
Bagas bergegas menuju pintu dan membuka pintu dengan penuh amarah. Marah karena lagi-lagi ia tidak jadi untuk mencicipi tubuh Rania.
Baru saja Bagas akan membuka mulut untuk memarahi pelaku pengetuk pintu, tapi pelaku pengetuk pintu sudah mendahuluinya berbicara.
"Maaf, tuan. Ini orderan tuan dari tukang ojek online!" salah satu pelayan rumah memberi bingkisan yang sempat Bagas order sebelum memasuki rumah tadi.
Bagas segera menerima bingkisan yang di berikan sang pelayan.
"Terima kasih" ucap Bagas seraya menepuk pundak pelayan yang lumayan keras, membuat pelayan itu meringis kesakitan.
Hah, setidaknya aku tidak mengingkari janjiku untuk memukul pelaku pengetuk pintu yang mengganggu aksiku.
"Kembali, dan lakukan tugasmu!" suruh Bagas pada sang pelayan yang masih berdiri di sana menahan sakit.
"Baik, tuan" kemudian pelayan kembali ke tempat tugasnya, yaitu menjaga pintu depan rumah dan membukanya apabila ada orang masuk ataupun keluar.
Bagas menutup pintu dan membawa bingkisan itu, melewati Rania dan kembali duduk di sampingnya.
Apa itu? Banyak sekali. Aromanya wangi.
"Untukmu" Bagas menyerahkan bingkisan itu pada Rania yang masih bersikap judes kepadanya.
Rania mulai melirik bingkisan yang masih ada di tangan Bagas. Kemudian ia menerima.
"Untuk saya?" tanya Rania memastikan bahwa itu benar-benar untuknya.
"Iya, bukalah!"
Dengan cepat, Rania membuka bingkisan setelah mendapat perintah. Di dalamnya terdapat minuman cokelat, martabak cokelat kacang, ice cream, susu cokelat, burger dan lainnya.
Hah, apaan ini? Apa dia sedang membujukku? Atau ini juga salah satu bagian dari rencananya, dengan cara ngebaikin dan ujungnya adan yang harus aku bayar.
__ADS_1
"Apa kau suka?"
"Suka." jawab Rania singkat.
"Kalau suka cepat makan, kalau bisa habiskan!"
"Ini maksudnya apa?"
"Apa apanya?"
"Ini semua. Kau tiba-tiba memberi saya makanan sebanyak ini"
"Aku cuma ingin mengembalikkan mood mu, mood perempuan yang super ribet. Katanya ini semua adalah mood perempuan. Makanya aku beli ini, dan ternyata kau menyukainya"
Rania mulai tersenyum mendengar kalimat yang baru saja Bagas ucapkan. Tidak menyangka bahwa orang yang ia kenal paling kejam dan jahat, dapat melakukan hal yang tidak dapat ia duga sebelumnya.
"Nah, begitu. Aku suka kalau kau tersenyum. Cantik" puji Bagas.
"Kau ini. Makan saja belum sudah tersedak duluan"
Rania memundurkan mulutnya dari sedotan minuman cokelat.
"Kau yang membuat saya tersedak!"
"Aku?" Bagas menunjuk dirinya sendiri.
"Ya" Rania menyuapkan potongan martabak.
"Manis?" tanya Bagas pada Rania yang mengunyah martabkanya.
"Pahit!"
__ADS_1
"Kenapa begitu?"
"Karena ada kau di sini"
Bagas malah tertawa terbahak mendengar ucapan nyleneh Rania. Ia menyubit pipi chubby Rania yang saat ini penuh dengan potongan martabak. Sedangkan Rania meringis kesakitan.
"Aku mau coba" pinta Bagas yang membuka mulutnya dengan lebar, berharap Rania akan menyuapinya. Tapi justru ia mendapat sikap judes Rania kembali.
"Anda punya tangan yang masih di gunakan. Jadi, gunakanlah tanganmu itu!"
"Hah, dasar perempuan. Moodnya gampang sekali berubah" keluh Bagas.
Kemudian ia mengambil sendiri potongan martabak dan menyuapkannya.
"Manis" komentar Bagas, "Kayak kau, Rania"
Rania lagi-lagi di buat merinding oleh ucapan Bagas. Baru kali ini mendengar namanya di sebut oleh manusia yang selalu memanggilnya dengan sebutan gadis bodoh. Tubuh Rania seketika gemetar, keringat dingin mulai mengalir dan membasahi telapak tangannya.
Ya Tuhan. Apa ini? Kejutan apa yang akan kau berikan padaku. Tapi aku harus berhati-hati. Aku tidak mau jika aku terjebak dalam kata di terbangkan lalu di jatuhkan. Tidak! Mana mungkin aku menyukai pria kejam ini. Dan mana mungkin ia mulai menyukaiku.
Pikiran Rania berlarian kemana-mana. Memikirkan hal apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Apa ini benar-benar kenyataanya atau hanya tipu daya belaka.
Bersambung...
#CUAP-CUAP_AUTHOR
Hallo readers setia TUAN TAJIR. Jadi gimana nih, udah mulai baper belum sama Rania dan Bagas? Saya penuhin nih permintaan kalian, yang minta segera buat Bagas jatuh cinta sama Rania, yang minta up banyak dan lebih dari satu episode. Saya bela-belain gadang buat bikin cerita ini, agar kalian suka dan tidak kecewa.
Like, vote, komen, dan tambahkan ke favorit ya supaya dapat notif ketika saya up episode selanjutnya.
Terima kasih😊
__ADS_1