
Sekretaris Frans kembali ke kantor untuk kembali bekerja, sekaligus menyampaikan perintah tuannya yang telah selesai di kerjakan plus menyampaikan rasa terima kasih Rania. Baru saja ia akan membuka pintu ruangan pribadi Bagas, ia terhenti setelah mendengar suara gebrakan meja dengan sangat keras.
"Apa kau sudah bosan bekerja di perusahaan ini?" suara berasal dari mulut Bagas yang sedang memarahi laki-laki, karyawannya.
Karyawannya duduk dengan wajah yang tertunduk di hadapan bossnya.
"Ma-maaf tuan. Saya telah melakukan kesalahan fatal." karyawannya itu mengakui kesalahan yang sudah di perbuatnya.
"Apa kata maafmu itu mampu melanjutkan bangunan yang sudah saya targetkan tanpa meminta dana kembali?" tanya Bagas yang masih di penuhi amarah.
Sebenarnya Bagas bukan marah, tapi ia kecewa karena karyawannya ini tidak jujur dalam bekerja.
"Saya akan berusaha mengejar target yang sudah tuan tentukan." jawab karyawan itu yang sibuk meremas jarinya yang gemetar penuh keringat dingi.
"Baiklah! Saya akan pegang janjimu. Jika kau tidak mampu untuk menebus kesalahanmu itu. Jangan harap untuk menginjakkan kami di gedung ini lagi! Dan saya tidak akan segan-segan untuk menuntut kau dan membawa ke jalur hukum dengan kasus korupsi." ancaman Bagas membuat karyawan di hadapannya itu semakin ketakutan.
"Ba-baik tuan." jawab karyawan terbata-bata.
__ADS_1
"Segera tinggalkan ruangan ini!" usir Bagas dengan telunjuk yang di acungka mengarah pintu keluar.
Karyawannya itu dengan cepat bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu dengan tubuh yang sedijit di bungkukkan. Ketika pintu di buka, sekretaris Frans masih berdiri di sana. Dan masuk ke ruangan bergantian dengan karyawan tadi. Sekretaris Frans melihat wajah tuannya yang marah bercampur kecewa. Bagas masih berdiri di sekitar tempat duduknya. Kemudian menjatuhkan pantatnya ke kursi untuk duduk.
Sekretrais Frans berdiri di sampingnya. Dan meundukan kepala sebagai hormat.
"Maaf tuan. Perintah sudah saya laksanakan."
"Bagus!" jawab Bagas datar.
"Dan satu lagi! Ucapan rasa terima kasih dari nona Rania untukmu."
"Duduklah!"
"Baik, tuan." sekretaris Frans menurut dengan apa yang di perintahkan tuannya, dari hal kecil sampai yang terbesar.
Melihat wajah tuannya yang masih terlihat marah bercampur kecewa, sekretaris Frans memberanikan diri untuk menanyakan hal apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
"Maaf tuan. Sebenarnya apa sudah terjadi dengan karyawan itu?"
Pertanyaan sekretaris Frans barusan langsung di tanggapi, dan Bagas menceritakan semuanya.
"Kau harus mengurusnya juga Frans!" lagi-lagi Bagas memberi sekretaris Frans perintah yang sepertinya ini teramat penting.
"Baik, tuan." jawab sekretaris Frans.
Bagas menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, sesekali memutar kursi itu perlahan.
Bersambung...
#CUAP-CUAP_AUTHOR
Hallo readers setia TUAN TAJIR. Maaf ya up nya lambat dan membuat kalian menunggu. Sebelumnya saya mau minta maaf juga, untuk beberapa hari ke depan, ya sekitar 3 sampai 4 harian kayaknya. Saya ada kesibukkan, karena akan ada acara pernikahan saudara saya. Jadi maaf ya bila ada kelambatan up nya lagi. Semoga kalian bisa memahaminya. Dan tetap setia untuk menunggu kelanjutan Novel TUAN TAJIR ini. Semoga tetap suka juga ya. Dan, semoga up hari ini bisa mengobati kerinduan kalian juga terhadap Rania dan Bagas.
Jangan lupa untuk like, vote, komen. Karena dukungan kalian yang membuat saya semakin semangat untuk menulis.
__ADS_1
Terima kasih.
Hatur Nuhun😊