Apa aku boleh tanya sesuatu lagi?"


"Tentu saja, tuan!"


Bagas berpikir lagi.


"Em, apa kau pernah mempunyai pasangan?"


"Pernah" jawab sekretaris Frans dengan cepat.


Bagas mengerutkan dahi, "tapi aku belum pernah melihat kau bersama pasanganmu"


Sekretaris Frans menghela nafas panjang.


"Pernah, sekali saja, tuan. Waktu itu saya belum bekerja bersama anda, dan hubungan saya juga tidak bertahan begitu lama. Hem" sekretaris Frans tersenyum canggung, ia terpaksa harus mengingat kejadian masa lalunya lagi yang menurutnya sad ending.


Bagas semakin penasaran dengan cerita di masalalu sekretaris Frans.


"Kenapa?"


"Kenapa apa, tuan?"


"Kenapa hanya sebentar?"


"Waktu itu saya berhubungan dengan seseorang yang saya juga sudah lupa namanya. Awalnya hubungan kami baik-baik saja, tapi seiring berjalannya waktu, kami harus mengakhiri hubungan kami. Dia lebih memilih pria lain, dan yang lebih parahnya, bagian yang paling membuat saya sakit hati sampai sekarang adalah, ketika dia masih jadi pacar saya dia bilang kalau dia mau pacaran dengan sewajarnya, dia tidak saya sentuh. Tapi kenyataannya apa? Dia malah hamil oleh pria lain. Padahal waktu itu posisinya dia masih berstatus pacar saya." jelas sekretaris Frans panjang lebar. Wajahnya terlihat sangat sedih jika ia mengingat kejadian itu. Padahal ia sudah berusaha untuk melupakan kenangan terburuk yang pernah ia alami di dalam hidupnya.


Jika bukan kau yang minta, tuan, mungkin aku tidak akan pernah menceritakan kenangan yang paling menyakitkan dalam hidupku. Sebuah kisah yang menyayat hati, membuat aku merasa paling hancur saat itu dan seakan aku telah mati rasa sampai saat ini.


"Setelah itu, apa kau mempunyai pasangan lagi?"


"Tidak!"

__ADS_1


"Kenapa?"


Bagas semakin tertarik dengan kisah sekretaris Frans di masa lalu.


"Karena itulah satu-satunya alasan kenapa sampai saat ini juga saya tidak pernah mau membuka hati lagi kepada wanita. Saya trauma kejadian di masalalu akan terulang lagi"


Bagas bisa merasakan iba terhadap apa yang di alami serkretatis Frans. Ternyata kisah di masalau sekretaris Frans ironis juga.


"Lalu, sampai kapan?"


"Entahlah, tuan. Saya juga tidak tahu!"


"Tapi jangan sampai kau berubah haluan menjadi homo!"


Mendengar itu, sekretaris Frans langsung mengerem mendadak, membuat Bagas merasa terkejut. Sekretaris Frans menatap Bagas tajam. Bagas malah tersenyum.


"Santai aja, aku bercanda!"


Sekreataris Frans tersenyum, sejak kapan tuan jadi suka bercanda. Biasanya dia selalu terlihat serius dan menakutkan. Mungkin karena dia sudah mulai jatuh cinta pada nona, kekejamannya sedikit meluntur. Pikirnya.


Sekretaris Frans kembali menjalankan mobilnya. Kemudian ia penasaran dengan pertanyaan yang sedari tadi Bagas ajukan.


"Tuan"


"Apa?"


"Kalau boleh saya tahu, kenapa anda menanyakan hal itu?"


"Tidak apa-apa. Aku penasaran saja dengan cerita pribadimu"


Sekretaris Frans mengangguk-anggukan kepalanya, melirik tuannya sekilas dan kembali fokus menyetir.


"Frans"


"Iya, tuan"


"Bagaimana kau bisa mendapatkan pasangan?"


Sekretaris Frans sedikit bingung dengan pertanyaan tuannya.


"Maksudku, bagaimana caranya kau bisa membuat pasangan itu bisa jatuh cinta?" terus terang saja, sebenarnya Bagas sedikit malu mempertanyakan itu pada sekretaris Frans, tapi ya mau gimana lagi.


Sekretaris Frans tersenyum.


"Frans, jangan pernah mempertawakan aku! Kau tahu apa konsekwensinya kalau sampai ada orang yang berani mentertawakan aku?"


"Maaf, tuan. Saya hanya heran saja, kenapa tuan terus mempertanyakan perihal itu, apa itu penting?"


"Jangan mengalihkan pertanyaanku Frans, jawab saja!"


Sekretaris Frans menghela nafas panjang dan menghembuskannya, rupanya ia sedang benar-benar di introgasi.


"Gampang, tuan! Perempuan itu akan lebih cepat suka dengan orang yang humoris, lalu romantis. Memberinya perhatian, itu akan membuat seorang perempuan merasa di perhatikan"


Bagas mengangguk-anggukan kepalanya, seraya mengingat apa yang di katakan sekretaris Frans.

__ADS_1


"Lalu?"


"Selalu membuat perempuan itu bahagia, cukup dengan membuatnya selalu tersenyum, itu akan membuatnya bahagia!"


"Lanjut!"


"Jangan sampai membuat mood seorang perempuan rusak, karena itu akan membuat kita akan terlihat menyebalkan!"


"Kalau yang itu aku tahu! ada lagi?"


"Ada tuan, ini yang paling penting. Seorang perempuan akan dua kali lebih menyukai laki-laki ketika laki-laki itu baru saja cukur rambut. Itu akan membuat seorang laki-laki terlihat lebih tampan di matanya!"


"Benarkah?"


"Iya"


"Kalau begitu cepat antarkan aku ke salon, aku ingin mencukur rambutku! Kebetulan rambutku sudah mulai gondrong"


"Baiklah"


Huh, tahu gitu dari kemarin aku belajar dari Frans, gak perlu repot-repot buka google dan mencari tips bagaimana cara membuat wanita jatuh cinta.


Frans mengemudikan mobil sedikit cepat untuk segera sampai ke tempat cukur favorit tuannya.


"Tuan"


"Apa?"


"Apa kau akan melakukan semuanya untuk nona?"


Bagas tersenyum, ternyata Frans sudah bisa menebak semuanya.


"Tentu saja"


"Tapi, tuan"


"Apalagi, Frans?"


"Ada hal yang lebih penting lagi dari semua yang saya katakan tadi"


"Katakan!"


"Perempuan lebih suka laki-laki yang membahagiakannya dengan caranya sendiri, tanpa meniru cara orang lain!"


"Hem, baiklah."


"Selamat berjuang, tuan!"


"Terima kasih, Frans"


Bagas menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, kemudian membayangkan sesuatu yang membuat dirinya senyum-senyum sendiri.


Bersambung...


#CUAP-CUAP_AUTHOR

__ADS_1


Huaaaa.. Sedih juga ya masalalu sekretaris Frans. Oh iya, selamat berjuang juga untuk Bagas mendapatkan cinta Rania. Bagas bakalan jadi pejuang cinta nih. Haha, buat Bagas sebucin-bucinnya ah, hehe.


Like, vote, tambahkan ke favorit yaaaa biar gak ketinggalan update next episodenya.


__ADS_2