Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Keributan


__ADS_3

Siang hari ini begitu terik, matahari seperti membakar tenggorokan manusia yang membuatnya dehidrasi. Rania permisi kepada pekerjanya untuk beristirahat, Rania juga menyuruh pekerjanya untuk istirahat juga. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.15.


Reyhan mengajak Rania untuk pergi ke tempat minuman segar yang beberapa kali mereka kunjungi, karena kebetulan jaraknya tidak jauh dari ruko Rania. Para pekerjanya yang melihat kebersamaan Rania dan Reyhan saling membicarakannya.


"Pak Reyhan cocok banget ya sama bu Rania" tanya pekerja satu pada yang lainnya.


"Eh iya serasi banget" jawab salah satu dari mereka.


"Pak Reyhan nya ganteng, bu Rania cantik. Uhh bener-bener pasangan yang sempurna"


"Awas, hati-hati! Tar kalau sampe terdengar ngomongin yang enggak-enggak bisa-bisa kena tampol kalian" ujar Wati.


"Yey, kita kan gak ngomongin yang jelek-jelek. Ngomongnya yang baik-baik ya kan?" jawab pekerja yang pertama kali membicarakan tentang Rania dan Reyhan.


Mereka berlanjut membicarakan tentang kecocokan antara Rania dan Reyhan. Sementara Rania dan Reyhan sudah ada di tempat minuman segar itu. Bapak penjual minumanpun datang ke meja mereka dengan membawa 2 gelas minuman di nampan yang telah di pesan oleh mereka.


"Terima kasih, pak" Rania menerima gelas yang berikan bapak penjual dan langsung menyedotnya sampai setengah, saking hausnya karena cuaca yang membuat dehidrasi.


Reyhan pun melakukan hal yang sama ketika menerima gelas dari bapak penjual langsung saja ia sedot. Beberapa menit mereka hanya saling diam, Reyhan pun mencoba membuka pembicaraan.


"Bagaimana keadaan suami kamu?"


"Sudah membaik"


Mereka saling berdiam lagi, tidak tahu harus mencari topik pembicaraan yang kayak gimana agar pembicaraan jadi berlanjut.


"Terima kasih ya!" ucap Rania.


"Untuk apa?" Reyhan terlihat bingung.


"Karena kamu udah mau bantuin aku untuk mengurus semuanya. Sekarang rencana aku membuka toko online akhirnya kesampaian juga. Itu semua berkat kamu"


"Harusnya aku yang terima kasih sama kamu"


"Karena?"

__ADS_1


"Karena kamu udah mempercayakan semuanya sama aku. Padahal kan perkenalan kita bisa di bilang belum cukup lama"


Rania tersenyum, karena ia juga baru menyadari selama ini ia tidak pernah percaya begitu saja pada orang. Jangankan orang yang baru saja ia kenal, orang yang sudah lama ia kenalpun tidak semudah itu mendapat kepercayaanya. Karena kepercyaan itu mahal harganya.


"Ya, itu karena kamu terlihat baik"


"Masa? Kalau ternyata aku jahat gimana?"


"Emang iya?"


"Ya enggak lah. Apa lagi sama kamu!"


Kata-kata Reyhan membuat Rania bungkam, jantungnya berdetak kencang tidak beraturan. Rasanya dadanya terasa sesak mendadak sampai ia lupa bernafas.


Ya Tuhan, Rey. Rey jangan sampai kau membuat hatiku ini meleleh. Aku beruntung bisa kenal sama kamu. Aku lebih beruntung jika aku mengenalmu sebelum masuk dalam kehidupan si tuan tajir. Eh ngomong-ngomong tuan tajir, Astagfurullaahal'adziim. Ingat Rania ingat! Kamu itu sudah punya suami, ya walaupun suami kamu itu kadang otaknya sengklek. Pamali Rania jika kamu tergoda oleh pria lain.


Huh, Rania menghela nafas panjang. Untuk menutupi rasa salah tingkahnya, Rania kembali menyedot minuman segarnya dengan perasaan tak karuan. Sampai minumannya keluar dari area mulutnya. Reyhan yang melihat tingkah Rania langsung tertawa kecil. Reyhan langsung mengusap sisa air minuman di bibir Rania dengan lembut pakai hati kayaknya. Tubuh Rania seketika membeku. Perasaannya semakin campur aduk, antara bahagia dan merasa bersalah juga karena wajahnya di sentuh oleh pria lain selain suaminya. Eh, toh suaminya juga gak pernah nyentuh.


Ya Tuhan, kenapa kau hadirkan Rey dalam kehidupanku itu ketika aku sudah berumah tangga? Kenapa gak dari kemarin-kemarin. Mungkin kalau engkau hadirkan dia sebelum itu, aku pasti bakalan mau banget jadi pacarnya. Kenapa harus terlambat?.


Tiba-tiba saja,


Seseorang menggebrak meja mereka. Membuat orang yang berada di sana tersentak kaget. Tangan Reyhan juga yang masih mengusap sisa minuman di bibir Rania langsung ia turunkan. Dua orang pria yang tiba-tiba datang menggebrak meja, yang tidak terdengar langkah kakinya. Keduanya sama-sama memakai jas hitam.


Mereka adalah Bagas dan satunya lagi pastinya sekeretaris Frans. Entah dari mana dia tahu kalau Rania sedang ada di sana. Di tambah Rania yang sedang duduk berdua dengan Reyhan membuatnya semakin panik, ia takut suaminya akan melakukan hal sesuka hatinya.


Tubuh Rania gemetar, ia tidak tahu harus berbuat apa.


Kenapa dia bisa ada di sini? Semoga dia tidak membuat keributan.


"Sedang apa kau ada di sini? Siapa dia?" Bagas menunjuk Reyhan


"Itu bukan urusanmu! Lagian, bukannya kau tidak perduli saya pergi kemana dengan siapa, saya melakukan apapun kau tidak akan perduli kan?"


"Aku datang ke sini sampai membatalkan meeting dengan klain berarti aku memperdulikanmu gadis bodoh! Sekarang jawab! Kau sedang apa di sini dan siapa dia?"

__ADS_1


Hah, segitunya dia sampai membatalkan meeting dengan klain.


"Saya sewa ruko di sekitaran sini untuk saya jadikan toko online. Terus dia Reyhan, orang yang sudah mengurus ruko selama saya mengurus kau sakit."


Bagas melirik tajam Reyhan. Entah kenapa Bagas ia merasakan hal yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Kenapa ia harus merasakan kesal, marah, melihat Rania, si gadis bodohnya berdua dengan pria lain. Mungkin itu tanda kalau dia merasakan cemburu. Mungkin Bagas sudah mulai menanamkan cinta di hatinya untuk Rania. Mungkin saja.


Bagas menarik lengan Rania dengan keras bermaksud untuk membawanya pergi, tapi langkahnya segera di hentikan oleh Reyhan. Reyhan yang melihatnya tidak tega seorang perempuan di perlakukan dengan keras, apalagi perempuan itu adalah Rania. Reyhan menarik lengan Rania yang sebelahnya.


"Tunggu!"


Bagas langsung menghentikan langkahnya, melihat tangan Rania yang di pegang juga oleh Reyhan.


"Lepaskan! Dia istriku. Kau bukan siapa-siapa jadi tidak usah ikut campur. Mengerti!"


Reyhan tersenyum, "Anda tidak bisa memperlakukan seorang perempuan dengan cara kasar. Apa anda tidak tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan dengan baik?!"


"Hey, tutup mulutmu! Apa kau tidak tahu siapa aku?"


"Anda hanya seorang suami yang bisanya membuat istri anda menderita. Tidak lebih dari itu!" ucap Reyhan dengan beraninya.


Rasanya Bagas ingin menghajar Reyhan, tapi itu segera ia urungkan karena takut orang-orang di sini mengenalinya.


"Tahu apa kau tentang hubungan rumah tanggaku?"


"Aku tahu semuanya"


Bagas langsung bungkam, merasa kalau dia sedang di skakmat oleh pria di hadapannya. Rupanya dia benar-benar mengetahui hubungan antara dirinya dengan Rania bagaimana.


Kenapa semuanya jadi begini sih. Kau juga, kenapa tiba-tiba saja berubah jadi aneh. Kau kan orang yang tidak pernah memperdulikan aku. Kenapa sekarang kau seolah-olah jadi manusia yang paling perduli. Ya, ya. Kau memang manusia yang dapat berubah-ubah dan melakukan apapun sesuka hatimu. Tapi tolong, jangan sakiti Rey setelah ini.


"Frans, urus dia?"


Bagas kembali menarik lengan Rania dan membawanya masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Rania tidak tahu apa yang di lakukan sekretaris Frans kepada Reyhan. Walaupun ia tahu, Reyhan pasti tidak akan tinggal diam kalaupun dia di apa-apain.


Rey, aku harap kamu baik-baik saja.

__ADS_1


Bagas meminta sopir untuk menjalankan mobilnya saja. Masalah sekretaris Frans bisa kembali naik taxi. Pikiran Rania berlarian kemana-mana, terutam memikirkan Rey. Ia sangat mengkhawatirkannya. Karena seorang Bagas bisa melakukan apapun. Rania juga menduga pasti ia sudah menyuruh seseorang untuk mengikuti aktivitasnya.


Bersambung...


__ADS_2