
Setelah memastikan mobil Bagas benar-benar hilang dari pandangannya. Rania berdiri agak lama di sana. Sinar matahari ia biarkan jatuh di tubuhnya. Toh, sinar matahari pagi itu sehat. Siapa tahu mampu memberikan kekuatan untuk dapat bertahan hidup di rumah yang sudah ia anggap neraka itu.
Hari ini aku harus melakukan aktivitas apa ya di rumah ini? Sepertinya aku harus berkenalan dengan para pelayan agar aku memiliki teman di rumah ini. Tapi, pergi sebentar untuk menenangkan diri sepertinya jauh lebih baik.
Rania masuk ke dalam rumah, berniat untuk mengambil tas slempang. Baru saja dia melangkahkan kaki sampai di ruang tamu, sudah ada dua wanita menghadangnya.
Apa yang akan kalian lakukan terhadapku. Belum puaskah untuk menghinaku. Apa kalian tidak memiliki kerjaan lain selain membenciku. Kalian itu cantik, sayang mukanya kalau hatinya jahat.
"Permisi kakak ipar, adik iparmu mau lewat." ucap Rania memberi senyum pada Arsilla.
"Permisi untuk kamu yang tidak aku kenal." lanjut Rania pada wanita itu.
"Sudah ku bilang, aku tidak sudi mempunyai adik ipar sepertimu gadis miskin." bentak Arsilla.
Ya Tuhan, kuatkan hambamu ini untuk menghadapi kedua wanita yang rempong ini.
__ADS_1
Oh iya, kalian juga belum tahu kan nama wanita yang di sebut-sebut dari tadi. Namanya Jessica. Bagus kan namanya? cantik orangnya, tapi hatinya aja yang busuk.
Jessica mendorong bahu sebelah kiri Rania, "Hey kampungan, gak usah belagu ya jadi orang. Jangan mentang-mentang posisimu sekarang istri Bagas, kamu bisa menang begitu saja dari aku."
Gadis bodoh, gadis miskin, kampungan. Sadarlah! Aku mempunya nama yang begitu indah. Rania Azkadina. Kenapa kalian seenaknya mengganti namaku begitu saja. Dan menjadi istri tuan Bagas itu bukan suatu perlombaan, yang ada kata menang dan kalah.
Rania menghela nafas panjang, mengontrol dirinya agar tidak terpancing emosi.
"Saya permisi. Biarkan saya pergi! Kuping saya sakit mendengar ocehan kalian. Maaf, saya sudah lancang." Rania berusaha melangkahkan kaki, tapi Jessica segera menarik lengan Rania.
Jessica menunjuk tepat di wajah Rania, "Beraninya kau!"
Rania memberi peringatan, "Jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur nona. Kau tahu, apa yang akan terjadi?"
Kemudian Rania melepaskan tangan Jessica cukup keras. Setelah itu ia pergi ke kamar meninggalkan mereka, tanpa di hadang kembali.
__ADS_1
Tangan Jessica terkepal, menarah amarah yang semakin bergejolak. Ia tidak menyangka gadis itu berani sekali melakukan hal itu kepadanya. Begitupun Arsilla, berpikiran sama dengan Jessicca.
Jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur. Apa kalian tahu maksud pribahasa itu apa? Maksudnya, jangan memancing amarah seseorang. Jika kita memancing amarah seseorang bisa jadi orang itu dapat membalas lebih dari apa yang kita lakukan terhadapnya.
Begitupun dengan Rania, ia bisa saja membalas lebih dari apa yang Jessica dan Arsilla lakukan terhadapnya, jika ia mau. Karena sudah di sebutkan dari awal, Rania memiliki sifat keduanya dari orangtuanya. Yaitu lemah lembut dari ibunya, dan bisa juga keras seperti ayahnya.
Setelah Rania mengambil tas slempangnya di kamar, ia keluar dari rumah itu. Melewati Jessica dan Arsilla yang masih berdiri di sana.
"Kurang ajar . Awas saja, jika dia kembali. Akan ku cakar wajahnya sampai penuh dengan darah." geram Arsilla.
"Aku ingin membuat hidupnya menderita, sampai ia mohon-mohon dan mencium kakiku." sambung Jessicca.
"Aku yang akan membuatnya nangis darah tanpa henti." lanjut Arsilla lagi.
"AKU AKAN MELENYAPKANMUUU." teriak Jessica meluapkan rasa amarah.
__ADS_1
Semua pelayan yang ada di rumah itu mendengar terikan Jessica yang begitu keras. Dan mencari dari mana asal suara itu. Tapi mereka tidak begity memperdulikan, mereka kembali melanjutkan aktivitasnya.
Bersambung...